
Malampun tiba, Chaca' keluar dari kamar dan ingin memanggil Indah dan Lika untuk ke rest area.
*toktoktok*
"Indah, ayo ke rest area" ucap Chaca' dari luar kamar Indah. Namun, tak ada jawaban sedikit pun dari Indah.
"Eh lo kok masih di sini?" Tanya Varo yang tiba tiba muncul dari belakang Chaca'
"Gw baru mau pergi, tapi Indah ama Lika masih siap siap kayaknya" ucap Chaca'
"Loh, mereka udah duluan tadi" ucap Varo.
"Masa sih, mereka kok nggak panggil gw?" Tanya Chaca' cemberut
"Entah, yang jelas sih mereka udah di sana" ucap Varo. Akhirnya, chaca' dan varo menuju ke rest area untuk makan malam.
.
.
.
Sesampainya di rest area, ia menghampiri Indah dan Lika yang tengah duduk menyantap makanannya. Namun ketika ia mulai mendekat, Indah tiba tiba berdiri mengambil makanannya dan pindah ke meja lain.
"Loh Lik, kok Indah pindah?" Tanya Chaca' kebingungan
"Lo memang gak pernah ngertiin kita Cha'" ucap Lika yang langsung menyusul Indah.
Pemandangan itu membuat semua siswa(i) pelita harapan kebingungan. Pasalnya, ini pertama kalinya mereka bertengkar. Chaca' pun mulai mengerti bahwa mereka salah paham kepadanya.
Ia menatap semua tempat di rest area, namun tak ada Fasya di sana. Iapun pergi dari rest area tanpa makan sedikit pun dan menuju ke taman tepatnya di puncak tertinggi.
.
.
.
Sesampainya di sana, ia duduk dan mencoba untuk menenangkan fikirannya. Ia berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh. Ia merasa benar benar sendiri sekarang.
"Makanlah ini" ucap seseorang yang tiba tiba muncul menjulurkan makanan dan mengagetkan Chaca'
"Yudha? Kenapa kamu bisa di sini?" Tanya Chaca'
"Aku datang untuk makan malam dengan mu" ucap Yudha tersenyum dan langsung duduk di samping Chaca'. Chaca' hanya diam dan tidak memperdulikan Yudha.
"Kau tau? Ini sebenarnya adalah ujian dari tuhan untuk mu" ucap Yudha menatap Chaca'
__ADS_1
"Aku tau, aku memang pantas mendapatkan ini. Aku egois, gak punya perasaan. Iya! Aku memang sangat jahat" teriak Chaca' yang tiba tiba berdiri dari duduknya. Yudha pun berdiri dan langsung memeluk Chaca'
"Kau salah sangka, ini bukan karma. Kau pasti bisa melalui ini semua. Suatu saat, kau akan menemukan titik kebahagiaan sebagai ujung dari cerita sedih mu ini. Dan aku percaya bahwa kau adalah wanita yang sangat kuat dan hebat. Aku akan salalu bersama mu" ucap Yudha yang masih memeluk Chaca'.
Chaca' menangis sangat keras sehingga membuat jas Yudha menjadi basah karena air matanya. Setelah Chaca tenang, mereka pun duduk kembali dan memakan makanan yang di bawa Yudha.
"Mengapa kau bisa di sini?" Tanya Chaca' yang tiba tiba berfikir apa alasan Yudha berada di taman. Sedangakan, Chaca sangat tau kalo Yudha memiliki jadwal yang sangat padat.
"Aku datang untukmu" ucap Yudha tersenyum
"Mengapa? Kau menyukaiku? Maaf tapi aku sudah punya kekasih" ucap Chaca' dengan percaya dirinya
"Apa kau percaya takdir?" Tanya Yudha
"Tentu" jawab Chaca'
"Aku percaya bahwa kau adalah takdirku" ucap Yudha sambil mengelus kepala Chaca'. Chaca' terdiam dan tidak berkata apa apa.
"Aku akan mengantarmu kembali ke vila" ucap Yudha yang mendahului Chaca' berjalan dan masuk ke dalam mobil, kemudian di susul oleh Chaca'.
*tililililit*
Tiba tiba, ponsel Chaca' berbunyi.
"Halo Sya"
"Cha' kamu dimana, ini sudah tengah malam. Dan aku dengar kau tidak makan malam" tanya Fasya yang sangat panik mencari Chaca'
"Aku akan menjemputmu, tunggulah sebentar" ucap Fasya
"Tidak usah, aku akan pulang sekarang. Aku mencintaimu" ucap Chaca' dan langsung mematikan ponselnya.
"Kau lihat? Aku bahkan sangat mencintainya. Jadi kau tak punya harapan sedikitpun" ucap Chaca' menantang Yudha
"Cinta bisa terkalahkan oleh takdir" jawab Yudha yang berbisik di telinga Chaca
'Cihh! Percaya diri sekali dia' ucap Chaca' di dalam hati.
.
.
.
Sesampainya di vila, Fasya datang menghampiri Chaca dan Yudha ketika mereka turun dari mobil.
"Cha' apa kau baik baik saja?" Tanya Fasya panik
__ADS_1
"Tentu"
"Kak makasih udah antar Chaca' pulang" ucap Fasya kepada Yudha
'Cih Kau tak tau saja kalo dia menyukaiku' umpat Chaca' di dalam hati
"Kalo begitu saya kembali" ucap Yudha yang menatap Chaca' dan kemudian berbalik meninggalkan Fasya dan Chaca'
"Aku merindukan mu" ucap Fasya yang langsung memeluk Chaca'
"Aku mencintaimu" ucap Chaca
"Aku sangat mencintaimu" balas Fasya.
AKU MENCINTAIMU LEBIH DARI YANG KAU TAU. AKU MENYAYANGIMU LEBIH DARI DIRIKU SENDIRI. DAN AKU AKAN MENJAGAMU UNTUK TETAP BAIK BAIK SAJA AGAR BISA BERDETAK BERSAMAKU SELAMANYA.
Ucap fasya di dalam hati. Mereka pun masuk ke vila dan beristirahat untuk melalukan kegiatan seperti biasa esok pagi.
.
.
.
"Halo, bagaimana keadaan lo? Apa lo baik baik aja" ucap yudha yang sedang berbicara dengan seseorang melalui telfon
"Gw udah membaik sekarang. Apa dia baik baik aja?" Tanya orang itu kepada Yudha
"Tenang aja, gw bakal jaga dia lebih dari diri gw sendiri" ucap Yudha tersenyum
"Gw mohon tetaplah bersamanya sekarang. Ia sangat membutuhkan seseorang yang selalu ada untuknya. Tetaplah menemaninya mengahadapi hari hari berat yang akan ia jalani di setiap harinya" ucap orang itu
"Lo jangan khawatir, gw nggak akan membiarkan dia sendiri dan membiarkan dia terluka" ucap Yudha
"Apa lo udah mulai suka sama dia?" Tanya orang itu
"Gw bahkan mulai tertarik ama dia ketika lo cerita ke gw tentang dia untuk pertama kali" jawab Yudha kembali tersenyum
"Gw sangat ingin menjaganya, namun keadaan memaksa gw untuk tetap berada disini. Ia bahkan sangat membenci gw. Melihatnyapun gw hanya bisa melalui foto yang lo kirim" ucap pria itu
"Tenang aja Al, gw percaya semuanya akan baik baik aja. Hanya saja, sekarang ia masih berat untuk menerima semuanya. Adik lo bahkan tumbuh menjadi gadis kecil yang kuat, dan menggemaskan" ucap Yudha tertawa
"Jangan macam macam dengan gadis kecil gw. Kalo lo benar benar menyukainya, nikahilah dia" ucap Aldi kesal
"Tenang aja, gw akan mengucap akad di depan lo dan semua orang. Baik itu keluarga gw maupun keluarga lo. Lekaslah sembuh agar lo segera melihat wajah polosnya itu" ucap Yudha
"Baiklah, jagalah dia. Gw percaya ama lo. Gw sekarang udah mulai membaik dan akan segera kembali ke Indonesia" ucap Aldo
__ADS_1
Aldo Sinhawa Adipati, ia adalah kakak Chaca' yang mengidap tumor otak selama bertahun tahun. Ia bersahabat sejak kecil dengan pewaris tunggal Nata Negara. Bahakan, Yudha lah yang sempat menangani penyakit Aldi ketika masih berada di korea selatan. Ia selalu menceritakan tentang adik satu satunya itu. Ia sangat menghawatirkan keadaan adiknya, dan ia meminta tolong kepada Yudha untuk menjaganya ketika Yudha kembali ke Indonesia karena harus mengurus binis Nata Negara group.
Di hari itu ketika chaca' masuk rumah sakit, sebenarnya ia sudah mebgetahui bahwa dia adalah adik Aldi. Bahkan, Yudha lah yang mengatur proyek di puncak agar bisa menjaga Chaca' dengan mudah. Namun siapa sangka, ia mulai mencintai gadis kecil yang angkuh dan manja itu.