Sekali Saja

Sekali Saja
Bunda, aku merindukanmu


__ADS_3

Pagi telah tiba, mereka berkumpul untuk sarapan pagi di rest area. Namun, kali ini Chaca' memilih untuk duduk di meja ujung sendiri. Ada yang berbeda dengan Chaca' hari ini. Ia tampak lesu dan terlihat seperti tengah memikirkan sesuatu.


"Cha' kenapa diam?" Tanya Fasya yang tiba tiba datang menghampiri Chaca'


"Aku hanya tak berselera makan" jawab Chaca' yang tidak melihat wajah Fasya


"Aku akan mengambilkanmu makanan" ucap Fasya mengelus kepala Chaca'


"Aku hanya mau minum susu dan makan buah. Kamu ambil saja makanan untukmu" ucap Chaca' yang tiba tiba berdiri meninggalkan Fasya dan menuju ke meja prasmanan.


BUNDA, KAU TAU? UNTUK PERTAMA KALINYA AKU BENAR BENAR SANGAT MERINDUKAN MU. ENTAH MENGAPA, AKU RASANYA SANGAT INGIN MELUAPKAN DUKA KU KEPADAMU. AKU BAHKAN SUDAH MELUPAKAN BAGAIMANA HANGATNYA TUBUHMU SAAT KAU MEMELUK KU. AKU BAHKAN LUPA, BAGAIMANA TATAPAN MURNI KASIH SAYANG MU UNTUK KU. AKU BAHKAN TAK INGAT SEPERTI APA WANGI PARFUM YANG SELALU KAU PAKAI. KAU TAU? KAU BAHKAN TAK PERNAH LAGI MELIHAT AIR MATAKU TERJATUH. KAU INGAT? AKU BAHKAN TIDAK PERNAH MENGATAKAN KEPADAMU BAHWA AKU SANGAT MENCINTAIMU. KITA BAHKAN HANYA BISA SALING MELIHAT TATAPAN AMARAH DI ANTARA KITA KETIKA KITA BERTEMU. KAU MUNGKIN LUPA BAGAIMANA SUARA TAWA DAN TANGISKU. BUNDA, ENTAH MENGAPA HATIKU SEAKAN SANGAT SULIT UNTUK MENCAIR. AKU BAHAKAN SELALU INGIN MENCOBA MENGUNGKAPKAN RASA RINDUKU KETIKA MENATAPMU. NAMUN, AMARAH MENUTUPI ITU SEMUA. BUNDA, AKU MERINDUKAN MU


-Aliyza Kanza Sinhawa


Itulah yang membuat Chaca' tiba tiba berubah pagi ini. Ia tiba tiba merindukan Bundanya. Ia benar benar sangat ingin bertemu dengannya sekarang.


*brukkkkk*


Chaca' tanpa sengaja menabrak Cika pada saat berjalan menuju meja prasmanan. Namun, Chaca' tidak berbalik sedikit pun melihat Cika dan hanya meneruskan langkahnya dengan tatapan kosong.


Kejadian itu sontak membuat semua orang yang berada di sana kaget dan merasa kesal kepada chaca'.


"Hei! Berhenti!" Teriak Cika kepada Chaca' yang masih berjalan tanpa meminta maaf kepada Cika


"Hei manusia egois! Berhenti!" Terikan Cika yang kedua kalinya membuat Chaca' menghentikan langkahnya.


"Apa lo bilang?" Tanya Chaca' sambil berbalik menatap tajam Cika


"EGOIS! Lihat? Lo bahkan berhasil membuat  semua orang yakin kalo lo sangat egois" ucap Cika yang langsung berdiri.


"Cika, kau tidak apa apa? Sudah teman teman. Kalian di liatin banyak orang" ucap Clara yang tiba tiba datang untuk menenangkan situasi


"Lo gak usah ikut campur!" Teriak Chaca'


"Dasar gak punya perasaan" teriak Cika kepada Chaca'


"Apa maksud lo!" Ucap Chaca yang langsung mendorong Cika

__ADS_1


*Brukkkkkk*


Cika akhirnya terjatuh dan menindih tubuh Clara. Karena kejadian itu, Clara tiba tiba mimisan dan pingsan.


"Chaca'!" Terika Fasya yang tiba tiba datang memegang erat tangan Chaca'


"Aku gak nyangka kalo kamu bisa sekasar ini" ucap Fasya yang sangat syok melihat Chaca' mendorong Cika. Chaca' hanya diam membatu dan tidak berani menatap wajah Fasya.


"Fasya ayo bawa Clara ke ruang medis" ucap Lulu panik. Fasya tiba tiba melepaskan tangan Chaca' dan langsung menggendong dan membawa Clara ke ruang medis.


'Untuk pertama kalinya aku mendengar suara amarahmu. Bahkan, suara itu kau lempar untuk ku. Untuk pertama kalinya kau melepaskan genggaman mu tanpa menatap mataku. Aku bahkan merasa sangat malu untuk menatap matamu. Aku tidak bisa mengenali suaramu. Kau bahkan berani menyentuhnya di hadapan ku'. Ucap Chaca' di dalam hati yang berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh.


MAAFKAN AKU TELAH MEMBUATMU TERLUKA. MAAFKAN AKU YANG TELAH MEMBUATMU TAKUT KARENA MENDENGARKU BERTERIAK. MAAFKAN AKU KARENA MEMBUATMU MENUNDUK DAN MENYEMBUNYIKAN WAJAH MU DI DEPAN SEMUA ORANG. MAAFKAN AKU KARENA TIDAK BERADA DI SISIMU DAN MEMELUKMU SEKARANG. MAAFKAN AKU YANG MELEPASKAN GENGGAMANKU DI DEPAN SEMUA ORANG. MAAFKAN AKU KARENA MENGGENDONG WANITA LAIN DI DEPAN MATAMU. KAU WANITA YANG KUAT, KU MOHON BERTAHANLAH SEBENTAR LAGI. MAAFKAN AKU. AKU MENCINTAIMU, ALIYZA KANZA SINHAWA.


-Fasya Al-gifary


Indah dan Lika bahkan hanya diam dan tidak membela Chaca'. Mereka berfikir Chaca' kali ini benar benar keterlaluan.


"Minta maaf!" ucap Yudha yang tiba tiba muncul bersama Asisten pribadinya membuat semua orang hening seketika.


"Kau tak mendengarnya? Kau harus minta maaf" ucap Yudha kembali dengan menatap tajam Chaca'. Chaca' langsung pergi meninggalkan rest area tanpa meminta maaf dan menatap satu wajahpun di sana.


BUKANNYA AKU INGIN MEMPERMALUKAN MU DI DEPAN SEMUA ORANG. AKU HANYA TAK INGIN SEMUA ORANG BERFIKIR JIKA KAU BENAR BENAR EGOIS. AKU HANYA INGIN MEMBUAT MU SADAR BAHWA TAK ADA SEORANG PUN YANG AKAN MEMBELAMU JIKA KAU BENAR BENAR SALAH. AKU BERJANJI, SUATU SAAT AKU AKAN MEMASTIKAN SEMUA ORANG AKAN MENATAP MU DENGAN PENUH RASA KAGUM.


-Yudha Nata Negara


Akhirnya, chaca' sampai di vila. Ia masuk ke dalam kamarnya dan menangis sangat keras dengan menutupi wajahnya agar tangisannya tidak terdengar.


*toktoktok*


"Chaca'!" Teriak Dika. Dikalah orang satu satunya yang mengejar Chaca'.


Ia paham betul perasaan Chaca'. Ia tau, bahkan pengorbanan Chaca' sudah sangat besar untuk Clara. Ia rela menutup mata dan telinganya seakan tak tau yang sebenarnya terjadi di antara Fasya dan Clara.


Namun, Indah yang melihat itu membuatnya semakin salah paham. Ia bahkan sudah melangkahkan kakinya untuk mengejar Chaca'. Namun ketika ia melihat Dika mengejarnya lebih dulu, ia menghentikan langkahnya dan bahkan membalikkan badannya dan berusaha tidak peduli kepada Chaca'.


"Chaca' buka!" Teriak Dika

__ADS_1


"Dika, biarkan aku sendiri sekarang" ucap Chaca' yang berusaha membuat suaranya agar tidak menangis.


"Baiklah, tenangkan dirimu" ucap Dika yang kemudian meninggalkan vila dan menuju ke tempat kegiatan.


Chaca' merasakan jantungnya sakit dan berdetak sangat cepat. Ia berusaha menenangkan dirinya dan menelfon seseorang.


"Halo Lia,  jemput aku sekarang" ucap Chaca' yang langsung mematikan telfonnya dan menunggu kedatangan Lia dan Pak amran. Ia ingin pulang dan berharap Bundanya berada di rumah sekarang.


'Hari ini, aku akan memelukmu dan mengatakan cinta kepadamu Bunda' ucap chaca' sambil meneteskan air matanya dan berusaha menenangkan dirinya dengan tersenyum.


Ia mengira Bundanyalah yang bisa mengobati luka hatinya sekarang. Ia akan menghilangkan amarahnya dan akan meminta maaf atas semuanya kepada Bundanya hari ini.


Tanpa sepengetahuan semua orang, Chaca' pun pulang ke ibu kota. Ia tidak membawa barangnya sedikit pun agar tak ada yang curiga. Ia berniat untuk kembali ke puncak di malam hari.


Aku memang terlanjur mencintaimu


Dan aku tak menyesali Itu.


Seluruh jiwa telah ku serahkan untuk


menggenggam janji setiaku.


Kumohon Jangan jadikan semua Ini adalah alasan untuk Kau Menyakitiku.


Meskipun cintamu tak Hanya Untukku,


Tapi cobalah sejenak mengerti.


Bila rasaku Ini adalah rasamu


apakah kau sanggup menahan sakitnya


terkhianati cinta yang kita Jaga.


Coba kau bayangkan kembali, apakah kau tau? betapa hancurnya hati ku karena semua ini faysa. Namun apa boleh buat, semuanya telah terjadi.


-Aliyza kanza sinhawa

__ADS_1


Selama di perjalanan ke kota, Chaca' tak berhenti menangis. Lia dan Pak Amran bahkan sangat terkejut melihat Cahca'. Karena untuk pertama kalinya, ia melihat Nona mudanya itu meneteskan air mata.


__ADS_2