
Di pagi hari seperti biasa, mereka berkumpul di rest area untuk sarapan pagi.
"Cha' mau aku ambilin apa" tanya Fasya yang menatap Chaca' dengan lembut.
"Biar aku saja" ucap Chaca' yang langsung berdiri dari mejanya
"Hei kenapa biar aku saja" ucap Fasya lembut
"Aku mau liat langsung makanannya Sya. Aku masih mikir mikir mau makan apa" ucap Chaca' tersenyum. Lika, Indah, Varo, dan Dika tampak kebingungan melihat sikap Chaca' yang tiba tiba tenang.
"Yaudah, kita ambil makanan skarang" ucap Fasya sambil menarik tangan Chaca' untuk menuju ke tempat prasmanan.
'Aku hanya ingin terbiasa melakukan semuanya. Sekarang, aku harus selalu siap jika kau tiba tiba tak ada' ucap chaca' di dalam hati sambil mengikuti langkah fasya.
Setelah mereka makan, semuanya bersiap untuk kembali kepos penjagaan.
"Kamu di mana hari ini?" Tanya Fasya
"Aku di lab, kamu?" Tanya Chaca'
"Aku berada di perkebunan teh. Kalo ada sesuatu segera hubungi aku" ucap Fasya mengelus kepala Chaca'
"Baiklah" ucap Chaca' tersenyum lembut. Chaca' sebenarnya tidak fokus sejak sarapan tadi. Ia mencari keberadaan Clara dan teman temannya.
Mereka pun kembali kepos penjagaan masing masing.
.
.
.
Di lab ~
"Kamu harus berhati hati dengan cairan yang kau pegang Lika, itu berbahaya jika terkena tangan" ucap instruktur yang berada di lab
"Iya kak saya akan hati-hati" ucap Lika
"Lika coba gw liat cairannya?" Ucap chaca meminta cairan kepada Lika
__ADS_1
"Ini, kamu harus hati hati memegangnya" ucap Lika
"Aaaaaaaaa perihhhh!!" Teriak Mila yang berada di samping Chaca'
"Maaf aku gak sengaja, maafkan aku" ucap Chaca' yang tiba tiba refleks membersihkan pecahan kaca. Semua orang kaget melihat tindakan Chaca', untuk pertamakalinya ia meminta maaf dan merasa bersalah.
"Cha' lo kenapa" tanya Lika yang mematung melihat Chaca membersihkan pecahan kaca.
Tiba tiba, Chaca' berlari keluar lab menuju perkebunan teh. Ia merasa sangat lemah dan tidak berdaya sekarang. Ia merasa seakan seperti orang yang tidak memiliki apa apa sekarang.
AKU HANYA TAKUT SEMUA ORANG MEMBENCIKU DAN KAU TAK ADA DI SINI LAGI
Ucap chaca' di dalam hati ketika ia tengah duduk di rumah pohon sambil memikirkan Fasya.
"Cha'!" teriak Fasya yang meneriaki Chaca' dari bawah
'Sial! Kenapa aku bisa lupa kalo sekarang Fasya jagi di perkebunan teh' umpat Chaca' di dalam hati. Iapun turun menghampiri Fasya.
"Hey kamu kenapa Cha', kamu menangis? Siapa yang membuat mu menangis" ucap Fasya berusaha tenang
"Aku cuma gak tahan, aku gak bisa belanja dan kesalon selama di sini. Aku juga rindu sama Ayah, Kakak, dan Bunda" ucap Chaca yang tiba tiba menangis meluapkan semuanya dan memeluk Fasya. Ia terpaksa berbohong agar Fasya tidak khawatir.
"Aku mencintaimu" ucap Chaca
"Aku sangat mencintaimu" ucap Fasya kemudian mencium kepala Chaca'
'Aku akan menjagamu, semampu dan sebisaku. Aku telah berjanji untuk selalu berada di sisimu, dan aku akan membuktikan itu kepadamu. Tunggulah sebentar lagi, aku akan mencari jalan untuk menyelesaikan ini semua' ucap Fasya di dalam hati.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk duduk di atas rumah pohon. Tak lama kemudian, ponsel Fasya berbunyi. Fasya sangat panik mendengar seseorang yang berbicara melalui telfon yang memintanya untuk segera ke sana. Ia sangat kebingungan, ia tidak tega meninggalkan Chaca' sendirian.
"Pergilah" ucap Chaca' tersenyum
"Bagaimana kau bisa tau?" Tanya Fasya terkejut melihat respon Chaca' yang tidak seberti dirinya
"Aku tau kalo ada urusan mendadak di al-gifary group. Tak apa apa, cepatlah ke sana itu pasti hal yang sangat penting" jelas Chaca'
"Kamu harus ikut makan siang, Aku akan menghubungimu" ucap Fasya menatap lekat Chaca' dan mengusap kepalanya dengan lembut. Fasya kemudian meninggalkan Chaca'.
JANGAN MENATAPKU DENGAN RASA KASIHAN. KARENA CINTA TIDAK HADIR UNTUK RASA KASIHAN, MELAINKAN KETERPAKSAAN.
__ADS_1
Ucap Chaca' berbaring sambil menatap langit dan meneteskan air mata.
.
.
.
Fasya pun sampai di sebuah rumah sakit yang berada di kota.
"Bagaimana keadaannya?" Ucap Fasya kepada Lulu dan Cika
"Ia masih di tangani Sya" ucap Lulu panik
"Kenapa Ara bisa pingsan" tanya Fasya
"Dia tiba tiba mimisan tadi pagi. Kemudian terjatuh di kamar mandi" ucap Cika.
Tiba tiba dokter keluar.
"Bagaimana keadaannya dok?"
"Dia sangat syok. Jangan membuat ia memikirkan sesuatu yang membuatnya merasa terbebani. Orang yang mengidap tumor otak cenderung sangat sensitif. Kalian boleh menemuinya sekarang, ia sudah membaik" jelas dokter itu
"Sya' kamu aja yang masuk lebih dulu" ucap Lulu. Fasya pun masuk dan segera menemui Clara.
"Ara, bagaimana keadaan mu" ucap Fasya memegang tangan Clara
"Aku sangat bahagia melihatmu di sini" ucap Clara kemudian duduk dan memeluk Fasya.
"Kamu harus segera sembuh" ucap Fasya berbisik di telinga Clara
"Aku akan segera sembuh karena kau ada menyemangatiku Sya" ucap Clara yang masih memeluk Fasya
'Lekaslah sembuh agar aku tidak menghianati chaca' terlalu lama. Lekaslah sembuh agar aku tak perlu berbohong lebih lama lagi pada chaca'. Lekaslah sembuh, agar aku bisa kembali menatap mata chaca' dengan berani dan lekaslah sembuh, agar aku bisa menjelaskan kepadamu bahwa chaca' satu satunya wanita yang aku cintai. Chaca' aku mencintaimu'
Ucap Fasya di dalam hati dengan mata yang berkaca kaca.
ANDAI ADA KEAJAIBAN, INGIN KU UKIRKAN NAMAMU DI ATAS BINTANG BINTANG ANGKASA. AGAR SEMUA TAU KAU SANGAT BERARTI UNTUK KU. SELAMANYA, KAU MILIK KU
__ADS_1
-Fasya Al-gifary