
TAUKAH KAMU, AKU TERLUKA.
-Aliyza Kanza Sinhawa
Matahari menampakkasan sinarnya, langit begitu cerah pagi ini. Chaca' menatap keluar jendela dengan penuh harapan agar semuanya baik baik saja. Ia menyadari waktu yang di berikan Omnya tinggal 4 hari lagi.
Hari ini, Chaca' berencana ingin mengatakan semuanya kepada Fasya bahwa ia akan di operasi.
"Pagi Sya" ucap Chaca' tersenyum kepada Fasya yang duduk disofa ruang televisi vila.
"Pagi, ayo kita ke rest area sekarang" ucap Fasya menggenggam tangan Chaca'
"Kamu duluan aja Sya, aku mau bicara sma indah dulu" jawab Chaca'
"Aku tungguin kamu" ucap Fasya yang kembali duduk di sofa
"Eh mana boleh sya, ini urusan perempuan. Aku gak lama kok, kamu duluan aja yah" ucap Chaca' menarik tangan Fasya untuk berdiri dari sofa
"Yaudah, aku duluan yah" ucap Fasya mencium kepala Chaca' kemudian pergi menuju rest area untuk sarapan pagi.
.
.
.
Setela Fasya pergi, Chaca' memberanikan diri untuk menemui indah di kamarnya dan berharap kesalah pahaman Indah dan Lika akan selesai.
*toktoktok*
"Indah? Ini gw Chaca" ucap Chaca' di depan pintu kamar Indah. Namun, tidak ada respon dari Indah. Chaca' yakin Indah dan Lika belum ke rest area. Karena, sejak subuh Chaca' menunggu mereka keluar dari kamar.
Akhirnya, Chaca' memberanikan diri membuka pintu kamar Indah. Indah terlihat tengah duduk di meja riasnya dan tidak berbalik melibat Chaca' meski ia menyadari Chaca' memasuki kamarnya.
"Indah, gw mau jelasin semuanya" ucap Chaca' yang berdiri tepat di belakang Indah
"Tolong Cha' sekarang gw gak mau dengar penjelasan apapun dari lo" jawab Indah
"Lo salah paham, Dika cuma mau nyemangatin gw" ucap Chaca'
"Nyemangatin? Untuk apa dia nyemangatin lo hanya karena lo kena tegur dari Kak Yudha. Itu berlebihan Cha'" ucap Indha yang masih membelakangi Chaca'
__ADS_1
"Lo salah, sebenarnya Dika gak nyemangatin gw karena itu. Dia tau masalah yang gw alami sekarang" jawab Chaca'
"Lihat, bahkan lo lebih pilih Dika dari pada kita buat ceritain semua masalah lo" ucap Lika yang tiba tiba masuk ke kamar Indah
"Kalian salah paham. Bukan gw yang cerita ke Dika" ucap Chaca' dengan tatapan sedih
"Wah jadi lo mau bilang kalian ada ikatan batin!" Ucap Indah yang mulai emosi
"Jadi kalian anggap gw ada rasa sama Dika. Lo percaya kalo gw bakal suka sama orang lain kecuali Fasya!" Ucap Chaca' dengan nada yang mulai keras
"Iya! Kita percaya kalo lo egois. Lo selalu mau lebih. Lo selalu mau di atas dari pada kita. Lo gak ngerti arti persahabatan yang sebenarnya. Lo selalu hidup enak! Kalo kita punya masalah lo kemana? Lo gak perna ada dan bahkan gak pernah tau. Lo gak pernah tau masalah yang kita hadapin, Lo gak pernah ngerasaain yang namanya kesepian karena semua laki laki selalu ada buat lo. Kita percaya kalo lo mulai jalan sama orang lain selain fasya. Termasuk Dika dan Kak Yudha!" Teriak Lika
"Gw gak nyangka kalian nganggap gw serendah itu" ucap Chaca yang berusaha menahan air matanya
"Tolong lo kelur dari sini. Gw mohon jangan ganggu gw untuk sementara waktu. Biar Dika langsung yang jelasin semuanya ke gw kalo di udah balik kepuncak" ucap Indah yang memalingkan wajahnya dari Chaca
"Kalo gitu gw keluar, maaf kalo gw gak pernah ngerti sama kalian. Mungkin gw memang terlalu egois karena gak pernah tau masalah kalian" ucap Chaca' dan langsung meninggalkan Indah dan Lika.
MAAF, MUNGKIN GW YANG TERLALU EGOIS KARENA GAK PERNAH TAU MASALAH KALIAN. MAAF, KARENA GW TERLALU MIKIRIN MASALAH GW SAMPAI SAMPAI GW GAK PERNAH TANYA APA KALIAN BAIK BAIK SAJA. MAAF, KARENA GW TERLALU LELAH MENANGGUNG BEBAN KARENA MASALAH GW SENDIRI. MAAF, KARENA GW SELALU NGANGGAP PERSAHABATAN KITA BAIK BAIK SAJA HINGGA KITA GAK PERNAH SALING BERTANYA APA LO BAIK BAIK SAJA. MAAFFIN GW, GW HARAP KALIAN SELALU BAIK BAIK SAJA.
-Aliyza Kanza Sinhawa
.
.
.
"Hei kamu gak apa apa?" Tanya Fasya yang khawatir melihat Chaca' yang lemas.
"Aku gak apa apa sya. Aku cuma gak enak badan aja" ucap Chaca' tersenyum. Fasya bisa membaca raut wajah Chaca' yang sedang bersedih. Ia merasakan jika Chaca' sedang tidak baik baik saja sekarang.
"Kalo gitu aku antar kamu ke vila buat istirahat" ucap Fasya
"Gak apa apa sya. Aku masih kuat" ucap Chaca' tersenyum
"Aku gak mau kamu kenapa napa, aku yang jagain kamu di vila. Ayo istirahat Cha'" ucap Fasya yang sangat yakin kalo Chaca' benar benar tidak baik saja sekarang
"Gak apa apa, sekarang kamu fokus makan okey" ucap Chaca' menggenggam tangan Fasya. Akhirnya, Fasya kembali makan dengan penuh rasa khawatir.
"Kamu hari ini di mana?? Tanya Fasya
__ADS_1
"Aku di perkebunan kelapa sawit" ucap Chaca'
"Aku di perkebunan teh, kalo kamu mulai ngerasa gak enak badan langsung hubungi aku" ucap Fasya sambil menghabiskan makannya
"Iya Sya" ucap Chaca' tersenyum.
APA KAU JUGA MERASAKAN LUKA KU? APA KAU MERASAAKAN KESEDIHAN TERDALAMKU? APA KAU MENGERTI DERITAKU SEKARANG? APA AKU BOLEH EGOIS DAN MEMINTAMU UNTUK TERUS BERSAMAKU DI SETIAP WAKTU TANPA MEMIKIRKAN ORAH LAIN SEKARANG? KAU TAU? BERNAFAS PUN SEKARANG AKU TAK SANGGUP. AKU MERASA SESAK KARENA LUKA KU YANG TERLALU DALAM. BISAKAH AKU TERUS MENATAP MATAMU SEBAGAI PENENANG?
AKU SANGAT MEMBUTUHKANMU. KU MOHON, JANGAN MENGATAKAN YANG SEBENARNYA KEPADAKU. KU MOHON, TETAPLAH BERBOHONG DAN MENYEMBUNYIKAN SEMUANYA AGAR TAK ADA YANG AKAN BERUBAH DI ANTARA KITA. MESKI AKU TAU BETUL, TAK ADA YANG BAIK BAIK SAJA SEKARANG.
-Aliyza Kanza Shinawa
.
.
.
Setelah mereka sarapan pagi, akhirnya mereka kembali ke lokasi kegiatan mereka masing masing. Chaca' memutuskan untuk mengatakan kepada orang tuanya tentang operasinya lebih dulu sebelum Fasya. Iapun duduk di bangku taman dekat perkebunan teh dan mencoba menelfon bundanya.
"Halo, bunda ini aku Chaca'" ucap Chaca'.
Bundanya terkejut, karena Chaca' sangat jarang menelfon bundanya. Bahakan, dulu ia tidak pernah mengangkat telfon dari Bundanya
"Kamu baik baik saja sayang?" Tanya Bundanya dengan suara yang berat seperti baru saja sudah menangis.
"Bunda menangis?" Ucap Chaca'
"Kakak kamu sayang, kakak kamu kembali drop. Bunda benar benar sedih sekarang. Bunda tidak sanggup melihat Kakak kamu menderita melawan penyakitnya. Seandainya Bunda bisa meminta kepada tuhan untuk mengganti nyawa bunda untuk Kakak kamu" ucap Bundanya menangis
"Bunda! Apa yang Bunda katakan! Kalo dia sudah di takdirkan meninggal untuk apa bunda berkata seperti itu. Bunda, apa bunda sadar kalo bunda punya dua anak. Aku juga anakmu, kenapa bunda selalu membahas dia denganku. Apa bunda tau? setiap kali bunda membahasnya, aku semakin membencinya" teriak Chaca' yang juga mulai menangis
"Chaca'! Kamu jangan egois. Kamu harus bersyukur karena bisa memiliki segalanya. Kamu bersyukur bisa hidup normal seperti orang lain. Tidak seperti kakakmu yang harus bergantung pada pengobatan. Ayah dan bunda berjuang melakukan apapun agar kakak kamu segera sembuh, tapi kamu tidak pernah mengerti dan selalu ingin bersikap manja!" Ucap bundanya yang juga mulai emosi.
Chaca' benar benar terluka. Ia benar benar merasa tak bisa bernafas. Sesekali ia mengusap dadanya karena jantungnya yang mulai sakit karena perubahan emosinya.
Ia bahkan menutup mulut denga tanganya agar ia tak mengatakan sesuatu yang akan lebih menyakiti bundanya. Ia benar benar kehilangan tenaga sekarang. Ia bahkan tak mampu menopang tubunya. Hatinya benar benar terluka, ia benar benar ingin teriak sekarang.
"Aku memang yang paling egois di mata semua orang. Bunda benar, aku memang tak pernah mengerti keadaan Kakak. Ayah dan Bunda memang benar, aku hanya gadis yang manja. Lupakan tentangku, aku tidak akan pernah menuntut kasih sayang darimu lagi. Aku akan menemukan kebahagiaan ku sendiri sekarang. Bunda, maafkan aku karena selalu saja kurang ajar pada Bunda. Maafkan aku karena tak bersikap baik pada semua orang. Mulai sekarang, bunda tidak akan pernah mendengar ucapanku yang menyakiti hatimu lagi. Sekarang, tak akan ada lagi yang akan menuntut kasih sayang dari Ayah dan bunda lagi. Maafkan aku atas semua perbuatanku yang membuatmu kesal. Maafkan aku. Namun satu yang aku minta, kumohon jangan mengatakan aku anak yang kurang ajar. Itu sangat menyakitiku. Aku merasa seperti anak yang paling sial karena tak pernah di didik dengan baik mulai dari kecil, hingga aku di katakan kurang ajar oleh orang tuaku sendiri" ucap Chaca yang langsung mematikan sambungan telfonnya.
Chaca' bahkan tak sempat mengatakan tentang operasinya kepada bundanya. Ia benar benar tidak bisa merasakan apa-apa sekarang. Ia benar-benar terluka. Ia bahkan menangis tanpa mengeluarkan suara. Ia malu pada dirinya sendiri yang merasa seperti tidak di anggap oleh semua orang. Bahkan keluarganya sedikitpun.
__ADS_1
INILAH AKU, WANITA EGOIS YANG TAK PUNYA ARAH. AKU BENAR BENAR BUTA JALAN. AKU TAK BISA BERNAFAS DENGAN BAIK SEKARANG. AKU BENAR BENAR LELAH. INI AKAN MENJADI KISAH, SEDIH YANG TAK BERUJUNG.
-Aliyza kanza sinhawa