
HANYA KARENA KAMU TIDAK MENANGIS, BUKAN BERARTI KAMU TIDAK BERSEDIH. HANYA KARENA KAMU TERSENYUM, BUKAN BERARTI KAMU BAHAGIA
-Yudha Nata Negara
Setelah Fasya meninggalkan Chaca' sendiri di meja makan, Chaca' melanjutkan makan malamnya dengan tenang. Ia sesekali menatap semua orang dengan mencoba memasang senyum di wajahnya.
Semua orang terlihat bahagia, ia sesekali menengok Lika dan Indah namun ia seakan tak mampu berdiri untuk mendekati mereka. Ia sadar, Lika dan Indah masih marah kepadanya. Dika dan Caro tidak terlihat di rest area malam itu, Dika menemani Varo Ke Amerika untuk menengok Ibunya yang sedang sakit.
Ketika Chaca' hampir saja menghabiskan makanannya, tiba tiba seseorang datang menarik tangannya dan membawanya pergi. Semua orang terdiam melihat kejadian itu, semua orang terus menatap Chaca' dan orang itu hingga meninggalkan rest area.
"Lepaskan aku, kamu mau membawaku kemana!" Teriak Chaca' yang sangat kesal.
Namun, orang itu tidak menjawab. Akhirnya, mereka sampai di rumah pohon di tengah perkebunan teh. Di sana sangat indah, dengan banyak lilin yang bertaburan dan lampu pelita yang indah.
"Aku tidak suka melihatmu seperti ini" ucap Yudha dengan nada datar. Orang yang menarik tangan chaca' adalah Yudha. Ia terlihat sangat marah kepada Chaca'.
"Apa maksudmu? Apa salah ku kali ini" ucap Chaca'
"Apa kau sadar? Senyum yang dari tadi kau tunjukan ke semua orang, itu semua terlihat palsu! Sangat jelas matamu sedang bersedih!" Bentak Yudha.
Chaca' hanya terdiam dan menunduk. Ia tidak bisa menjawab Yudha, karena semua yang di katakan Yudha sangatlah benar.
"Kau tau? Kesedihan yang kau kubur dalam dalam semakin lama akan menjadi dendam. Itu hanya akan merusak mental mu" teriak Yudha lagi
"Apa pedulimu, siapa kamu yang seolah peduli denganku. Bukannya kau juga membenciku karena keangkuhanku" tantang Chaca'
"Aku? suatu saat kau akan tau siapa aku. Suatu saat kau hanya akan menyebut namaku ketika kau dalam bahaya. Suatu saat, kau hanya akan mengucapkan kepadaku selamat pagi, selamat siang, dan selamat malam di setiap harinya dengan senyum yang penuh cinta. Suatu saat, wajahkulah yang pertama kali kau tatap di setiap paginya. Suatu saat, hanya aku yang akan memelukmu hingga kau terlelap di malam hari. Suatu saat, hanya tanganku yang akan menggenggam tanganmu di situasi apapun. Suatu saat, akulah yang akan mencium keningmu untuk pertama kalinya di depan keluarga lengkapmu. Suatu saat, akulah yang akan kau tempati bersandar ketika kau sedang bersedih. Suatu saat, kau akan tersenyum dan tertawa bersama ku ketika kau bahagia. Suatu saat, aku akan mengatakan
Ini aku Yudha Nata Negara, bersumpah kepada semesta akan selalu mencintaimu dan menemanimu selamanya" Ucap Yudha menatap lekat Chaca' sambil memegang tangan Chaca' dan menaruh tangan Chaca' di dada Yudha.
Itu menbuat Chaca' terdiam, yudha terlihat berusaha menahan air matanya.
"Kau menangis?" Tanya Chaca'
"Tidak" jawab Yudha singkat
"Kenapa kau begitu yakin, suatu saat aku akan mencintaimu? Kau tau? Cintaku kepada Fasya sangatlah besar, aku tidak akan pernah berpisah dengannya. Kau bahakan dengan mudah mendapatkan wanita manapun yang kau mau. Mengapa kau mengatakan semua itu kepadaku? Tanya Chaca'
"Suatu saat, kau akan mengerti" ucap Yudha singkat.
"Menangislah kepadaku, luapakan semua kesedihanmu kepadaku. Berteriaklah sepuasmu, dan ungkapkan semua lukamu hanya kepadaku. Karena, tidak lama lagi semua kesedihan itu akan menghilang seketika dari hidupmu. Bertahanlah sebentar lagi, aku tengah mencari jalan untuk membuatmu bahagia" ucap Yudha sambil memeluk Chaca'.
Chaca' tidak sadar meneteskan air matanya. Ia benar benar sangat lelah dengan semua beban yang ia simpan di dalam hatinya. Belum lagi, ia mengetahui tentang jantungnya yang bermasalah.
__ADS_1
Malam itu, Chaca' benar benar meluapkan kesedihannya di atas rumah pohon bersama Yudha. Yudha seakan mampu menenangkan Chaca' dengan sifat tenang dan dewasanya.
SAAT KAU BERUSAHA YANG TERBAIK NAMUN KAU TIDAK BERHASIL, SAAT KAMU MEMILIKI KEMEWAHAN NAMUN KAU TAK MEMBUTUHKANNYA, SAAT KAU MERASA LELAH NAMUN KAU TAK BISA TERLELAP, AKU AKAN SEGERA MENGATASI SEMUANYA UNTUKMU.
KETIKA AIR MATA MENGALIR DI WAJAHMU, SAAT KAU KEHILANGAN SESUATU YANG TAK BISA TERGANTIKAN, SAAT KAU MENCINTAI SESEORANG YANG MENGHIANATIMU DEMI MENYELAMATKAN NYAWA ORANG LAIN,
ADAKAH HAL LEBIH BURUK KAU ALAMI YANG BELUM KU KETAHUI?
SEBENTAR LAGI, AKU AKAN MEMBAWAMU KEMBALI PULANG. AKU AKAN MEMULIHKAN HATIMU YANG SANGAT TERLUKA KERENA KELUARGA DAN CINTAMU. TAU KAH KAMU? KETIKA KAU MENGATAKAN BAHAWA KAU SANGAT MENCINTANYA DAN TIDAK AKAN PERNAH BISA MENINGGALKANNYA, AKU HANYA TERSENYUM. KAU BAHKAN TIDAK TAU APAKAH KAU BISA MELUPAKANNYA, KARENA KAU BELUM MEMPUNYAI NIAT AKAN HAL ITU. SEKARANG, AKU HANYA BERHARAP AGAR KAU SEGERA SADAR, BETAPA BERHARGANYA DIRIMU.
-Yudha Nata Negara
.
.
.
Malam itu, Chaca' benar benar merasa perlu melupakan semuanya.
"Apa kau pernah menyembunyikan Rahasia terbesar di hidupmu?" Tanya Chaca'
"Tentu, semua orang mempunyai rahasia terbesar di hidupnya. Namun apa kau tau? Bagaimanapun kerasnya kau menutupi rahasiamu, cepat atau lambat semua orang akan mengetahuinya" ucap Yudha
"Apa kau pernah berfikir namun kau tak tau apa yang sedang kau fikirkan, dan katika kau ingin mengungkapkan sesuatu namun kau tak tau cara mengatakannya?" Tanya Cgaca'
"Kau tau, aku bahkan punya rahasia sekarang. Dan itu hanya di ketahui olehku dan satu orang lagi. Fasya dan keluargaku pun bahkan tak tau" ucap Chaca' heboh
"Hmmmm"
"Hmmm? Hanya itu tanggapanmu? Kau tak mau bertanya apa rahasiaku?" Ucap Chaca'
"Jika kau ingin mengatakannya kepadaku, tanpa aku bertanya pun kau kan memberi tau kepadaku" jawab Yudha tersenyum
'Apa aku cerita kepada yudha saja kalo aku akan di operasi? Ah tidak. Jangan sampai ada orang lain yang tau, aku bahkan belum mengatakan kepada Fasya dan keluargaku. Untuk apa aku bilang kepadanya' ucap Chaca' di dalam hati
"Sebentar lagi semua orang akan tau rahasiaku. Tunggu saja dalam seminggu" ucap Chaca'
"Baiklah, aku akan sangat menunggunya" ucap Yudha
"Aku merasa merindukan seseorang, tapi aku tak tau siapa. Aku bahkan selalu bertemu fasya. Bunda? Aku merasa bukan dia yang aku rindukan sekarang" ucap Chaca' merenung
"Aldi Sinhawa Adipati" jawab Yudha singkat dan menengadah ke langit
__ADS_1
"Dari mana kau tau tentang kakak ku? Siapa kau sebenarnya. Mengapa kau tau banyak tentangku dan keluargaku. Bahkan hampir semua masalahku?" Ucap Chaca' kaget dan langsung menjauhkan duduknya dengan Yudha
"Aku? Bukannya aku sudah mengatakan semuanya kepadamu?" Ucap Yudha
"Pasti ada yang kau sembunyikan dariku" ucap Chaca' curiga
"Suatu saat kau akan tau" ucap Yudha mengelus kepala Chaca'
"Ayo pulang ini sudah hampir tengah malam" lanjut Yudha
Merekapun kembali ke vila.
.
.
.
Sesampainya di depan vila, terlihat Fasya yang sedang menunggu kedatangan
Chaca'
"Cha' kamu dari mana, aku sangat khawatir, kau bahkan tidak mengangkat telfonku" ucap Fasya segera menghampiri Yudha dan Chaca' yang baru saja sampai
"Aku cari angin sebentar, maaf yah Sya hand phone aku mati" ucap Chaca' tersenyum
"Kenapa Kak Yudha yang mengantar chaca'?" Tanya Fasya yang mulqi curiga
"Karena aku yang membawanya pergi" ucap Yudha tenang
"Kau menyukai kekasihku?" Ucap Fasya dengan nada berubah dan ekspresi wajah yang tidak bisa di artikan
"Sya kamu salah paham, ini bukan seperti yang kamu kira" ucap Chaca' yang mulai panik. Ini untuk pertama kalinya Fasya cemburu.
"Aku bahkan mencintai takdirku" ucap Yudha sambil menatap lekat Chaca' dengan senyuman yang tidak bisa di artikan. Setelah mengatakan itu, Yudha langsung berbalik dan meninggalkan Fasya dan Chaca'. Chaca' sangat panik karena ia takut Fasya akan salah paham.
"Sya, ini gak seperti yang kamu kira" ucap Chaca memeluk Fasya .
"Aku sangat percaya kepadamu. Aku mencintaimu" ucap Fasya kemudian mencium kepala Chaca'
Fasya berusaha menenankan fikirannya agar tidak marah di depan Chaca'.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk beristirahan setelah banyak hal yang mereka alami hari ini.
__ADS_1
AKU TIDAK AKAN BERPALING DARINYA. TUHAN, KU MOHON JANGAN BIARKAN AKU MEMILIKI PERASAAN SEDIKITPUN KEPADANYA. AKU SANGAT MENCINTAI KEKASIHKU. AKU TIDAK INGIN IA SAMPAI TERLUKA JIKA AKU MEMILIKI PERASAAN KEPADA ORANG LAIN. AKU MOHON JAGALAH HATIKU AGAR TETAP MENYEBUT SATU NAMA KETIKA AKU SEDANG BERSEDIH, BAHAGIA, DAN KETAKUTAN. AKU TAK INGIN SAMPAI MEMILIKI PERASAAN KEPADA SIAPAPUN SELAIN DIRINYA. JANGAN BIARKAN RASA NYAMAN INI BERUBAH MENJADI CINTA.
-Aliyza Kanza Shinawa