
KEKHAWATIRANKU BENAR BENAR TERJADI. AKHIRNYA, TAK ADA SATUPUN YANG BISA KU TUJU. AKHIRNYA, TAK ADA SEORANG PUN YANG BISA MEMBUATKU LEBIH KUAT LAGI. AKU TAKUT, JIKA SUATU SAAT AKU BENAR BENAR TAK BISA MENGENDALIKAN AMARAH DAN KESEDIHAN KU. DAN PADA AKHIRNYA, SEMUA BENAR BENAR TAK ADA DI SINI BERSAMA KU.
-Aliysa Kanza Shinawa
Sesampainya Chaca' di rumah, ia segera turun dan berlari memasuki rumah megahnya itu.
*toktoktok*
"Bundaaaaaa, aku pulang" ucap Chaca' sambil mengetuk pintu kamar orang tuanya.
"Bunda, sebernarnya ada yang ingin ku katakan padamu. Aku minta maaf karena tidak bisa menjadi anak yang baik dan mengerti untuk mu. Maafkan aku. Kau tau? Aku sebenarnya sangat merindukan mu, ayah, dan kakak. Aku sangat merindukan kalian. Maafkan aku bunda. Aku janji akan berubah" dengan penuh keberanian, chaca' mengungkapkan semua isi hatinya di depan pintu kamar bundanya sambil tersenyum dan meneteskan air mata yang berharap bundanya mendengar semua perkataannya dari luar ke dalam kamar.
"Maaf nona muda" ucap Lia yang tiba tiba datang dan menundukkan kepala.
"Ada apa Lia? Aku sudah bilang jangan ada yang berada di lantai tiga. Aku ingin bicara dan membujuk Bunda untuk membuka pintu kamarnya dan berbaikan denganku" ucap Chaca'
"Maaf nona muda, tapi nyoya sedang berada di korea sekarang" ucap Lia dengan nada takut. DEGGG! Chaca' yang mendengar itu seakan sangat terpukul dan kecewa.
"Jadi, dari tadi aku hanya berbicara dengan pintu" ucap Chaca' lemas dengan tatapannya yang tidak bisa di artikan lagi
"Maafkan saya nona muda, saya baru memberitahu kepada nona" ucap Lia yang meneteskan air matanya. Ia sangat sedih melihat Chaca' yang terlihat sangat kecewa. Chaca' langsung berlari ke dalam kamarnya dan mengunci pitunya.
BUNDA, BAHKAN AKU SEKARANG INGIN MEMINTA MAAF. NAMUN, KAU LAGI LAGI MEMBUATKU KECEWA. BUNDA, KAU TAU? BAHKAN JANTUNGKU TERASA SAKIT MEMENDAM SEMUA KESEDIHANKU. BISAKAH AKU MEMBELI SEDIKIT WAKTUMU DENGAN UANG YANG KALIAN BERIKAN KEPADAKU? AKU BENAR BENAR MEMBUTUHKAN SESEORANG SEKARANG.
Ucap Chaca' sambil menghancurkan semua barang barang yang tertata rapi di kamarnya. Ia menangis sangat keras. Semua pelayan berkumpul di depan pintu kamarnya dan mengkhawatirkan keadaan Chaca'. Chaca' benar benar hilang kendali sekaran.
INI AKAN MENJADI KISAH SEDIH YANG TAK BERUJUNG.
Itulah yang ada di fikirannya sekarang. Ia menangis sangat keras hingga sulit mengatur pernafasannya.
*Brukkkkk*
Tiba tiba, suara tangisan dari dalam kamar Chaca' menghilang.
"Nona muda, tolong buka pintunya" teriak Lia
"Nona muda, apa kau baik baik saja?" Ucapnya lagi
"Pelayan, panggil pengawal untuk mendobrak pintu ini" teriak Lia.
Akhirnya, mereka mendobrak pintu kamar Chaca'. Semua orang sangat terkejut melihat kondisi kamar Chaca' yang sangat berantakan.
"Nona muda!" Teriak salah satu pelayan yang menemukan Chaca' pingsan di dalam kamar mandi
__ADS_1
"Cepat bawa nona muda kerumah sakit" ucap Lia yang sangat panik
.
.
.
Setelah sampai di Rs. Nata Negara, Chaca' langsung di tangani oleh dokter terbaik dan terkenal hingga keluar negeri. Ialah yang selalu menangani keluarga besar Chaca' jika sedang sakit, yang tak lain adalah Kakak dari Bundanya yaitu Om Ari.
Setelah sadar, Chaca' sangat terkejut karena berada di rumah sakit. Ia lebih terkejut lagi mendapati Omnya yang tengah duduk di kursi sofa ruang perawatannya.
"Om Ari, aku kenapa?" Tanya Chaca'
"Apa kau pernah terjatuh?" Tanya Om Ari yang langsung berdiri dan mendekatinya
"Terjatuh? Mengapa Om? Apa ada tulangku ada yang patah sekarang?" Tanya Chaca' panik
"Ingat baik baik apa kau pernah terjatuh!" Teriakan Om Ari membuat Chaca' terdiam.
Om Ari adalah orang yang sangat menyayangi Chaca'. Ia mengerti keadaan yang selama ini di alami oleh Chaca'. Ia seperti Ayah bagi Chaca'.
"Teriakan Om membuatku takut" ucap Chaca' terbatah batah
"Ini jantung. Kenapa dengan jantungku Om?" Tanya Chaca' syok
"Kau harus segera di operasi. Jantungmu rusak parah. Apa kau pernah terjatuh?" Ucap Om Ari lembut
"Pernah Om, waktu di puncak. Dadaku bahkan menimpa batu besar dan membuatku sulit bernafas" ucap Chaca'
"Bodoh! Kenapa kamu tidak langsung menghubungi Om!" Teriak Om Ari. Teriakan itu membuat Chaca' meneteskan air matanya. Ia sangat takut terjadi sesuatu kepadanya.
"Kau tau! Karena itu jantungmu kembali rusak" ucap Om Ari
"Apa maksud Om kembali rusak?" tanya Chaca'
"Dulu, kamu lahir prematur dan membuat kerja jantungmu tidak normal. Namun Om dan orang tuamu mencoba segala cara agar jantungmu bisa normal. Akhirnya di usia mu yang ke 7 tahun jantungmu mulai seperti jangtung orang normal yang lain dan tidak pernah mengalami gangguan sedikit pun. Namun, karena kau terjatuh jangtungmu kembali rusak" ucap Om Ari menangis memeluk Chaca'.
Chaca' yang mendengar itu tidak bisa berkata kata. Ia hanya menangis dan memejamkan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi
TUHAN, LAGI LAGI KAU MENGUJIKU DENGAN CARAMU.
Ucap Chaca' di dalam hati.
__ADS_1
"Kau harus segera di operasai besok" ucap Om Ari
"Tidak! Aku tidak mau di operasi sekarang" ucap Chaca'
"Apa maksudmu, ini sangat berbahaya. Jantungmu bisa jatuh tiba tiba!" Ucap Om Ari khawatir
"Mana mungkin aku menjalankan operasi tanpa orang orang yang aku sayang menemaniku. Aku ingin semua orang menungguku di depan kamar operasi Om" ucap Chaca' sambil menangis tersedu sedu
"Om akan menelfon Ayah dan Bundamu malam ini untuk segera Kembali ke Indonesia. Ini sangat berbahaya untuk mu" ucap Om Ari khawatir
"Tidak Om! Biar aku yang mengabari mereka. Kasi aku waktu 1 minggu Om" ucap Chaca'
"Tidak! Itu sangat berbahaya untukmu. Jantungmu semakin hari semakin memburuk"
"Kalo begitu aku tidak mau operasi. Silahkan telfon Bunda untuk menyiapka prosesi pemakamanku !!" teriak Chaca
"Chaca'!" Teriak Om Ari yang hampir saja menampar Chaca' karena perkataannya.
"Aku mohon rahasiakan ini semua dalam satu minggu om. Aku janji akan mengabari semua orang dan menjalankan operasi minggu depan" ucap Chaca' yang langsung memeluk Om Ari
"Baiklah, hanya satu minggu. Jika lebih dari itu, om akan membiusmu secara paksa" ucap Om Ari yang langsung meninggalkan Chaca' karena tak sanggup melihat kesedihan Chaca'.
AKU TIDAK MUNGKIN BEJUANG DENGAN JANTUNGKU TANPA ORANG ORANG YANG AKAN MENJADI ALASANKU UNTUK BANGUN KEMBALI SETELAH OPERASI.
MEREKA HARUS BERADA DI DEPAN RUANG OPERASI MENUNGGU DAN MENDOAKANKU. TERIMA KASIH TUHAN, AKHIRNYA AKU MEMILIKI KESEMPATAN UNTUK BISA MERASAKAN KASIH SAYANG
YANG SUDAH SANGAT AKU RINDUKAN.
-Aliyza Kanza Shinawa
.
.
.
Keesokan harinya, Chaca' mendengar bahwa Om Ari berangkat ke Jerman untuk operasi gabungan di sana. Ia memilih untuk keluar dari rumah sakit dan kembali ke puncak. Ia ingin memberitahu Fasya tentang penyakitnya dan juga orang tuanya.
AKU TIDAK MUNGKIN BEJUANG DENGAN JANTUNGKU TANPA ORANG ORANG YANG AKAN MENJADI ALASANKU UNTUK BANGUN KEMBALI SETELAH OPERASI.
MEREKA HARUS BERADA DI DEPAN RUANG OPERASI MENUNGGU DAN MENDOAKANKU. TERIMA KASIH TUHAN, AKHIRNYA AKU MEMILIKI KESEMPATAN UNTUK BISA MERASAKAN KASIH SAYANG YANG SUDAH SANGAT AKU RINDUKAN.
-Aliyza Kanza Shinawa
__ADS_1
.