
Chaca' telah berada di depan teras rumah megahnya itu, iya melangkah mendekati mobil mewah yang terparkir di depan rumahnya dengan supir yang membukakan pintu untuknya.
"Selamat pagi nona, silahkan masuk" ucap supir itu dengan sopan
"Biarkan saya menyetir sendiri, hari ini saya tidak mau di ikuti oleh siapapun" ucap Chaca' dengan nada tegas
"Tapi nona, saya takut nona
kenapa - kenapa" ucap supir itu khawatir
"Kenapa pak Amran? Apakan bapak menganggap saya tidak bisa melalukan apapun selain menerima uang dari mareka?" Ucap chaca'.
Ya yang di maksud chaca' adalah uang orang tuanya. Ia sangat sensitif, ia sangat mudah merasa di pandang sebelah mata. Pak Amran adalah supir yang telah mengantar jemput chaca' mulai dari SD jadi ia akrab dengan pak Amran dan beberapa pelayan yang telah bekerja di rumahnya selama bertahun tahun.
"Jadi saya mohon pak, biarkan saya sendirian ke sekolah" lanjutnya lagi
"Baiklah nona, jika nona membutuhkan sesuatu atau ada kendala, saya mohon hubungi saya segera nona" ucap pak Amran khawatir.
"Kalo begitu saya pamit pak" ucap Chaca kemudian masuk ke dalam mobil
Pak Amran telah mengaggap Chaca' sebagai anak kandungnya sendiri, mengingat Pak Amran sangat tau kondisi yang di hadapi oleh Chaca' selama bertahun - tahun dan dialah yang setia mengawalnya. Karena Chaca' adalah alasan ia tidak berhenti dari pekerjaannya sebagai supir. Padahal anak -anak Pak Amran sudah bekerja namun karena ia sangat menyayangi Chaca' dan sangat khawatir kepadanya, iya tetap bersedia sebagai supir pribadi Chaca' dan Chaca' pun sangat memperlakukannya dengan baik.
.
.
.
*plak*
Chaca' memukul keras stir mobil yang iya pegang. Ia sangat merasa kacau pagi ini, iya sangat sedih dan sangat ingin menangis saat ini.
'Seandainya Bunda ada di samping aku setiap saat, mungkin aku gak bakal ngelakuin ini Bun. Banyak hal yang ingin aku katakan namun aku tak bisa menahan air mataku di depan Bunda, aku tidak mau di anggap lemah sama semua orang Bun.
Aku sama sekali tidak bahagia dengan uang, aku hanya ingin kasih sayang dari ayah dan Bunda'
Ucap chaca' di dalam hati sambil meneteskan air matanya.
Chaca' hampir tidak pernah di lihat oleh siapapun menangis, ia sangat menjaga agar air matanya agar tidak jatuh di depan siapapun karna iya anggap itu akan menunjukkan sisi kelemahannya. Di mata semua orang ia adalah gadis yang manja, angkuh, dan memiliki apapun yang ia inginkan dengan harta kekayaannya.
"Tuhan, berikan aku penyakit agar semua orang yang aku butuhkan bisa ada di sampingku. Aku mohon hadirkan semua wajah - wajah yang aku sayangi ketika engkau memberiku penyakit" ucap chaca sambil menangis tersedu - sedu.
.
.
.
Sesampainya di pakriran sekolah, ia turun dari mobilnya. Sebelum ia turun, chaca' merapikan penampilannya agar tidak terlihat sedih.
"Kamu gadis yang paling cantik dan kuat"
Ucap caca sambil tersenyum melihat wajahnya di kaca mobilnya
"Chaaaaaaaaaaaaaa" teriak dua orang wanita dari belakang dan berlari menghampiri Chaca'
__ADS_1
"Kalian ribut banget tau gak, ini masi pagi"
Ucap chaca' terkejut
"Tau nih Cha' Alika suaranya cempreng banget" ucpa Indah, sahabat Chaca'
Alika dan Indah adalah sahabat Chaca' sejak SMP hingga sekarang. Mereka juga anak konglo merat namun tidak melebihi Cahca'.
SMP dan SMA Pelita Harapan merupakan sekolah Percontohan dan Sekolah termewah yang ada di Ibu kota. Sekolah tersebut di bangun oleh keluarga besar Al-gifary, Al-gifary group merupakan perusahaan yang bergerak di bidang furniture yang kekayaannya setara dengan sinhawa group. Sinhawa group sendiri bergerak di bidang Apartement dan perhotelan.
SMA ini hanya di isi oleh siswa(i) yang berasal dari anak konglo merat, sebab biayanya masuknya yang besar dan Sppnya yang sangat tinggi. SMP dan SMA pelita harapan juga memiliki program beasiswa yang di peruntukkan hanya kepada siswa(i) yang pintar dan kurang mampu.
"Eh guys tugas Matematika kalian udah jadi belum?" Ucap Indah
"Mati gw, gw gak ngerjain lagi. Gimana dong" ucap Chaca' panik
"Aduh tenang dong, kan banyak yang bakal nyontekin haha" ucap Lika ketawa jahat.
Mereka adalah tiga sekawan yang sangat di waspadai dan di segani oleh siswa(i) di Pelita harapan. Karena mereka selalu menjahili teman - temannya dan memerintah teman - temannya. Mereka sangat terkenal di Pelita harapan karena kecantikan dan kekayaan mereka.
*tringgggtringggtringgg*
"Gawat mana bel udah bunyi lagi, kita kan belum sempat nyalin" ucap Indah panik
"Ayo cpat masuk ke kelas" ucap Chaca'
Sesampainya di kelas, ia langsung meminta salinan kepada siswi yang terpintar di kelasnya
"Dinda, mana tugas matematika lo" ucap Lika
"Ayo cepet nulis gays" ucap mereka
*tringggtringg*
bel istirahat berbunyi
"Ayo makan siang" ucap Indah
"Ayo!!" Ucap Chaca' dan Lika secara bersamaan
Di tengah perjalanan menuju ke ruang makan yang telah di sediakan oleh pihak sekolah, langkah mereka terhenti saat melihat pengumuman di papan tentang camping tahunan.
"Wah kayanya bakal seru nih" ucap Lika
"Pokoknya kalian harus siap-siap mulai srkarang" ucap Indah
"Siap-siap? Kan masi kurang dari dua bulan , ini masi lama tau" ucap Lika
"Haha secara kita kan harus perfect, iyakan Cha'" ucap indah menggoda Chaca'
"Cha'" ucap seorang pria sambil mengusap kepala Chaca' dari belakang
"Ayo kita makan" ucapa Alvaro dan Andika
Secara bersamaan.
__ADS_1
Ya ketiga laki-laki itu adalah siswa yang sangat populer di sekolahnya. Fasya Al-gifary merupakan putra tunggal dari Farhri Al-gifary yang merupakan pemilik dari Al-gifary group. Ia adalah kekasih Chaca' yang baru ia pacari kurang dari 1 tahun. Fasya merupakan murid pindahan dari Amerika karena orang tuanya menetap di Amerika, yaitu pusat Al-gifary group berkembang. Ia memutuskan untuk pulang ke Indonesia karena ia ingin tinggal bersama kakek dan neneknya yang sangat sayang kepadanya. Fasya merupakan anak yang sangat di sayangi oleh keluarganya mengingat ia adalah pewaris satu-satunya di keluarga Al-gifary. Ia sangat di sayangi oleh kedua orang tua dan kekek neneknya.
Sesampainya di Indonesia ia langsung melanjutkan pendidikannya di SMA Pelita harapan yang di bangun oleh keluarganya. Disanalah ia bertemu dengan Chaca' dan langsung jatuh hati melihat chaca' yang sangat ceria dan banyak tingkah.
Alvaro dan Andika adalah sahabatnya dari Amerika, mereka juga Orang indonesia yang mengikut orang tuanya berbisnis di Amerika dan memutuskan untuk pulang dan ikut bersama Fasya ke Indonesia. Mereka berdua juga sangat kaya raya.
"Kelas kalian udah selesai?" Ucap chaca'
"Iya, tadi kita di kelas Astronomi" ucap Dika.
Pelita harapan merupakan sekolah yang menerapkan sistem Mooving Class dan di pisahkan antara siswa Laki-laki dan Perempuan dalam satu kelas karena ada pelajaran khusus Laki-laki dan Perempuan.
"Ayo, 45 menit lagi bell bunyi" ucap Fasya menarik tangan Chaca' menuju ke ruang makan
"Cha' mau makan apa? Biar aku yang ambilin" ucap Fasya lembut
"Terserah kamu aja Sya" ucap Chaca senyum
Ketika Fasya dan teman-temannya berdiri mengambil makanan yang di layani oleh catering sekolah, chaca' dan teman - temannya berdiri mengambil puding dan minuman
"Gays kita sekalian ambilin mereka juga, gak enak kan mereka ambilin kita makanan dan kita cuma ambilin minum kita sendiri" ucap Indah
"Iya iya bawel" ucap lika mencubit pipi Indah
"Sakit tau" ucap Indah kesal.
Setelah makan, mereka berpisah. Chaca' dan Fasya memutuskan untuk pergi berdua ke taman sekolah
"Kamu kenapa?" Tanya Fasya
"Aku? Aku gak apa-apa kok" ucap Chaca memengang erat tangan Fasya
*drukk*
seorang siswi menabrak Chaca'
"Maaf Chaca' aku gak sengaja" ucap siswi itu
"Kalo jalan pelan-pelan dong, kamu kan bisa perkirakan. Malah nabrak" ucap Chaca kesal
"Iya gak apa-apa, lain kali hati-hati" ucap Fasya yang membantu Chaca membersihkan kotoran di lengannya.
"Makasih Fasya ucap gadis itu dan kemudian segera meninggalkan mereka berdua
"Kok kamu maafin sih, liatkan di tadi yang menabrak ku" ucap Chaca kesal
"Cha' dia gak sengaja, kamu harus bisa kendaliin emosi kamu. Aku tau kamu orang baik" ucap Fasya kemudian mengusap kepala Chaca guna untuk meredakan emosi Chaca'
"Huftt" Chaca membuang nafas kasarnya dan kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju ke kelas Biologi, yaitu kelas Chaca' selanjutnya.
Ya Fasya merupakan sosok yang sangat
Baik hati. Dia sangat dewasa, gagah, tampan dan rupawan. Semua orang sangat tertarik kepadanya dan Satu sekolah tau ia memiliki sifat yang timbal balik dengan Chaca'.
Fasya merupakan satu-satunya orang yang bisa meredakan emosi Chaca dengan dengan cepat. Ia memperlakukan Chaca' dengan sangat baik dan menganggap Chaca sebagai pacar dan adiknya sendiri.
__ADS_1