Sekali Saja

Sekali Saja
Keputusan terberat


__ADS_3

AKULAH PENCINTA MU, KEKASIH YANG TELAH MELUKAI HATIMU. SEPENUHNYA KAU BERIKAN CINTA TAPI KU TAK SETIA, DAN MEMBUAT MU TERLUKA. DAN DEMI WAKTU YANG BERGULIR DI SAMPINGMU, AKHIRNYA HAL YANG KU KHAWATIRKAN TERJADI. KU MOHON, UNTUK TIDAK MENGETAHUI YANG SEBENARNYA.


AKU MENCINTAIMU.


-Fasya Al-gifary


Pagi pun tiba, mereka semua bersiap-siap dan menuju ke rest area untuk sarapan pagi.


"Eh jadwal lo apa hari ini?" Tanya Chaca' kepada Indah. Indah tidak satu kelompok dengan Chaca' dan Lika. Ia bersama Fasya, Dika, Clara, Lulu, dan beberapa teman lainnya.


"Aku hari ini mengawasi perkebunan kelapa sawit. kalian?" Tanya Indah


"Kalo kita sih di perkebunan teh" ucap Chaca'


Sesampainya di rest area, mereka pun sarapan pagi bersama semua orang.


Setelah itu, semua orang memulai breeving dan persiapan untuk menempati masing-masing kegiatan.


"Saya tidak ingim ada di antara kalian yang bermalas-malasan" ucap Yudha yang melihat ke arah Chaca'


'Cihh mengapa melihat ke arahku. Apa dia fikir gw semalas itu apa' ucap Chaca' di dalam hati yang memalingkan wajahnya dari pandangan Yudha


"Cha' kamu hati-hati" ucap Fasya sambil menatap lembut Chaca'. Chaca' pun membalas nya dengan senyuman.


Mereka pun berangkat untuk menempati masing-masing kegiatan yang akan mereka jalankan.


.


.


.


Kelompok Chaca' sampai di perkebunan teh, iya sangat gembira melihat rumah puhon yang berada di tengah-tengah perekebunan teh.


"Wahhh cantik banget" ucap Chaca'


"Ayo Cha' kita naik" ucap Lika


Mereka pun naik ke atas rumah pohon.


"Dasar egois! orang yang capek-capek mengontrol, mereka malah enak-enakan " ucap salah satu siswi dengan mengecilkan suaranya. Cikapun yang mendengar hal itu langsung merespon perkataan siswi itu


"Emang, mereka sejahat itu yah?" Tanya Cika


"Kamu gak tau aja Cik, mereka sangat egois, gak punya perasaan, dan angkuh. Dia tidak pernah memperdulikan orang lain" jelas siswi itu


"Aku gak nyangka yah, padahal mereka hidupnya udah enak" ucap Cika sambil menggelengkan kepalanya.


"Kalian yang berada di rumah pohon turuh!" Teriak Kefin, sekertaris Yudha.


Yudha dan Kefin tiba-tiba muncul di perkebunan teh untuk melihat kerja para kelompok. Namun, ia mendapat Chaca' dan Lika yang sedang duduk santai di rumah pohon. Chaca' dan lika pun turun, dan menghampiri Yudha dan Kefin.


"Maaf kak" ucap Lika tertunduk takut


"Rasain lo" ucap beberapa siswa(i) dari kejauhan.


"Bahkan kalian tadi sudah saya peringatkan" ucap Yudha yang hanya menatap Chaca'. Chaca' pun ikut menunduk dan tidak berkata apa-apa


"Sebagai hukuman, kalian harus membantu mengangkat keranjang para petani" ucap Yudha


"Yang benar saja. Keranjang itu bahkan beratnya melebihi berat badan ku. Ucap Chaca' kesal


"Yasudah, kalau begitu kalian di pulangkan" ucap Yudha


"Yasudah!" Teriak Chaca'. Semua orang kaget melihat Chaca' yang sangat berani berteriak kepada Yudha. Kemudian Chaca' berbalik dan meninggalkan Yudha, Lika dan Kefin. Lika mengira Chaca' akan pulang ke vila dan benar benar kembali ke ibu kota. Namun, ternyata Chaca' berjalan menuju salah satu ibu tani dan membantunya mengangkat keranjang.


'Dia fikir siapa dirinya yang berani memerintahku' ucap Chaca di dalam hati dengan ekspresi yang sangat kesal


"Awasi dia Kefin" ucap Yudha yang terlihat senyum puas telah mengerjai Chaca'.

__ADS_1


"Baik tuan". Yudha pun meninggalkan perkebunan teh itu.


.


.


.


Suasana di kebun kelapa sawit sangat tenang, tak ada sesuatu yang menarik perhatian sejauh ini.


"Apa kabar" tanya Fasya kepada seseorang yang bersamanya berjalan mengontrol perkebunan kelapa sawit.


"Kabar? Kau benar benar bertanya tentang kabarku?" Ucap orang itu dengan mata yang berkaca-kaca dan wajah yang sangat marah.


"Dengan gampangnya kau bertanya tentang kabarku. Sya aku ini bahkan masih pacarmu!" Teriak orang itu


"Ara, itu hanya masalalu. Terimalah semuanya, aku yakin kau akan mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku" ucap Fasya


"Kamu tidak tau apa yang aku alami selama kau meninggalkan ku. Fasya, kata berpisah pun tak pernah ada di antara kita. Bahkan, terakhir kita ketemu kamu mengatakan kalimat i love you di bandara sebelum aku ke jerman. Dan lihatlah, sekarang kaupun masih memanggilku Ara, panggilan yang kau buat sendiri untuk ku" ucap Clara sambil menagis tersedu sedu.


Ya, dia adalah Clara. Clara adalah kekasih Fasya saat berada di Amerika. Mereka sangat saling mencintai dan sangat di setujui oleh semua keluarga. Namun waktu itu, Clara harus ke Jerman demi menjadi pemain biola terkenal.


Ketika Clara di jerman, ia didik sangat ketat dan tak di biarkan untuk memegang handphone selama 5 bulan. Itu membuat Fasya mengaggap clara telah melupakannya dan memutuskan pulang ke Indonesia untuk berusaha melupakan Clara dan di ikuti oleh Alvaro dan Andika.


Fasya bahkan memanggilnya Ara, panggilan khusus untuk Clara. Fasya sangat sulit melupakan Clara, kekasih yang sangat dewasa, sabar, dan anggun. Namun ketika ia bertemu dengan Chaca', ia berhasil membuat Fasya jatuh hati padanya dan sedikit demi sedikit melupakan Clara.


BAHKAN, SEDIKIT LAGI AKU AKAN MELUPAKAN MU SEPENUHNYA. NAMUN, MENGAPA ENGKAU TIBA-TIBA HADIR KEMBALI


-Fasya Al-gifary


Itulah kalimat yang pertama kali terbesit di hati Fasya ketika melihat Clara di ruang teater sambil memperkenalkan namanya waktu itu. Itulah yang membuat Fasya tiba-tiba berubah beberapa hari belakangan, ia sangat syok dengan kedatangan Clara kembali di hidupnya.


Namun, Kebesaran cinta Chaca' kepadanya berhasil membuatnya yakin dan tetap terus mencintai Chaca' dan semakin bertambah di setiap harinya. Bahkan, itulah alasan mengapa ia membawa Chaca' kencan menggunakan helikopter di malam itu. Ia ingin memulai semuanya dengan Chaca' tanpa ada rasa ragu di hatinya dan benar-benar melupakan Clara.


"Lupakanlah semuanya," ucap Fasya yang berjalan meninggalkan Clara


"Aku sangat mencintainya" ucap Fasya yang menatap lekat mata Clara


"Aku? Apa kau benar-benar sudah tidak mencintaiku" tantang Clara


"Aku sudah mengaggapmu sebagai teman" ucap Clara


"Baiklah, memang ini semua salahku. Aku yang tidak memberimu kabar dan membuatmu salah paham. Maafkan aku, aku akan berusaha melupakan mu. Semoga kau bahagia" ucap Clara kemudian tersenyum dan meneteskan banyak air mata


"Kita akan tetap menjadi teman" ucap fasya tersenyum dengan rasa bersalah kepada Clara. Fasya tau, Clara memiliki hati yang besar. Fasya sangat kenal dengan sifat Clara yang sabar dan dewasa,


Fasya yakin Clara akan segera lapang dada dan perlahan akan menerima ini.


.


.


.


*Brukkkkkk*


Clara tiba-tiba pingsan dan membuat Fasya  terkejut.


"Ara!" Ucap Fasya yang menggendong Clara dan membawanya ketempat teduh. Fasya pun menghubungi tim medis dan membawanya keruang medis. Fasya menguhungi Lulu dan memintanya agar segera datang ke ruang medis.


"Bagaimana keadaannya" tanya Lulu panik


"Dia masih di tangani" ucap Fasya


"Ini semua karena kamu!" Teriak Lulu kepada Fasya.


"Aku tidak tau ia sedang tidak enak badan dan langsung pingsan" jelas Fasya


"Asal kamu tau, Clara kena tumor otak!" Ucap lulu kepada Fasya. Fasya yang mendengar itu tiba-tiba syok dan dan sangat terkejut.

__ADS_1


"Ketika dua bulan kamu pergi, dia kembali ke Amerika untuk mencarimu. Apa yang ia dapatkan? Kabar bahwa kau pulang ke Indonesia. Ia akhirnya merasa frustasi dan tidak mengatur pola hidupnya dengan baik. Dia selalu mengonsumsi obat-obatan guna agar dia banyak tertidur dan melupakan mu. Ia bahkan sangat jarang makan, dan 3 bulan setelah kedatangannya, dokter memvonis ia mengidap tumor otak yang semakin hari semakin parah. Ia bahkan di keluarkan dari orkestra di Amerika.


Ia berusaha kuat dan melawan penyakitnya, namun justru bertambah parah. 2 tahun kemudian akhirnya ia meminta izin ke keluarganya dan memutuskan untuk menemuimu di sini. Aku dan Cika bahkan tidak tega melihatnya dan terpaksa ikut untuk menemaninya karna mamahnya yang harus menemani ayahnya yang sedang stres karna bisnisnya yang hampir bangkrut karena pengobatan clara". Ucap Lulu menangis dan menjelaskan semuanya kepada Fasya


"Dan apa yang ia dapatkan di sini, ia bahkan harus menerima kenyataan bahwa kau telah memiliki pacar yang bahkan sifatnya sangat bertolak belakang dengannya. Kamu dengan santainya memperlihatkan kemesraan kalian di depan Clara, wanita itu bahkan sangat egois" ucap Lulu


"Dia tidak tau apa-apa!" Bentak Fasya kepada Lulu.


"Kamu tau? Bahkan Clara berbohong kepada mamahnya. Ia mengatakan bahwa ia sangat bahagia bersama mu sekarang, demi untuk membuat orang tuanya merasa tenang" lanjut Lulu.


"Aku mohon tetaplah berada di sininya, kembalilah bersamanya. Hanya kamu alasan untuk dia tetap merasa kuat" ucap Lulu memohon kepada Fasya


"Maaf, aku tidak akan pernah menduakan kekasihku" ucap Fasya yang sangat berat menerima ini semua


"Sebaiknya sekarang kamu telfon mamah Clara" ucap Lulu.


Akhirnya, Clara sadar. Lulupun masuk kedalam ruang perawatan untuk menemui Clara.


"Clara kamu baik-baik saja?" Ucap Lulu panik


"Dia sudah tidak mencintaiku" ucap Clara menangis memeluk Lulu


"Kamu harus menelfon tante untuk memberi kabar" ucap Lulu


"Halo mah" ucap Clara


"Bagaimana keadaan kamu sayang?" Tanya mamah Clara


"Aku baik mah, Fasya sangat memperlakukan ku dengan baik. Aku sangat bahagia sekarang, mamah tidak usah mengkhawatirkan ku" ucap Clara berbohong yang tanpa ia sadari Fasya mendengar semuanya dari luar. Fasya sangat merasa bersalah kepada Clara.


"Kamu kuat banget yah Clara" ucap Lulu memeluk Clara.


.


.


.


Fasya memutuskan untuk menelfon orang tua Clara dan akan memberi tahu yang sebenarnya agar clara tidak perlu berbohong lagi.


"Halo tante, ini saya Fasya" ucap Fasya


"Halo nak, apa kabar. Kamu bukannya sama Clara sekarang?" Tanya mamah Clara


"Ia tante, aku keluar sebentar. Kebetulan ada lulu yang menemaninya" ucap Fasya


"Terima kasih nak, sudah menerima Clara kembali. Tante sangat takut kehilangan anak tante satu-satunya, ia sangat mencintai mu. Kamulah alasan ia tetap merasa kuat melawan penyakitnya, berjanjilah untuk menjaganya di waktu-waktu terakhirnya" ucap mamah Clara yang menangis tersedu-sedu.


Mendengar itu, Fasya langsung mematikan telfonnya dan berjalan menuju ke ruangan Clara. Ia tiba-tiba memeluk Clara dengan mata yang berkaca kaca.


"Aku akan selalu menemanimu kapan pun kau membutuhkan ku" ucap Fasya memeluk Clara


'Aku mencintaimu chaca' itulah kalimat yang dia ucapkan di dalam hatinya.


Ia memeluk Clara, namun Chaca' lah yang teringat di hatinya.


"Aku mencintai mu" ucap Clara kemudian memeluk erat Fasya dan menangis tersedu-sedu.


Setelah Clara tertidur, Fasya menarik tangan lulu dan mengajaknya bicara di luar.


"Aku akan bersama Clara sampai ia sembuh. Namun berjanjilah satu hal kepadaku" ucap Fasya


"Apa itu?" Tanya Lulu


"Aku tidak ingin Chaca' mengetahiu tentang hal ini. Aku tidak ingin kalian mengganggunya dan juga hubunganku dengannya. Asal kamu tau, dialah orang yang benar-benar aku cintai saat ini" ucap Fasya memperingati Lulu


"Baiklah, aku hanya mohon kepadamu untuk memastikan Clara baik-baik saja" ucap Lulu tersenyum dan merasa kasihan kepada Fasya yang harus berada di situasi ini.


Akhirnya Mereka memilih untuk merahasiakan semuanya dan Clara juga menyetujui hal itu. Ia membiarkan Fasya untuk tetap berpacaran dengan Chaca'.

__ADS_1


__ADS_2