
AKAN KU BERIKAN APAPUN UNTUKMU.
INGATLAH SATU HAL, AKU AKAN TERUS MENCINTAIMU SEPERTI DETAK JANTUNG KU YANG TERUS BERDETAK BERSAMAMU.
-Fasya Al-gifary
Malam pun tiba, Chaca' benar benar di selimuti kemarahan yang sangat besar sekarang. Ia sangat sedih karena mengingat percakapan dengan Bundanya tadi siang. Ia benar benar kehilangan arah, ia bahkan melupakan jadwal operasi jantungnya.
Ia mematung di meja makan yang berada di pojok rest area. Fasya benar benar khawatir melihat Chaca' yang hanya memandangi makanannya tanpa berbicara sedikit pun padanya.
Ia merasa ada sesuatu yang telah terjadi pada Chaca'. Ia benar benar tak bisa menebak apa yang membuat Chaca' seperti bukan dirinya lagi sekarang. Yang hanya ia tau, ia ingin Chaca' tetap baik-baik saja dan selalu bersamanya.
"Sayang, mengapa kamu tidak makan?" Ucap Fasya memandang lekat Chaca' yang tepat berada di depannya
"Aku tidak lapar" jawab Chaca' singkat
"Kamu biasanya tidak seperti ini, jika ada yang membebani hatimu katakan padaku" ucap Fasya yang merasa khawatir
"Aku baik baik saja" lagi-lagi Chaca'
menjawab singkat dan tidak memandang
wajah Fasya sama sekali
"Kamu memikirkan indah dan lika?" Tanya Fasya
"Aku bahkan tidak bisa menebak apa saja yang aku fikirkan sekarang" ucap Chaca' yang memandang fasya dengan mata yang berkaca kaca. Chaca' sesekali memegang dadanya yang mulai merasa sangat sakit.
"Hei, aku tau kamu tidak baik-baik saja sekarang" ucap Fasya yang menghapiri Chaca' tepat di sampingnya.
"Cerita kepadaku semuanya, aku tau perubahan mu dari kemarin bukan karena tanpa sebab" ucap Fasya mengelus kepala Chaca'.
Chaca' tiba tiba berdiri dan berjalan keluar meninggalkan rest area. Namun pada saat ia berjalan keluar, seseorang langsung menarik tangannya dan membuatnya terhenti.
"akhhhh lepaskan tanganku! Sakitttt" ucap Chaca' merintih yang nafasnya sudah mulai sesak
"Tidak seorangpun bisa keluar dari sini tanpa makan sedikitpun" ucap Yudha memegang erat tangan Chaca'.
Orang yang menahan Cahca' adalah Yudha. Semua orag kaget melihat kejadian itu. Keadaan di rest area seketika senyap dan hanya berfokus kepada Chaca' dan Yudha. Bahkan, Fasya sangat syok melihat Yudha yang tiba tiba menahan tangah
Chaca' dengan penuh emosi.
"Kak apa yang kau lakukan, lepaskan tangannya! Tangannya bisa memar" teriak Fasya yang mulai terpancing kemarahan melihat Yudha yang menggenggam erat pergelangan tangan Chaca'
"Lepaskan Yudha!" Teriak Chaca' yang sudah mulai membendung air matanya.
Chaca' benar benar ingin menangis sekarang, ia merasa ingin meluapkan semuanya kepada Yudha. Chaca' tau Yudha lah yang mengetahui semua tentang masalah yang di hadapi Chaca' selain masalah jantungnya yang semakin memburuk.
"Sudah cukup sekarang, waktunya kau mendapatkan kebahagiaanmu" ucap Yudha yang langsung memeluk Chaca'.
__ADS_1
Tiba tiba, Fasya menarik lengan Yudha dan memukul wajahnya.
"Fasya! Apa yang kamu lakukan" ucap Chaca' yang langsung membantu Yudha berdiri. Kefin menahan Yudha agar ia tidak membalas pukulan Fasya.
Chaca' benar benar takut melihat Fasya yang sangat marah. Untuk pertama kalinya Fasya marah besar dan memukul seseorang.
Semua siswa pelita harapan sangat syok melihat Fasya yang begitu arogan melihat Yudha memeluk Chaca'.
Chaca' tiba tiba berjalan meninggalkan Yudha dan fasya. Namun, ia tidak sengaja menabrak Clara dan membuat kepala Clara terbentur di meja yang membuat Clara pingsan dan mimisan.
*brukkkkkkk*
"Calaraaaa!!!" Teriak Lulu. Chaca terdiam dan hanya memandangi Clara.
"Chaca' apa yang kau lakukan!" Teriak Fasya
"Oh jadi sekarang kau membentakku di depan semua orang!" Teriak Chaca'. Situasi di sana semakin memanas, semua orang benar benar tak bisa bergerak karena ketakutan.
"Asal kau tau, sedikit lagi dia akan sembuh, dan kita bisa tenang!" ucap Fasya yang berusaha agar tidak mengeraskan suaranya pada Chaca'
"Haha akhirnya kau mulai mengakui semuanyakan" ucap Chaca' tertawa. Semua orang tampak kebingungan dan bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi
"Maafkan aku" ucap Fasya yang tiba tiba berlutut di depan Chaca'
"Hei apa yang kau lakukan bodoh!" Teriak Chaca' yang sangat syok melihat Fasya yang tiba tiba berlutut di hadapannya. Semua orng sangat syok dengan perlakuan Fasya.
"Fasya apa yang kau lakukan! ayo bawa Clara ke ruang medis sekarang" ucap Cika yang sangat panik. Namun, Fasya hanya tetap diam dan berlutut di hadapan Chaca'
Semua orang sangat kaget mendengar ucapan Chaca'. Semua orang sangat kebingungan mendengar Chaca' yang menyebut clara adalah kekasih Fasya. Karena, yang semua orang tau Fasya adalah kekasih yang sangat setia dan sangat mencintai Chaca'.
Indah dan Lika sangat syok melihat kejadian itu dan mulai bertanya tanya apa sebenarnya yang terjadi dan yang tidak di ketahui oleh mereka.
"Aku tidak akan pergi sebelum kau memaafkanku!" Ucap Fasya yang memegang pipi Chaca' sambil menangis tersedu sedu.
"Kau ingin melihat Clara mati dan membuat mu merasa bersalah seumur hidup hah!" Teriak Cika
"Kau lebih memilih meminta maaf dengan wanita egois itu di banding nyawa Clara" teriak Lulu.
*plakk*
Tiba tiba, Yudha menarik Fasya untuk berdiri dan memukul wajah Fasya.
"Kau tidak dengar? Karena kau Cahca' lagi-lagi di anggap egois!" Teriak Yudha
"Siapa kamu! Siapa kamu yang selalu mencampuri urusanku dengan kekasihku" teriak Fasya yang membalas pukulan Yudha
"Aku orang yang akan selalu ada untuknya dan aku mencintainya" teriak Yudha yang masih menggenggam kera baju Fasya
"Cukuppp!" Teriak Chaca'
__ADS_1
"Kita akan membicarakan ini nanti, sekarang bawa dia ke ruang medis" ucap Chaca'.
"Berjanjilah lepadaku" ucap Fasya memeluk erat Chaca'
Sekarang, Fasya benar-benar seperti bukan dirinya. Ia benar-benar seperti bayi yang merengek kepada Chaca'.
"Aku janji" ucap Chaca' yang mengusap punggung Fasya. Chaca' benar benar tidak tega melihat Fasya yang seperti orang kebingungan
"Apapun yang terjadi, aku akan selalu mencintaimu sayang. Ingatlah satu hal, aku tidak akan pernah meninggalkanmu sampai kapapun. Aku benar-benar sangat mencintaimu" ucap Fasya sambil mecium kening Chaca' yang di lihat dengan banyak orang. Akhirnya, Fasya langsung membawa Clara ke ruang medis.
Chaca' berbalik dan membelakangi Fasya yang juga berjalan meninggalkannya sambil menggendong Clara dengan tangannya. Mereka berdua menangis dengan penuh rasa sakit. Chaca' merasa seakan itu adalah perpisahan terakhir untuknya dan Fasya.
AKU AKAN TETAP MENCINTAI MU SAMPAI KAPANPUN. AKU TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI MENYAYANGIMU HINGGA AKHIR HAYAT KU. JANGAN KHAWATIRKAN DIRIKU, CINTAKU TIDAK AKAN MENGILANG UNTUKMU HANYA KARENA MALAM INI. BERSAMA AIR MATAKU YANG TERUS MENETES, AKU AKAN TETAP MENUNGGUMU KEMBALI KEPADAKU.
-Aliyza Kanza Shinawa
.
.
.
AKU TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI MENCINTAIMU. AKU AKAN SELALU BERSAMAMU. MENJADI MATAMU, TELINGAMU, DAN TIANGMU UNTUK TETAP BERDIRI KUAT. AKU AKAN SELALU ADA DAN MENCINTAIMU SEPENUH HATI.
SEPERTI ANGIN YANG TERUS BERHEMBUS, AKU AKAN SELALU ADA DAN AKAN SELALU MENJADI YANG PERTAMA MERASAKAN SEDIH DAN BAHAGIAMU. TUNGGU SEBENTAR LAGI, AKU AKAN MEMBERIMU KEHIDUPAN YANG TAK TERKIRA UNTUKMU.
-Fasya Al-gifary.
Fasya benar benar tak tega meninggalkan Chaca'. Ia terus menangis memikirkan Chaca'. Ia benar benar tidak ingin sesuatu yang buruk akan terjadi antara hubungannya dan Chaca'.
Sejak kapan kau tau yang sebenarnya? Sejak kapan kau menderita karena ini. Mengapa kau tidak mengatakan semuanya kepadaku? Mengapa kau mau menanggungnya sendiri. Mengapa kau selalu menyembunyikan kesedihan terbesarmu kepadaku, sama seperti kau menyembunyikan tentang keluargamu kepadaku. Mengapa kau benar benar bodoh. Aku tak dapat membayangkan apa apa saja yang kau lalui sendiri tanpa diriku. Kau sangat menyakiti hatimu. Kau benar benar memiliki hati yang begitu besar. Kau bahkan rela menyakiti dirimu sendiri demi kebahagiaan orang lain. Kau memang pantas menerima cinta dari semua orang. Aku mencintamu sayang.
Itulah yang Fasya fikirkan selama menunggu Clara siuman. Ia benar benar tak bisa tenang memikirkan keadaan Chaca' sekarang. Akhirnya, Cika mencoba menceritakan semuanya tentang sejak kapan Chaca' mengetahui semuanya dan apa alasan Chaca' pura pura tak mengetahui semuanya.
.
.
.
Ketika Fasya pergi, Chaca' berlari dan meninggalkan keheningan yang terjadi di sana. Ia meninggalkan semua orang yang masih syok dengan kejadian itu.
Namun pada saat ia berlari, ia tiba-tiba terjatuh hingga merasakan sangat sakit di dadanya dan membuatnya pingsan.
Yudha yang melihat itu, langsung membawa Chaca' ke rumah sakit terdekat. Ia sangat syok pada saat ia mengetahui tentang jantung Chaca'.
Ia sangat menyesal karena lambat mengetahui tentang penyakit Chaca'. Ia langsung memindahkan Chaca' ke rumah sakitnya di kota menggunakan helikopter milik Nata Negara Group dalam keadaan haca' yang masih tidak sadarkan diri.
SEBELUM KAU PERGI, ADAKAH HAL YANG BISA KU LAKUKAN AGAR JANTUNGMU TERUS BERDETAK LEBIH BAIK? SEANDAINYA AKU MENGETAHUI SEMUANYA LEBIH CEPAT, AKU TIDAK AKAN MEBIARKANMU TERLUKA LEBIH LAMA SENDIRI. AKU TAK BISA MEMIKIRKAN PENDERITAANMU PADA SAAT KAU TERLUKA SENDIRIAN. UNTUK PERTAMA KALINYA AKU MENANGIS KARENAMU, AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUAT JANTUNGMU TETAP BERDETAK SAMPAI KITA TUA.
__ADS_1
-Yudha Nata Negara