
SETIAP KALI KAU MENYAKITIKU, SEMAKIN BERKURANG PULA TANGIS KU YANG KELUAR. SETIAP KALI KAU BERBALIK DAN MENINGGALKAN KU, SEMAKIN BERKURANG PULA RASA SEDIHKU. INI AKU, YANG TIDAK AKAN PERNAH KAU TEMUI SEPERTI DULU.
-Aliyza Kanza Shinawa
Di tengah perjalanan menuju puncak, ada beberapa hal yang mengganggu fikiran chaca'.
EKSPRESI APA YANG AKAN MELEKAT PADA WAJAH FASYA KETIKA IA TAU TENTANG JANTUNGKU? APAKAH DIA AKAN MENYESAL DAN MENINGGALKAN CLARA?
Itulah yang ia fikirkan. Namun, tiba tiba perkataan kedua teman Clara terlintas di fikirannya
EGOIS! TIDAK PUNYA PERASAAN! KEKANAK KANAKAN! MANJA! ANGKUH!
Tiba tiba, ia drop mengingat perkataan itu. Ia seaakan tertampar ketika mengikat semua perkataan itu.
'Sepertinya aku tidak boleh menceritakan semuanya kepada fasya sekarang, setidaknya aku harus menunggu beberapa hari. Toh masi ada waktu 1 minggu untuk menceritakan semuanya. Aku juga kasihan melihat Fasya yang selalu berusaha yang terbaik untukku dan Clara. Aku juga harus membuktikan kepada semua orang kalo aku dewasa. Sebertinya aku harus lebih diam dan tertutup sekarang' ucap Chaca' di dalam hati mengelus dadanya.
.
.
.
Padasaat mobil Chaca memasuki kawasan perbukitan, tiba tiba mobil Fasya menghadang mobil Chaca'.
"Apa yang terjadi Pak Amran?" Ucap Lia, sekertaris Chaca'
"Mobil tuan muda menghadang mobil
kita nona" ucap Pak Amran kaget. Chaca' pun turun dari mobil dan tiba tiba, Fasya keluar dan berlari menuju ke arah Chaca' dan memeluknya.
"Maafkan aku, ku mohon maafakan aku. Aku tak mau kau tiba tiba menghilang. Jika mau pergi kemanapun, aku bisa mengantarmu. Maafkan aku" ucap Fasya memeluk erat Chaca'
"Aku hanya pulang sebentar, tidak apa apa. Toh aku juga kan yang salah, ayo kAita kembali ke puncak" ucap chaca' mengelus kepala Fasya
"Kau baik baik saja? Mengapa tiba tiba pulang? Jika kau marah kau bisa menghukumku apa saja, asal tidak menghilang dariku" ucap Fasya yang tiba tiba saja meneteskan air matanya di depan Chaca'. Ini pertama kalinya Fasya menangis di depan Chaca'.
"Hey, mengapa menangis? Aku baik baik saja. Aku tidak akan meninggalkanmu" ucap Chaca' mengusap air mata Fasya.
"Tindakanku kemarin pasti sangat menyakiti mu, ku mohon maafkan aku" ucap Fasya
"Tidak apa apa, aku mencintaimu" ucap Chaca' menatap lekat Fasya
"Aku sangat mencintaimu, aku berjanji akan terus bersamamu sampai kapanpun" ucap Fasya yang langsung memeluk Chaca'
Mereka pun kembali ke puncak. Mereka kembali berbaikan dan terus berpegangan tangan satu sama lain.
.
.
.
__ADS_1
Ketika sampai di puncak, mereka tidak sengaja bertemu dengan Yudha di depan vila utama bersama beberapa staf Nata Negara. Yudha hanya berdiri diam dan menatap lekat Chaca', Ia tidak memperdulikan sekelilingnya dan hanya berfokus kepada Chaca' yang sedang berjalan ke arahnya sambil berpegangan tangan dengan Fasya.
"Cha' ayo kita temui Kak Yudha, dia sepertinya marah karena kamu tiba tiba pergi tenpa meminta izin. Aku akan menjelaskan kepadanya. Dia pasti akan mengerti" ucap Fasya sambil berjalan ke arah Yudha.
"Kak, maafkan aku yang keluar desa tanpa meminta izin" Ucap Chaca' menunduk dan meminta maaf. Yudha hanya menatap lekat Chaca' dan tidak berkata apa apa. Ia tidak memejamkan matanya sekalipun.
Tatapan itu bisa di baca oleh semua staf Nata Negara group yang ada di sana. Itu adalah tatapan kemarahan besar Yudha, bahkan lebih dari marah.
"Aku akan memastikan ini tidak akan terulan kembali Kak, maafkan dia" ucap Fasya.
Namun, Yudha tidak menggubris sedikit pun dan langsung meninggalkan tempat itu. Chaca' merasa ketakutan. Ia merasa Yudha akan memakannya.
.
.
.
Makan malam pun tiba, mereka smua kembali berkumpul di rest are. Chaca' memilih duduk di meja ujung sendiri. Ia merasa, Lika dan Indah masih marah kepadanya. Ia juga sedang tidak ingin di ganggu dan hanya ingin menenangkan fikirannya sekarang.
"Cha, mau makan apa" ucap Fasya yang memecahkan lamunan Chacha'
"Terserah kamu aja sya" ucap Chaca' tersenyum. Fasya pun beranjak pergi. Chaca' sedang mencari keberadaan Clara dan teman temannya, namun mereka tidak berada di rest area malam ini. Chaca' merasa, ada sesuatu yang terjadi dengan Clara. Entah itu sakitnya kambuh atau ia masih belum membaik karena kejadian kemarin pada saat Chaca' dan Cika bertengkar.
Mereka pun makan malam dengan tenang. Tak banyak percakapan yang ada di meja makan Fasya dan Chaca'. Chaca' tampak berusaha tenang dan menikmati makan malamnya, begitu pula dengan Fasya yang sangat berhati hati agar tidak ada seditkit pun yang merusak suasana hati Chaca' sekarang.
*tringggtirngggg*
Hand phone Fasya berdering. Namun, Fasya tidak mengangkatnya. Ia hanya melihat dan menaruhnya kembali di saku celanya.
*tringgtringg*
Ponsel Fasya kembali berbunyi, Fasya hanya menatapnya dan membiarkan hand phonenya berdering.
"Angkatlah, itu mungkin saja hal penting" ucap Chaca' mengusap lengan Fasya.
Akhirnya, Fasya mengangkat telfonnya dan hanya mendengarkan orang berbicara dari hand phonenya tanpa menggapinya sedikitpun. Fasyapun mematikan ponselnya dan kembali menyantap makan malamnya
"Pergilah, aku tau ada urusan penting di perusahaanmu. Aku baik baik saja sekarang. Aku akan beristirahat setelah makan malam. Pergilang sayang" ucap Chaca' tersenyum kepada Fasya.
"Maafkan aku, aku akan mengabarimu" ucap Fasya yang langsung berdiri dari duduknya dan mencium kepala Chaca' lalu pergi.
AKU SEKARANG SUDAH MULAI TERBIASA MELIHATMU BERBALIK DAN MENINGGALKAN KU. AKU BAHKAN SUDAH TAK BISA MENGGAMBARKAN RASA SAKITKU. PERGILAH, AKU TAK INGIN KAU LARI DARI TANGGUNG JAWABMU. KAU TELAH BERJANJI UNTUK SELALU ADA DI MASA MASA SULITNYA. CLARA, LEKASLAH SEMBUH. AKU TAK TEGA MELIHAT FASYA YANG MENATAPKU DENGAN PENUH RASA BERSALAH. AKU AKAN LEBIH KUAT MULAI SEKARANG.
-Aliyza Kanza Shinawa.
. . .
MAAFKAN AKU YANG LAGI LAGI MENINGGALKAN MU. MAAFKAN AKU YANG SELALU SAJA BERBOHONG DENGANMU. AKU SEDANG MENCARI JALAN KELUAR DARI SEMUA INI. BERTAHANLAH SEBENTAR LAGI, AKU AKAN KEMBALI BERADA DI SISIMU. AKU AKAN MEMBERIKANMU CINTA YANG LUAR BISA. AKU BERJANJI, SEMUANYA AKAN BAIK BAIK SAJA. MAAFKAN AKU, AKU MENCINTAIMU ALIYZA KANZA SHINAWA.
-Fasya Al-gifary
__ADS_1
Chaca' tau, sebenernya yang menelpon Fasya adalah teman Clara. Chaca' tau kalo Clara sekarang sedang sakit. Ia juga merasa sangat bersalah kepada Clara dan membiarkan fasya pergi menemui Clara.
.
.
.
Sesampainya fLFasya di vila tempat Clara tinggal, ia langsung menemui Cika dan Lulu yang berada di depan pintu kamar Clara.
"Apa yang terjdi?" Ucap Fasya panik
"Clara tidak mau keluar dari kamarnya, ia tidak membuka pintunya dari tadi. Aku khawatir jika ia pingsan" ucap Lulu
"Sya coba kamu mengetuk pintunya, mungkin dia menunggumu. Dia belum makan sedikit pun" ucap Cika
*toktoktok*
"Claraa, ini aku fasya. Ayo buka pintunya. Kita makan malam bersama" ucap Fasya.
Tiba tiba, Clara membuka pintunya dan memeluk Fasya.
"Aku mengkhawatirkan mu" ucap Clara menangis
"Hei apa yang terjadi?" Tanya Fasya mengusap air mata Clara. Aku mau kita bicara berdua di tempat yang tenang.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk berbicara di taman tepatnya di puncak tertinggi.
"Ada apa Clara? Apa yang terjadi?" Tanya Fasya
"Aku takut jika kamu akan meninggalkanku sendiri" ucap clara menatap lekat Fasya
"Aku tidak akan membiarkanmu berjuang melawan penyakit sendirian" ucap Fasya tesenyum
"Boleh aku bertanya sesuatu kepadamu?" Ucap Clara
"Bertanyalah"
"Apa kau masih mencintaiku?" Tanya Clara menatap lekar Fasya. Fasya terdiam dan tidak berkata apa-apa
"Mengapa diam? Kau sangat mengenal ku, kau tau jika diamnya seseorang aku artikan iya" ucap Clara tersenyum
"Aku mencintai Chaca, aku berjanji akan berdetak bersama selamanya. Aku akan melalukan apa saja yang bisa membuatnya bahagia. Aku sangat menyayanginya. Aku bahkan menangis di depannya. Aku taku kehilangannya. Aku bahkan tidak menuruti permintaan mamah untuk meninggalkannya karena ia dikenal sebagai gadis yang angkuh. Dan kau juga sangat mengenalku, aku tidak akan membantah perintah mamah. Namun demi dia, untuk pertama kalinya aku berani membantah mamah dan omah. Semua orang mengenalnya sebagai gadis nya angkuh dan manja. Namun akulah yang sangat mengenalnya, bagiku dia adalah gadis yang sangat aku cintai. Gadis yang bisa membuatku melalukan apapun agar bisa membuatnya bahagia" ucap Fasya sambil menetekan air mata dan menatap lekat Clara.
"Wah, akhirnya kau mengeluarkan semua yang ingin kau katakan tetang gadis itu kepadaku sekarang. Sekarang, aku akan menceritakan pria yang aku cintai. Dia adalah pria yang menarik tanganku ketika aku putus asa. Dia adalah pria yang selalu memberiku semangat ketika aku mulai jenuh bermain biola. Ia adalah pria yang selalu mengobati jariku yang luka karena berlatih keras dengan biola kesyanganku. Dialah yang pertama kali memberiku biola mahal yang menjadi biola kesayanganku. Dia adalah orang yang kembali membangkitkan bisnis restoran keluargaku yang hampir bangkrut. Dia adalah pria yang aku tangisi di setiap malam saat ia tiba tiba menghilang. Ia adalah pria yang membuatku kembali ke Indonesia demi mendapatkan cintanya kembali. Dan dia adalah pria yang menatap lekat mataku sambil menceritakan gadis yang sangat ia cintai saat ini. Aku percaya, suatu saat ia akan kembali mencintaiku seperti dulu" ucap Clara sambil menangis tersedu sedu
"Sekarang, kau bahakan tidak memanggilku dengan nama Ara lagi. tapi aku yakin suatu saat panggilan Ara akan kembali terucap di telingamu" ucap Clara memeluk Fasya
"Ayo kita pulang, di sini sangat dingin. Tidak baik untuk kesehatanmu" ucap Fasya yang langsung membawa Clara masuk ke dalam mobil
Merekapun kembali ke vila Clara dan Fasya membawa Clara ke kamarnya kemudian kembali ke vila untuk menemui Chaca'
__ADS_1
MAAFKAN AKU, AKU TIDAK AKAN BERHENTI MENCINTAI CHACA' SEDIKIT PUN. DAN KAU TAU BETUL, TAK ADA SEORANGPUN YANG BISA MENCINTAI DUA HATI SEKALIGUS. CINTA UNTUK MU SUDAH BERUBAH MENJADI RASA SAYANG KAKAK KEPADA ADIKNYA. CLARA, MAAFKAN AKU
-Fasya Al-gifary