Sekali Saja

Sekali Saja
Ragaku pamit


__ADS_3

HANYA KARENA KAU TIDAK MELIHATKU, BUKAN BERARTI AKU TAK ADA BERSAMA MU. AKU SELALU ADA, MERASAKAN SUKA MAUPUN DUKAMU. KUATKAN HATIMU, DAN KU HARAP KAU BISA MENERIMA AKHIR YANG BAHAGIA INI.


-Fasya Al-gifary


08.00 Setelah orang tua Fasya setuju dengan permintaan Fasya, akhirnya dokter yang menangani Fasya segera mendatangi Yudha.


"Permisi tuan, saya mendapatkan donor jantung untuk nona muda" ucap dokter yang duduk di sofa ruangan Yudha


"Syukurlah, Siapa orang yang berbesar hati ingin mendonorkan jantungnya" tanya Yudha yang sangat senang mendengar berita baik ini


"Pewaris tunggal Al-gifary Group tuan, Fasya Al-gifary" ucap dokter itu dengan sangat berat hati


Fasya yang mendengar hal itu sangat syok dan bahkan terdiam sejenak. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dokter itu katakan.


"Apa yang dokter katakan, jangan mengada-ada!" ucap Yudha yang emosinya mulai naik karena sangat syok mendengar berita itu


"Saya tidak berbohong tuan" ucap dokter dengan nada ketakutan


"Kau tau resiko pendonor jantung untuk Chaca'? Ia akan kehilangan nyawanya. Ia tidak mungkin meninggalkan Chaca'" teriak Yudha


"Tuan muda mengalami kecelakaan tadi pagi dini hari dan sekarang ia kritis tuan. Keadaannya sudah tidak memungkinkan. Ia mengalami pendarahan hebat di bagian kepalanya. Mungkin sulit untuk bisa memastikan agar ia bisa bertahan sampai 2 hari kedepan" jelas dokter itu


Setelah Yudha mendengar itu, akhirnya ia segera melihat keadaan Fasya. Fasya benar-benar terlihat sangat parah. Yudha benar-benar sulit mengambil keputusan. Yudha sempat tak mau menerima jantung Fasya dan berharap Fasya bisa bertahan.


'Aku memang mencintai kekasihmu. Namun, aku juga tak tega melihatmu menderita seperti ini. Cintamu kepadanya juga sangat besar, kau bahkan merelakan nyawamu untuknya. Bagaimana mungkin aku tega mengangkat jantungmu dan melihatmu menghembuskan nafas terakhir mu' 

__ADS_1


Ucap Yudha di dalam hati sambil menatap Fasya.


Namun, keadaan Fasya semakin memburuk. Tak ada tanda-tanda Fasya bisa pulih dari kritisnya. Keluarga Fasya membujuk Yudha agar segera melakukan operasi demi menjalankan titah terakhir Fasya.


Dengan sangat berberat hati, akhirnya Yudha setuju untuk menjalankan operasi. Yudha langsung yang menangani operasi Fasya dan Chaca'.


Ketika Fasya dan Chaca' sudah di dorong ke dalam ruang operasi, Yudha benar-benar tak tega dan sangat sedih dalam situasi ini. Ia beberapa kali menatap lekat Fasya dan Chaca' sambil menahan air matanya agar tidak terjatuh.


Iya akhirnya mengambil tangan Fasya dan Chaca' dan menggenggamnya dengan sangat erat.


"Kalian adalah cinta yang sempurna. Kalian adalah cinta yang benar-benar nyata. Sebentar lagi, kita bertiga akan bersama selamanya. Fasya aku berjanji akan menjaganya dan tidak akan pernah membuatnya merasa sedih sedikit pun. Aku akan memcintainya seperti kau mencintainya dengan kebesaran hatimu. Cha' aku berjanji, mulai sekarang, aku yang akan menjadi matamu, telingamu, dan tiangmu untuk tetap berdiri kuat. Semoga ini bukan keputusan yang salah. Kalian telah memperlihatkan kepadaku bukti cintah yang sesungguhnya. Terima kasih" Ucap Yudha. Fasya tiba-tiba meneteskan air matanya dan membuat tangis Yudha menjadi pecah. Sedangkan Chaca' sama sekali tidak sadarkan diri sedikitpun.


"Tunggu tuan" ucap dokter Fahri yang tiba-tiba masuk ke ruang operasi dengan pakaian operasi yang kengkap


"Lakukan yang terbaik doker" ucap Yudha kemudian meninggalkan ruang operasi yang berusaha menenangkan dirinya.


Operasipun di jalankan oleh dokter Fahri, salah satu dokter terbaik yang ada di Indonesia.


Beberapa jam kemudian, akhirnya operasi selesai. Dokter Fahri keluar ruang operasi untuk menemui keluarga Chaca' dan Fasya yang menunggu di depan ruang Operasi


"Bagaimana operasinya dok?" Tanya Bunda  Chaca' yang langsung menghampiri dokter Fahri.


Semua orang langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri dokter Fahari. Di sana terlihat semua keluarga baik Chaca' dan Fasya yang berdoa agar operasinya bisa berjalan lancar.


"Operasinya berjalan lancar. Namun, keadaan nona muda masih koma. Kita hanya bisa berdoa agar nona muda bisa cepat sadar dengan jantungnya yang sudah baik. Dan tuan muda menghembuskan nafas terakhirnya pukul 18.00 tuan dan nyonya" ucap dokter Fahri dengan raut wajah penuh kesedihan

__ADS_1


"Anakku!" Ucap Bunda Chaca' yang tangisnya langsung pecah dan di peluk oleh Dimas, ayah Chaca'


"Akhirnya kau benar-benar membuktikan cintamu nak. Kau benar-benar melakukannya. Kau pria sejati. Anakku yang selalu ku didik dan ku berikan kasih sayang yang besar. Mamah ikhlaskan kau pergi. Mama berjanji akan menyangi dan menjaganya seperti kau memperlakukannya nak. Mamah percaya, pilihanmu tidak pernah salah. Mamah menyayangimu" ucap mamah Fasya yang tangisnya pecah melihat jasad anaknya yang telah kaku.


Bunda Chaca' yang melihat itu akhirnya langsung memeluk mamah Fasya dan menangis bersama.


"Terima kasih" ucap Bunda Chaca' yang memeluk mamah Fasya dengan sangat erat


"Aku akan menganggap Chaca' seperti anakku sendiri" ucap mamah Fasya yang berusaha tersenyum


"Tentu saja, kita akan menjaganya bersama dan merawatnya bersama" ucap bunda Chaca' yang mengusap air mata Mamah fasya


"Semoga anak kita bisa bahagia" ucap papah Fasya yang menyalimi tangan ayah Chaca'


"Tentu, dia sekarang anak kita semua" ucap ayah Chaca' yang tersenyum kepada papah Fasya


Suasana itu menjadi sangat haru. Semua keluarga benar-benar sangat memberikan kehangatan satu sama lain. Mereka memutuskan untuk merawat dan memberikan kasih sayang kepada Chaca' bersama. 


Setelah Operasi, akhirnya Chaca' di bawa ke ruang perawatan dengan keadaan yang masih koma. Sedangkan jasad fasya di bawa kerumah untuk melakukan prosesi pemakaman.


SEKARANG, TAK AKAN ADA LAGI KATA PERPISAHAN DI ANTARA KITA. AKU AKAN SELALU ADA UNTUKMU. SELALU MERASAKAN SEDIH DAN BAHAGIAMU. AKU AKAN MENJAGAMU AGAR TETAP MERASA KUAT. JIKA KAU MERINDUKANKU, PEGANGLAH DADAMU DAN RASAKAN DETAK JANTUNGKU YANG BERDETAK BERSAMAMU. DI SAAT ITULAH KAU AKAN MERASAKAN KEHADIRANKU YANG SELALU ADA BERSAMAMU. INI BUKAN TENTANG PERPISAHAN, MELAINKAN TENTANG CINTA YANG AKAN SELALU BERSAMA HINGGA AJAL MENJEMPUTMU. SEKARANG, BIARLAH RAGAKU BERPAMITAN DENGANMU. AKU PERCAYA, KAU AKAN MENEMUKAN PRIA YANG AKAN MENCINTAI DAN MENJAGAMU SEPERTI ATAU BAHKAN LEBIH DARI CARAKU. AKU MENCINTAIMU ALIYZA KANZA SINHAWA.


-Fasya Al-Gifary.


Berita mereka menjadi berita yang sangat booming baik di media komunikasi, sosmed, ataupun di media cetak. Bukan hanya di Indonesia, bahkan juga di beberapa negara.

__ADS_1


__ADS_2