
AKU TAU KAU PUNYA NIAT YANG BAIK, AKU HANYA BERUSAHA BERDAMAI DENGAN KEADAAN INI. KAU TAU APA YANG SANGAT MENYAKITIKU SAAT INI? AKU LAGI-LAGI MERASA TAK PUNYA TIANG UNTUK BERSANDAR.
-Aliyza Kanza Sinhawa.
Ketika Chaca' berlari ke perkebunan teh, ia tiba-tiba tersandung oleh batu besar. Itu membuat iya terjatuh dan membuat dadanya tertumbuk oleh batu besar dengan sangat keras. Bahakan, iya sempat sangat sulit menarik nafasnya dan membuatnya hampir saja pingsan.
Tak ada orang di sana, tak ada yang membantunya. Ia tetap memilih pada posisinya guna untuk mengatur pernafasannya yang sesak.
"Kau baik-baik saja?" Ucap seorang pria yang menjulurkan tangannya kepada Chaca' guna untuk membantunya berdiri. Namun, Chaca' tidak menggubris dan tetap pada posisinya. Ia seakan tak punya tenaga untuk bergerak, hatinya sangat terluka saat ini.
"Hei, apa kau pingsan!" Ucap Yudha yang panik sambil membalikkan badan Chaca'. Ia sangat terkejut melihat mata Chaca' yang bengkak karena menangis dan di penuhi pasir.
"Menjauh dariku!" Ucap Chaca' sambil mendorong Yudha dan berdiri meninggalkannya.
Chaca' memutuskan untuk kerumah pohon. Ia merasa membutuhkan tidur sekarang, tenaganya tiba-tiba lemah setelah menangis.
KAU MEMBUTUHKAN WAKTU BERHARI-HARI UNTUK MENDAPATKAN HATIKU. NAMUN, KAU HANYA BUTUH WAKTU SATU HARI UNTUK MEMBUAT LUKA YANG PALING DALAM UNTUK KU. KAU BAHKAN PERNAH BILANG TAK
INGIN MELIHATKU MENANGIS, NAMUN SEKARANG KAULAH YANG MEMBUAT AIR MATAKU TAK BISA TERHENTI.
-Aliyza Kanza Sinhawa
"Huhh! Kuat Cha' kau harus buktikan jika kau tidak egois. Kau harus kuat, tak ada yang boleh melihat air matamu. Kau harus ingat, meneteskan air mata di depan seseorang sama saja dengan menunjukkan kelemahan mu" ucapa Chaca' mengusap air matanya.
.
.
.
Chaca' tertidur sangat lama di rumah pohon itu. Chaca' tak sadar bahawa ia tertidur hingga hampir tengah malam.
"Astaga! Ini sudah jam 10 malam" teriak Chaca' melihat handphonnya .
*tringggtringgg*
__ADS_1
Tiba-tiba Fasya menelfon. Fasya sangat cemas dengan keberadaan Chaca' yang belum terlihat sejak soreh oleh Lika yang mengabari Fasya.
"Halo Sya" ucap Chaca'
"Cha' kamu di mana? Mengapa kamu belum pulang" ucap Fasya panik
"Tenanglah, aku sedang bersama bunda sekarang, ia datang ke Indonesia kemudian menjemputku dan mengajak ku kekota untuk makan malamĀ sebentar. Setelah itu aku pulang" ucap Chaca' berbohong.
"Aku yang akan menjemputmu pulang" ucap Fasya
"Tidak perlu, aku sudah dijalan dan tidak lama lagi sampai. Kalau begitu aku tutup dulu" ucap Chaca' yang langsung mematikan telfonnya.
AKU HARUS BAGAIMANA BILA TAK ADA KAMU. AKU MEMILIH MENUTUP MATA DAN TELINGA DEMI TETAP BERSAMA MU. KU MOHON UNTUK TETAP ADA UNTUK KU, DAN AKU AKAN BERPURA-PURA TAK TAU TENTANG APA YANG TERJADI.
-Aliyza Kanza Sinhawa
.
.
.
Chaca' berjalan ke arahnya dan Fasya pun menghampirinya dengan cepat dan memeluk Chaca'
"Kau dari mana saja, aku sangat khawatir" ucap Fasya sambil memeluk erat Chaca'
"Aku mencintaimu" ucap Chaca tersenyum dan menatap lekat Fasya
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Fasya dan memegang pipi Chaca' dengan ke dua tangannya
"Aku mencintaimu" ucap Chaca' lagi
"Aku juga sangat mencintai mu" ucap Fasya menatap lekat Chaca'. Chaca' pun kembali memeluknya dan menenggelamkan wajahnya di dada datar Fasya.
'Aku akan sangat sering mengucapkan kata itu untuk memastikan kau tetap mencintaiku' ucap chaca' di dalam hati
__ADS_1
yang berusaha untuk tidak menangis. Ia pun memandang wajah Fasya dengan tersenyum hangat kepada Fasya.
"Apa aku bisa meminta sesuatu?" Ucap Chaca'
"Apa itu?" Tanya Fasya
"Berjanjilah untuk tidak meninggalkan ku" ucap Fasya
"Aku tidak adakan meninggalkan mu, apapun alasannya" ucap Fasya yang masih memeluk Chaca'
'Mungin, kau yang akan meninggalkan ku ketika kau telah mengetahui yang sebenarnya. Aku hanya ingin kau tau aku benar-benar sangat mencintaimu' ucap Fasya di dalam hati dengan mata yang berkaca-kaca.
Merekapun memutuskan untuk masuk ke dalam vila dan beristirahat.
"Tidurlah" ucap Fasya sambil mengusap kepala chaca' ketika ia mengantar Chaca' ke kamarnya
"Aku mencintaimu" ucap Chaca' menatap lekat Fasya
"Aku sangat mencintaimu" ucap Fasya kemudian mencium kepala Chaca'.
Chaca' pun masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya. Ia melihat keluar jendela dan menatap langit malam dari dalam kamarnya.
AKU MERASA BEGITU SAKIT KETIKA HARUS TERSENYUM DI DEPAN MU MESKI HATIKU BENAR BENAR TERLUKA. BISAKAH KAU MELIHAT KEBOHONGAN DI MATAKU? BISAKAH KAU MERASAKAN KESEDIHANKU? KU MOHON BERIKAN AKU CARA UNTUK TETAP TERLIHAT KUAT DI DEPAN MU. SAMPAI DETIK INI AKU MASIH TIDAK MENYANGKA KAU AKAN MEMBUAT KU TERLUKA SEHEBAT INI.
-Aliyza Kanza Sinhawa
.
.
.
.
MAAFKAN AKU. KALAU SAJA AKU TAK BERTEMU DENGANNYA KEMBALI, MUNGKIN SEMUANYA AKAN BAIK BAIK SAJA. AKU BENAR BENAR MELUKAI PERASAANMU, AKU SANGAT TAKUT MENATAP MATAMU SAAT INI. AKU TAKUT KAU MELIHAT KEBOHONGAN DI MATAKU, MAAFKAN AKU YANG TIDAK BISA TEGAS MENGHADAPI INI. SATU HAL YANG HARUS KAU TAU, AKU KAN SELALU ADA UNTUKMU. AKAN KU PASTIKAN KITA AKAN BERNAFAS DAN BERDETAK BERSAMA SELAMANYA.
__ADS_1
-Fasya Al-gifary.