
Pagi ini Chaca' sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah, Fasya pun mengantarnya pulang dan di dampingi oleh 2 pelayan dan Pak Amran. Sesampainya di rumah, Fasya mengantar Chaca' ke kamarnya.
"Besok kamu belum boleh ke sekolah" ucap Fasya mengusap kepala Chaca' yang duduk di tepi ranjang
"Loh kenapa? Aku pokoknya mau ke sekolah besok" ucap Chaca' merajuk
"Cha' kamu masih butuh istirahat, oke?" ucap Fasya lembut.
"Yah" Chaca' cemberut dan mengiakan perintah Fasya
"Cha' hari ini aku harus ke Selandia baru" ucap Fasya pelan
"Apa! Kamu kok ninggalin aku, aku kan lagi sakit Sya" ucap Chaca' yang tiba-tiba berdiri dan membelakangi Fasya. Fasya pun tersenyum melihat tingkah Chaca' yang sangat ke kanak - kanakan itu
"Cha' ini cuma dua hari, aku gak akan lama kok" ucap Fasya
"Gimana kalo tiba-tiba lama lagi, kamu kan dulu waktu ke Turki juga bilang sebentar. Buktinya kamu pergi 1 minggu" ucap Chaca' merengek. Fasya memang sering meninggalkan Chaca' karena mengurus perusahaan ayahnya.
"Sayang aku janji bakal pulang tepat waktu kali ini" ucap Fasya sambil memeluk Chaca
"Yaudah, pokoknya kamu janji yah cuma 2 hari" ucap Chaca' luluh
"Makasih Cha'" ucap fasya
"Kamu berangkat jam berapa?" Tanya Chaca'
"Aku berangkat jam 3, aku akan pulang dan bersiap - siap sekaligus pamit sama Opah dan Omah jam 1" ucap Fasya
"Inikan udah jam 11, yah tinggal 2 jam lagi dong kamu sama aku" ucap Chaca'
"Haha, Aliyza kanza Shinawa aku gak pergi selamanya kok" ucap Fasya tertawa
"Sekarang kamu istirahat yah, pokoknya besok kamu belum boleh ke sekolah. Lusa, aku yang akan menjemputmu ke sekolah" ucap Fasya mencium kening Chaca dan membantunya baring di tempat tidur Chaca'
"Siap bos" ucap Chaca'
.
.
.
Setelah Chaca' tertidur pulas, Fasya pun kembali ke rumah dan berpamitan. Di perjalanan menuju bandara, iya mengirimkan pesan kepada Chaca'
- Cha' aku berangkat yah, kamu jangan bandel oke! Aku besok bakal jemput ke sekolah. karena jadwal aku di percepat, aku pulang malam ini. See u sayang -
From : My dear đź’™
Itulah pesan yang ia kirimkan kepada Chaca' melalui Whats app sebelum iya masuk ke dalam pesawat pribadi milik Al-gifary group yang mewah itu.
.
.
.
Ke esokan harinya sepulang sekolah, Lika dan Indah memutuskan untuk ke rumah Chaca'. Mereka membawa makanan dan kaset film untuk mereka tonton di bioskop mini yang ada di rumah Chaca'
"Aaaa cha' gw rindu bangettt" ucap Lika
"Apaan sih Lika, dua hari yang lalu kan kita ketemu Chaca'" ucap Indah meledek Lika
"Haha apaan sih" ucap Chaca' ikut menggoda Lika
"Oh iya Cha' tante mana? Kok gw belum liat" tanya Indah
"Di Korea, gw kan udah bilang" ucap Chaca'
"Ha? Tante gak tau kalo kamu sakit?" Tanya Indah
"Ya jelas tau lah, gw yang ngelarang dia datang. Gw cuman kasihan aja ngeliat dia harus bolak-balik, padahal dia nangis banget dan khawatirin gw pas nelfon" jelas Chaca'
"Untung aja lo punya orang tua yang sangat sayang sama lo" ucap Lika
__ADS_1
Kedua pelayan dan pengawal yang menjaga dan siap siaga untuk mereka di ruangan itu saling bertatapan. Mereka tau betul kalo nyonya besar tidak tau jika nona muda sakit, dan bahkan jika ia tau, ia pasti hanya mngutus om sekaligus dokter keluarganya untuk merawatnya. Bunda Chaca' sangat khawatir dan hanya fokus dengan putra pertamanya melihat kondisinya yang semakin memburuk. Ketika ia ke Indonesia ia tidak bisa berlama-lama dan hanya bisa tinggal paling lama 2 hari di Indonesia.
"Duh udah malam nih, gimana kalo kita tinggal aja lik?" Ucap Indah
"Nah gitukan makin buat aku tambah semangat haha" ucap Chaca'
"Yaudah, besok pagi-pagi kita tetep balik yah soalnya kitakan harus ngeroster dulu" ucap Lika
"Iyalah harus tetep balik, Fasya kan besok mau jemput gw. Masa kalian mau nebeng sama Fasya" ejek Chaca'
"Apaan si lo kita kan juga punya supir sama mobil sendiri wleeee" ucap Lika sambil menjulurkan lidahnya ke Chaca'
"Tapi gays tadi gw dengar guru-guru bahas sesuatu di ruang office" seru Lika
"Yee dasar tukang nguping" ejek Indah
"Yaudah kalo nggak mau denger, padahal ini berita dahsyat tau gak" ucap lika kesal
"Berita apa?" Tanya Chaca'
"Jadi pas tadi gw ke ruang office, gw denger guru-guru bahas tentang kerja sama Al-gifary group dan NN group. Lebih pentingnya lagi camping tahun ini di tiadakan" ucap Lika
"Ha! Yah gak seru dong" ucap Chaca'
"Lo belum dengar kelanjutan cerita gw, jadi mereka bekerja sama membuat semacam program gitu. Katanya ada sebuah desa terpencil di puncak yang memiliki kebun teh dan kelapa sawit yang sangat luas, dan mereka akan mengembangkan usaha perkebunan itu bersama dan mengadakan program PHBS untuk warga dan juga mengajarkan warga di sana metode bercocok tanam yang baik dan bakal ngebangun desa itu menjadi desa yang berkualitas dan terbaik di puncak itu" ucap Lika
"Entar - entar PHBS? Loh apa hubungannya sma sekolah kita yang batal camping?" Tanya Indah
"Katanya 50 siswa(i) Pelita harapan akan di ikutkan untuk berpartisipasi membantu bersosialisasi dan mengajarkan PHBS di kegiatan itu bersama motivator - motivator hebat dari NN dan Al-gifary group. Lebih pentingnya lagi kegitannya sebulan full jadi gak belajar yeyyy" seru Lika
"Apa! Lo mau ikut? Akusih gak yah makasih" ucap Chaca'
"Loh kenapa?" Ucap Indah
"Pasti di sana jorok, dan kita pasti repot. Mending sekolah kita bisa santai kan" ucap Chaca'
"Lo belum tau sih siapa ketua tim kita" ucap Lika
"Fasya Al-gifary lah haha" ucap Lika
"What! Fasya" Fasya kok nggak pernah cerita ke gw
"Mungkin besok dia ceritain ke kamu, kan baru tadi keputusan rapatnya" ucap Indah
"Gays kamu tau gak siapa yang bakal pimpin program ini?" Ucap Lika
"Siapa?" tanya Indah
"Yudha Nata Negara, pewaris tunggal NN yang terkenal dingin, tampan, dan sangat cerdas loh" ucap Lika
"Oh iya gw kenal, mamah gw juga pernah cerita tentang dia. Katanya, dia mantu idaman banget 11/12 sama fasya kata mamah gw" ucap Indah
"Lohloh kok bawa-bawa Fasya sih"kesal Chaca'
"Lo kok salahin gw, meneketehe! salahin mamah gw dong kan dia yang nyamain mereka berdua" ucap Indah
"Tapi menurut mamah gw yang pali cocok jadi mantu itu Yudha" ucap Indah
"Loh kok gitu!" Teriak Chaca'
"Karena kan Yudha lebih tua dari Fasya. Dia udah 24 thn tau, udah jadi wakil presdir, dokter spesialis bedah dan jantung pula" ucap Indah
"Aaaaa sini kakak Yudah bedah hati jantung ku" teriak Lika
"Ihhh jijik tau gak sih liat lo kaya gitu" ejek Chaca'
"Kalian udah pada liat belum fotonya?" Tanya Lika
"Udah dong, fotonya kan ada di mana-mana. Ada di majalah, poster, tv, ah pokoknya semua media deh" ucap Indah
"Gw gak pernah lihat tuh" ucap Chaca'
"Gw yakin 100 persen pasti lo udah pernah lihat tapi gak tau ajah, soalnya fotonya itu tersebar di mana-mana. Bahkan orang - orang bentuk fans club loh tanpa sepengetahuan dia" ucap Lika
__ADS_1
"Kalo gw ikut ke puncak kan bakal liat juga, ngapai gw penasaran" ucap Chaca'
"Ayo cepet kita tidur, besok malah kesiangan baru tau rasa" ucap Indah
.
.
.
*kringgkringgkringg*
Bell pagi berbunyi, saatnya Chaca' bangun dan bersiap.
"Pelayan siapkan bajuku" teriak Chaca segera beranjak dari tempat tidurnya
"Sudah siap nona muda" ucap pelayan
"Oh iya Lika sama Indah pulang jam berapa kok aku gak di bangunin sih" tanya Chaca' kesal
"Maaf nona, mereka melarang kami untuk membangunkan nona. Mereka pulang jam 6 pagi nona" jawab pelayan tersebut ketakutan
"Keluar sana" perintah Chaca'
"Baik nona" ucap pelayan
.
.
.
"Aku gak mau maukan roti, aku mau makan burger sekarang" teriak Chaca'
"Maaf nona, saya akan buatkan sekarang" ucap pelayan panik
"Apa ini? Mengapa susunya rasa coklat, siapa yang membuatkan ini" ucap Chaca'
"Saya nona, maafkan saya" ucap salah satu pelayan
"Apa kamu tidak bisa bekerja dengan baik hah!" Bentak Chaca' semua pelayan tertuduk takut
"Permisi nona, tuan Fasya akan segera masuk" ucap pengawal yang tiba-tiba datang
"Hari ini kau selamat" ucap Chaca' kemudian meninggalkan ruang makan tanpa makan dan minum sedikit pun menghampiri Fasya yang baru saja akan masuk ke dalam rumahnya
"Pagi Sya" ucap Chaca' sambil memeluk Fasya
"Kamu udah sarapan?" Tanya Fasya
"Tidak, mood aku lagi gak bagus" ucap Chaca' cemberut
"Loh Hei kamu kenapa Cha'" tanya Fasya
"Aku mau makan burger tapi mereka bikinin aku yang lain" ucap Chaca'
"Cha' kamu kan bisa minta aku buat beliin kamu burger, kamu gak perlu marah kan sama orang-orang di rumah kamu. Kamu percaya gak, sekarang mereka pasti sangat ketakutan sayang" ucap Fasya mengelus kepala Chaca'
"Iya iya aku salah, ayo kita berangkat"
Ucap Chaca' menarik tanyan Fasya menuju ke mobil Fasya
"Kita mampir beli burger buat kamu dulu buat sarapan" ucap Fasya
"Siap bos" senyum Chaca'
"Pak Amran, hari ini biar Chaca' berangkat sama aku" ucap Fasya sambil menyalimi Pak Amran yang tengah mengelap mobil. Fasya memang sangat sopan kepada semua orang dan tidak segan mencium tangan orang yang lebih tua darinya.
"Siap tuan muda, semoga hari-hari tuan dan nona menyenangkan" ucap Pak Amran
"Kami berangkat pak Amran" ucap Chaca' sambil menyelimi Pak Pmran dan masuk ke dalam mobil.
Fasya dan pak Amran yang melihat tingkah Chaca' yang menyalimi pak Amran tersebut membuat mereka saling pandang dengan senyum yang bangga dan bertanya-tanya. Seakan-akan ini adalah momen yang paling langkah bagi Chaca'
__ADS_1