
Pagi ini, cuacanya sangat cerah. Chaca' sangat bersemangat untuk berangkat ke puncak pagi ini.
"Pelayan, apa semua perlengkapan ku sidah siap?" Teriak Chaca' di dalam kamarnya
"Iya nona muda. Semuanya sudah di siapkan" ucap pelayan itu
"Dimana Lia?" Lia adalah asisten Chaca'. Namun, chaca' melarangnya untuk terlalu sering mengikutinya. Kecuali, Fasya tidak bisa menemaninya dan sedang sibuk.
"Saya di sini nona" ucap Lia yang masuk ke dalam kamar Chaca'
"Apakah kamu sudah mengurusnya?" Tanya Chaca'
"Sudah nona, hari ini paketnya akan dikirim dan di terima langsung oleh tuan muda" ucap Lia
"Kamu harus pastikan hanya dia yang menerimanya. Jangan sampai bunda tau soal ini" ucap Chaca'
"Baik nona"
'Padahal jika nyonya tau, pasti dia akan sangat gembira' ucap lia di dalam hati
"Apa nona yakin tidak ingin saya dampingi ke puncak" tanya Lia
"Tidak perlu, lagi pula di sana ada Fasya yang menjagaku" ucap Chaca yang sedang berdandan
"Baik nona, jika ada kendala mohon hubungi saya. Saya akan segera meyusul" ucap Lia
"Baiklah" ucap Chaca'.
Chaca' pun turun untuk sarapan dan bersiap-siap berangkat ke sekolah untuk berkumpul dan berangkat ke puncak.
.
.
.
Ketika Chaca' sampai, ia berjalan menuju gedung utama PH. Tiba - tiba seseorang mengagetkannya dari belakang.
"Woi!" Teriak Dika di telinga Chaca'
"Lo bikin jantung gw hampir copot, sumpah" ucap Chaca' kemudian memukul lengan Dika
"Tumben gak telat" ucap Dika sambil berjalan dengan Chaca'
"Iyalah, gw lagi bahagia banget tau" ucap Chaca'
__ADS_1
"Bahagia? Karena apa? Di lamar sama Fasya? Haha" ledek Dika
"Aamiin deh. Semoga aja haha" ucap Chaca'
"Apapun yang terjadi, lo harus tetap percaya kalo dia benar-benar sayang sama lo" ucap Dika yang terdengar serius
"Yaelah iya sohibnya pacar gw, tanpa lo kasi tau gw udah ngerasa haha" ucap Lika yang sengaja mencairkan suasana serius itu
Mereka pun sampai di tempat perkumpulan para siswa sebelum berangkat ke puncak.
Mereka berangkat ke puncak menggunakan bis mewah yang di sediakan oleh NN group. Di bis, Chaca' duduk bersama fasya. Mereka sangat menikmati perjalanan itu.
Sebenarnya Fasya di siapkan mobil khusus untuknya, namun ia menolak dan memilih bergabung bersama teman-temannya.
"Kamu ngantuk" tanya Fasya yang melihat Chaca' tampak lesu
"Iya" ucap Chaca' tersenyum kepada Fasya
"Sini, tidurlah" ucap Fasya yang kemudian merangkul Chaca' dan menyandarkan kepala Chaca' di pundaknya.
.
.
.
"Selamat siang" ucap orang dari NN group
"Siang" jawab semua orang
"Sebelum kalian di persilahkan menuju ke vila untuk beristirahat, saya akan memperkenalkan tempat-tempat yang ada di desa ini. Kalian akan di bagi kedalam beberapa kelompok selama berada di puncak, kalian akan di tugaskan untuk membantu para warga untuk PHBS dan meneliti kandungan yang ada pada kelapa sawit dan daun teh selama di sini.
Kami telah menyediakan beberapa fasilitas antara lain, rest area yaitu tempat peristirahatan sekaligus tempat makan kita yang bertema outdor. Meskipun beda vila, kita tetap akan makan bersama. Yaitu tepatnya di belakan vila yang berjejer ini, ruang medis diperuntukan kepada kalian yang sedang sakit, lab penelitian, gedung pelatihan PHBS yang di bagi dua yaitu indor dan outdor dan taman refresing" jelasnya
"Kalian juga akan di berikan jadwal perkelompok di setiap harinya. Di satu hari, ada yang berada di Lab untuk meneliti, ada yang mengawasi petani di perkebunan teh, mengawasi di perkebunan kelapa sawit, dan bersosialisasi kepada warga tentang PHBS dan bergilir terus menerus yaitu Senin s.d kamis, kalian akan di berikan instruktur terbaik untuk melancarkan kegiatan kalian, dan tugas kami yaitu pembangunan dan penataan wilayah desa untuk mengembangkan usaha teh dan kelapa sawit. Kalian akan di berikan 2 hari bebas di setiap minggunya yaitu sabtu dan minggu. Di hari itu kita akan membuat acara sebagai refresing" lanjutnya lagi
"Wah kayaknya bakal seru ni" bisik Lika pada indah dan Chaca'
"Ada banyak tempat wisata di desa ini. Termasuk air terjun, lereng warna, dan taman yang berada di puncak tertinggi" ucap kepala desa Sejuk pandang.
Nama desa tersebut yaitu sejuk pandang. Itu karena desanya yang selalu berhawa sangat dingin dan sangat sejuk karena pepohonannya dan tempatnya yang sangat tinggi.
"Kalian akan memulai aktivitas jam 6.00 pagi yaitu sarapan sampai dengan jam 23.00. Kalian akan di beri jam istirahat di waktu-waktu tertentu. Dan Vila yang kita tempati ini adalah vila yang kita tempati brieving di setiap harinya sebelum memulai kegiatan" ucap pimpinan rapat.
"Klian akan di bagikan kertas untuk melihat nama kalian di masing-masing kelompok.
__ADS_1
Kami membaginya dalam 4 kelompok"
Lanjutnya lagi
'Sial! Gw gak sama Fasya' umpat Chaca' di dalam hati sambil melihat kertas itu
"Kebetulan Wakil presdir Nata Negara group telah datang. Ia akan menjadi pimpinan di proyek ini. Silahkan masuk tuan" ucap pimpinan rapat yang berdiri mempersilahkan pria itu masuk dan di ikuti oleh semua orang yang ada di ruang rapat.
"Wahhh Tampan dan berwibawa sekali" bisik Lika
"Gays pria tampan itu adalah pewaris tunggal NN" ucap Lika.
Semua orang berbisik kagum kepada pria yang tampan dan terlihat sangat berwibawa itu. Namun, tidak halnya dengan chaca'. Ia sangat syok dan kaget melihat pria itu. Tiba-tiba kata rendahan terngiang di telingaya melihat pria itu.
Ya, dia adalah Yudha Nata Negara. Pria yang Chaca' temui pada saat ia berada di Rs. NN. Ia sangat kaget melihat pria itu dan tak sadar ia lebih dulu duduk di banding semua orang karena tidak sanggup menopang tubuhnya sangking syoknya.
"Saya mohon kerja sama kalian. Saya tidak akan selalu ada di sini karena saya memiliki urusan yang lain. Jadi mohon pengertiannya" ucap Yudha yang kemudian duduk di sebelah Fasya. Tepatnya di kursi khusus tempat orang dari NN dan Al-gifary group. Yudha kemudian menyalami Fasya, ia tau bahwa Fasya adalah pewaris tunggal Al-gifary group.
"Cha kamu kenapa?" Tanya Indah
"Iya Cha' jangan-jangan kamu kamu jatuh cinta lagi liat Pria tampan itu. Gak mau pokoknya ini buat aku, kan kamu udah ada Fasya" ucap Lika
"Apaan sih, gue gakpapa" ucap Chaca' yang berusaha tenang.
Tatapan yudha sakan-akan mengarah kepada Chaca', Indah, dan Lika. Yudha menatap lekat salah satu di antara mereka yang kemudian itu di sadari oleh Chaca'. Chaca' yang menyadari itu menunduk dan sangat takut untuk mengangkat wajahnya.
*brukkk*
"Clara!" Teriak lulu. Clara tiba-tiba pingsan dan segera di larikan ke ruang medis.
Semua orang melihat Clara, kecuali Indah yang menatap Fasya. Wajah Fasya terihat khawatir namun tak menoleh ke arah Clara yang segera di bawa ke ruang medis.
"Yang lain silahkan mencari vila kalian masing-masing. Nama kalian telah di tempelkan di masing-masing vila, silahkan kalian cari" ucap pimpinan rapat.
Ketika mereka bersiap-siap untuk keluar, tiba-tiba seseorang mengalihkan perhatian mereka
"Tunggu!" Ucap Yudha yang kemudian berjalan ke arah Chaca'
"Yudha" ucap Yudha mengulurkan tangannya kepada Chaca' dan wajah Yang datar dan sngat dingin.
Namun, Chaca' tidak membalas dan kemudian berjalan keluar mengabaikan salam dari Yudah. Semua orang saat itu sangat kaget melihat reaksi Chaca' termasuk Fasya dan kedua temannya.
Yudha hanya menatap lekat pada Chaca' yang tengah berjalan keluar vila utama.
Setelah mereka selesai rapat, mereka di beri waktu untuk beristirahat dan akan berkumpul kembali untuk makan malam bersama di rest area.
__ADS_1