
KAPAN LAGI KITA BERBINCANG DAN BERTERUS TERANG. AKU MERASAKAN SUNYI YANG SANGAT MENCEKAM. AKU TAK INGIN KAU JAUH DARIKU. LEKASLAH MEMBUKA MATA, ADA RINDU UNTUKMU.
-Yudha Nata Negara
Dua minggu berlalu, Chaca' masih terbaring koma di rumah sakit. Semua orang mulai khawatir melihat keadaan Chaca' yang tak kunjung sadar.
Namun, semua keluarga saling menguatkan berdoa agar Chaca' bisa kembali sadar dan mencoba menerima kepergian Fasya dengan tenang.
Hari ini, Bunda Mikha dan mamah sarah menjaga Chaca' bersama. Mereka benar-benar saling menguatkan dengan penuh harapan agar Chaca' bisa kembali.
"Saat bunda tak bisa selalu di sisimu, Bunda selalu berdoa yang terbaik untukmu. Setiap kita bertemu, Bunda selalu ingin mengungkapkan segala kerinduan dan sayang kepadamu bahkan Bunda sangat ingin mengakui rasa bersalah yang sangat besar karena tak selalu ada di sisimu. Namun, Bunda selalu membuang kesempatan itu karena pertengkaran kita. Karena itukah Tuhan menghukum Bunda sekarang? Melihat mu tak bisa membuka mata benar-benar terasa sangat menyakitkan. Saat Bunda bertemu denganmu, Bunda sangat malu melihat tatapan kebencianmu pada Bunda. Bunda seperti monster yang tidak memiliki perasaan karena membiarkanmu kehilangan kasih sayang dari Ayah dan Bunda. Bunda bahkan mengakatakan kepadamu bahwa kau anak kurang ajar, pahadal Ayah dan Bundalah yanh tidak pernah memdidik mu dengan baik. Sadarlah nak, kau bisa menghukum Bunda. Bunda tau kau benar-benar sangat menyayangi Bunda namun Bunda tidak bisa menerima itu. Bunda sangat malu pada diri Bunda sendiri, membiarkanmu melewati suka maupun dukamu sendiri. Bunda sangat kehilangan arah ketika mengetahui kakak mu mengidap Tumor otak, maka dari itu Bunda sangat menjaganya agar ia bisa kembali sembuh. Namun, Bunda salah besar karena telah melupakan kau yang Bunda anggap memiliki tubuh yang sehat sehingga kau tidak memiliki kekurangan sedikit pun. Namun pada saat Bunda melihatmu menderita dan menutup mata seperti ini, Bunda merasa tak ingin hidup lagi. Saat Bunda selalu mencoba untuk memperbaiki semuanya, Bunda selalu malu dan mengurungkan niat ketika melihat tatapan kebencian di matamu. Maafkan Bunda, maafkan Bunda nak. Bunda sangat bersalah kepadamu. Maafkanlah Bunda" Ucap bunda Chaca' yang tangisnya pecah saat menggenggam tangan anaknga yang terbaring lemah.
"Mba, kuat hatimu. Sekarang, ia tidak akan pernah merasa kekurangan kasih sayang. Kita semua akan selalu ada untuknya. Aku telah berjanji kepada Fasya agar menyayanginya sama seperti aku menyayangi Fasya. Aku baru sadar, dia adalah gadis yang sangat kuat. Kita semua harus kuat mengahadapi situasi ini" ucap mamah Fasya yang langsung memeluk Bunda Chaca'
Akhirnya tangis mereka pecah dan memenuhi ruang perawatan Chaca'. Mereka sangat berharap agar tuhan memberi keajaiban agar Chaca' bisa.kembali membuka mata.
.
.
.
Di tempat lain, Yudha dan Aldi pergi melihat makam Fasya yang sudah berada 2 minggu di sana. Masih ada bekas ucapam bela sungkawa dan bunga yang orang berikan untuknya.
__ADS_1
"Semoga kau pergi dengan tenang, terima kasih karena telah memberi tau kepadaku arti cinta dan kehidupan yang sebenarnya, aku akan menjanganya dengan sebaik-baiknya. Kita bertiga akan berdetak bersama selamanya. Kau adalah pria sejati" ucap Yudha yang memandang makam Fasya dengan raut wajah kesedihan
"Lo harus kuat, kita akam menjaga Chaca' bersama" ucap Aldi menepuk bahu Yudha.
"Terima kasih karena selalu ada untuk Chaca'. Selalu menemaninya dan selalu menjaganya. Kau tidak akan pernah terlupakan sampai kapanpun. Terima kasih" lanjut Aldi sambil tersenyu menatap makam Fasya dengan penuh penghormatan.
Setelah mereka melihat makan Fasya, mereka akhirnya kembali ke rumah sakit untuk melibat keadaan Chaca'.
.
.
.
"Tante, om, omah, opah, dan Aldi. Saya ingin meminta izin untuk menjadi pendamping Chaca' seumur hidup. Saya akan menjaga, menlindungi, dan mencintainya sepenuh hati seperti Fasya memperlakukannya. Saya mohon, berikan saya kesempatan dan dukungan" ucap Yudha dengan wajah yang berseri-seri
"Kau berjanji akan menjaga anak kami, Kau yain?" Tanya Papah Fasya
"Saya janji om dan saya akan membuktikannya" ucap Yudha
"Tanpa kau membuktikannya, kami semua sudah percaya kau anak yang baik dan bisa menjadi pendamping Chaca' atas segala yang telah kau lakukan untuk anak kami selama situasi ini" ucap Ayah Chaca' tersenyum
"Jagalah anak kami dengan baik. Kita semua akan selalu menyayanginya" ucap mamah Fasya
__ADS_1
"Bunda percaya kau akan menjaganya dengan baik. Kami merestui mu nak" ucap Bunda Chaca' yang meneteskan air mata
"Setelah Chaca' sadar dan telah menerima keadaan, saya akan melamarnya dan segera bertunangan" ucap Yudha meminta Izin dengan dua keluarga
"Tentu nak, kami akan mendukungmu" ucap Ayah Chaca'
Semua orang menangis haru melihat perlakuan Yudha yang meminta izin ingi melamar Chaca'. Semua orang sangat yakin ia adalah pendamping yang terbaik untuk Chaca'
Bintang malam, sampaikan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi, katakan padanya
Biar 'ku dekap erat waktu dingin membelenggunya.
Tahukah engkau wahai langit?
Aku ingin selalu berada di sisinya.
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah hanya untuk dirinya.
-Yudha Nata Negara.
__ADS_1