Sekali Saja

Sekali Saja
Penguat Hatiku


__ADS_3

**KU TERPIKAT PADA TUTUR MU, AKU TERSIHIR JIWAMU. TERKAGUM PADA PANDANG MU, CARAMU MELIHAT DUNIA. KUHARAP KAU TAU BAHWA AKU TERINSPIRASI HATIMU. KU MOHON TETAPLAH DI SINI MENJADI PENGUAT HATI KU YANG HAMPIR TAK BISA MERASAKAN APA - APA.


- Aliyza Kanza Shinawa**


*tililit* *tililit*


Suara telpon rumah di ruang tamu keluarga Al-gifary group di tengah malam


"Halo, dengan kediaman keluarga Al-gifary"


Ucap asisten rumah tangga di rumah Fasya


"Halo, saya Amran supir pribadi nona Aliyza. Bisakah saya berbicara sama tuan muda?" Ucap pak Amran


"Den Fasya? Tunggu sebentar saya panggilkan pak" ucap Bi Lina. Bi Lina adalah ART yang bekerja di rumah fasya sejak lama


"Saya minta tolong mba, bilang ke tuan muda kalo nona Aliyza sedang berada di Rs.Nata Negara sekarang" ucap pak Amran


Ketika Bi lina mendengar chaca' berada di Rs, ia segera berlari ke lift untuk menuju ke lantai 3 rumah megah itu tepatnya ke kamar Fasya.


Chaca' sudah di kenal dengan keluarga besar Fasya. Namun, mereka tidak begitu menyutujui hubungan mereka mengingat Chaca' terkenal sebagai gadis yang angkuh dan manja. Namun, satu - satunya orang yang percaya bahwa Chaca' adalah gadis baik di rumah Fasya adalah Bi Lina. Fasya Sangat dekat dengan Bi Lina, karena Bi Lina lah yang bekerja di rumahnya sejak lama. Semua pelayan di rumah Fasya sangat segan dengan Bi Lina karena ialah yang tau semua tentang keluarga Al-gifary group dan ia juga pelayan yang paling tua. Ia sebagai kepala pelayan di rumah Al-gifar group.


*toktoktok*


"Den! Den!" Ucap Bi Lina sambil mengetuk pintu kamar Fasya dengan sangat panik


"Bi? Knapa? Bibi sangat panik"


Ucap Fasya bingung


"Den itu den, Nona muda den"


Ucap Bi Lina


"Nona muda? Siapa Bi?" Ucap casya Bingung


"Nona Chaca' ada di rumah sakit den"


Fasya mendengar itu sangat syok dan terdiam


"Chaca di Rs mana bi?"


Tanya fasya berusaha tenang


"Dia berada di Rs. NN tuan"


Fasya segera mengambil jaket dan kunci mobilnya, ia segera menuju ke rumah sakit Nata Negara untuk mendatangi chaca'.


.


.


.


Sesampainya di rumah sakit, iya segera menuju ke UGD dan bertemu dengan Pak Amran dan dua pelayan yang mendampingi Chaca' ke rumah sakit.


"Pak, Chaca' kenapa?" Ucap fasya panik


"Nona muda terpeleset di wc dan tiba - tiba pingsan tuan" ucap pak Amran


"Sudah berapa lama dia di dalam?" Ucap Fasya berusaha tenang


"Sudah 30 menit tuan"


Ucap pak Amran


Dokter pun keluar menhampiri fasya dan para pelayan yang sedang menunggu


"Dengan wali nona muda?" Ucap dokter tersebut.


"Saya dok" ucap Fasya yang tiba-tiba berdiri mendekati doter


"Selamat malam tuan muda, nona chaca' baik - baik saja. Tangannya hanya terkilir dan hanya syok hingga membuatnya pingsan" jelas dokter itu


Semua dokter di rumah sakit itu sangat mengenal Chaca' dan fasya mengingat mereka adalah anak dari pemilik perusahaan yang sukses dan terkenal hingga di berbagai negeri. Mereka sangat di perlakukan dengan baik oleh semua orang.


"Apa dia sudah siuman dok?" tanya Fasya


"Sudah tuan, nona muda akan di pindahkan ke ruang VVIP untuk beristirahat tuan" ucap doter


"Maaf dok, apa dia bisa di rawat di rumah saja?" Fasya sengaja meminta Chaca' untuk di rawat di rumah agar chaca' bisa lebih tenang


"Maaf tuan, sebaiknya nona muda di rawat di sini sampai kondisi tubuhnya mulai stabil kembali, sebab dokter keluarga Sinhawa group berada di Singapura karena akan ada operasi besar di sana" ucap dokter tersebut


"Kira-kira berapa hari ia harus tinggal di sini dok?"


"Sekitar 1 atau 2 hari saja tuan" ucap Dokter itu


"Terima kasih dok" ucap Fasya sambil menyalimi tangan dokter itu.


Setelah berada di rungan, Chaca' melihat fasya berdiri di sampingnya. Ia langsung duduk dan memeluk fasya sambil menangis.


"Aku takut sya" ucap Chaca'


"Cha' kamu tenang yah, kata dokter tangan kamu akan segera membaik. Ini hanya terkilir sayang" ucap Fasya sambil mencium kepala Chaca'


Fasya sangat memperlakukan Chaca dengan baik. Ia sangat lembut namun tetap tegas, jika Chaca' membuat kesalahan iya tidak segan untuk menegur Chaca' dengan pelan agar Chaca' mengerti.


"Pak Amran, biar saya yang menemani Chaca'. Silahkan kalian pulan dan beristirahat" ucap Fasya


"Tapi tuan, bagaimana jika ada yang tuan butuhkan" ucap salah satu pelayan khawatir


"Saya bisa mengurusnya, silahkan kalian beristirahat. Saya tau kalian lelah, ini sudah pukul 01:00" ucap Fasya


"Baik tuan kalo begitu kami pamit nona, terima kasih tuan kami pamit" ucap Pak Amran kepada Chaca dan Fasya


"Baik, hati-hati dijalan" ucap Fasya


Setelah Pak Amran dan dua pelayan pulang, Fasya tetap selalu duduk di kursi yang berada di samping ranjang perawatan dan selalu memegang tangan Fasya.


"Sya makasih" ucap Chaca' tersenyum menatap Fasya


"Makasih? Untuk apa?" Ucap Fasya mengelus kepala chaca


"Karna selalu ada untuk ku"


"Cha' aku yang memilih kamu menjadi wanita ku, jadi sudah seharusnya aku selalu ada buat kamu" ucap Fasya menatap  chaca' dalam-dalam


"Kamu alasan aku untuk tetap kuat, kamu alasan ku selalu bahagia setia waktu" ucap Cahca' lembut


"Aku menyayangimu, jadi tolong jangan membuatku merasa khawatir lagi" ucap Fasya


 


'Terima kasih Sya, aku kagum sama kamu. Cara kamu melihat dunia membuatku sangat bahagia bisa memilikimu, kamulah alasan ku tertawa, kamu alasnku kuat, dan kamu alasanku untuk tetap tegar. Banyak hal yang ingin ku ceritakan namun aku tak tau bagaimana cara untuk menceritakannya, sekarang biarlah seperti ini.'

__ADS_1


Ucap chaca' di dalam hati sambil memandangi wajah Fasya.


Malam itu, Chaca merasa sangat beruntung karena telah memiliki Fasya. 


"Cha' aku ke sekolah dulu yah. Aku hanya akan masuk kelas binis hari ini, setelah itu aku kan segera kembali" ucap Fasya mebelai rambut Chaca


"Yah padahal aku cuma mau sama kamu aja" ucap Chaca' manyun


"Aku hanya sebentar cha'" ucap Fasya tersenyum gemas melihat tingkah Chaca' yang ke kanak-kanakan itu


"Mba titip Chaca' yah" ucap fasya kepada pelayan Chaca' yang akan menggantikan Fasya


.


.


.


*tringgtringgg*


Suara telfon Fasya ketika sedang dalam perjalanan menuju sekolah


"Halo Mah, apa kabar?" Ucap Fasya


"Halo sayang, Mama baik. Kamu?"ucap Mamah Fasya


"Aku baik Mah, semuanya baik - baik saja kan?"


"Iya sayang. Papah suruh Mama telfon kamu buat kabarin kamu, karena kamu yang bakal gantii papah mengecek perusahaan di Selandia baru" ucap Mamah Fasya


"Kapan Mah?"


"Mungkin besok kamu harus segera beragkat ke sana"


"Tapi Mah" ucap Fasya tersendak


"Kenapa sayang?"


"Chaca' sekarang masuk rumah sakit mah"


"Sayang, kamu taukan Mamah dam Omah belum mentetujui hubungan kalian. Jadi jangan buat Mamah tidak menyetujui kalian karna hal ini" ucap Mama Fasya langsung memutus sambungan


Sarah Ningrum, adalah Ibu dari Fasya Al-gifary. Dia adalah dosen di Amerika serikat. Ia merupakan panutan Ibu yang sukses mendidik anaknya, ia juga motivator wanita hebat baik di Amerika maupun Indonesia. Ia sangat baik dan ramah, namun ia belum menyetujui hubungan Chaca' dan fasya mengingat kepribadian Chaca' yang sangat bertolak belakang dengan putra kesayangannya itu.


Fasya sendiri sudah di bebankan dengan bisnis ayahnya semenjak ia berumur 15 tahun dan ia sekarang berumur 19 tahun, sama dengan Chaca' dan teman - temannya. Ia harus membantu mengontrol dan mengawasi bisnis ayahnya yang tersebar di beberapa negara mengingat ia adalah satu-satunya pewaris di Al-gifary group. Ia sangat dewasa dalam bersikap dan mengambil keputusan, itulah salah satu alasan mengapa semua orang sangat kagum kepadanya.


.


.


.


Sesampainya di sekolah, ia bertemu dengan Alika dan indah di koridor sekolah


"Pagi sya" ucap Lika


"Lika! indah!" Ucap Fasya, Indah dan Lika segera berhenti dan mendekati Fasya


"Knpa Sya?" Ucap Lika


"Chaca' ada di rumah sakit" ucap Fasya


"Hah! Kok bisa?" Teriak Lika


"Dia semalam jatuh di kamar mandi"


"Keadaannya gimana? Di rumah sakit mana?" Ucap Indah


"Tangannya terkilir, di Rs.NN" ucap Fasya


"Yaudah pulang sekolah kita berdua bakal jenguk dia" ucap Indah


"Aku ke kelas dulu" ucap Fasya meninggalkan mreke berdua.


"Enak banget yah jadi Chaca' bisa punya pacar yang hampir sempurna kaya dia" ucap Lika


"Husss, makanya kamu doa biar lo dapat jodoh yang terbaik buat lo" ucap Indah mencubit pipi Lika sambil berjalan menuju kelas


.


.


.


Di rumah sakit, Chaca' sangat bosan. Ia sama sekali tidak melakukan apa pun selain berbaring dan bermain handphone


*toktoktok*


"Permisi nona muda" ucap dokter yang datang untuk memeriksa keadaan Chaca


"Silahkah masuk dok" ucap pelayan Chaca'


"Keadaan nona sudah mulai mebaik, besok sudah bisa pulang" ucap dokter


"Besok! Saya mau pulang hari ini. Saya sangat bosan di sini cihh" bentak Chaca'


"Maaf nona, kami harus benar-benar memastikan keadaan nona muda" ucap dokter itu


"Siapa kamu memerintah saya" ucap Chaca menantang


"Dia dalah dokter di rumah sakit ini"


Ucap pria yang tiba-tiba muncul di depan pintu kamar Chaca'


Yudha Nata Negara pria berumur 24 tahun, dia adalah Pewaris tunggal Aditya Nata Negara. Nata Negara group meliki Rumah sakit terbaik dan pusat pembelanjaan di berbagai negara, NN juga memiliki perusahaan Fasion dengan merek terkenal dan Univesitas ternama di Amerika dan Canada.


Yudha memiliki kepribadian yang sangat dingin dan sangat cerdas. Ia sangat terkenal di kalangan perkulihan, sebab ia menyelesaikan 2 program kuliah sekaligus yaitu Jurusan Bisnis di Amerika dan Spesialis Bedah di Korea. Ia sangat tampan dan rupawan, ia terkenal sangat teliti dan sangat tegas. Nata Negara grouplah yang berada di atas Sinhawa dan Al-gifary group. Dan kebetulan hari ini ia datang ke indonesia sebab ada program yang akan ia kerjakan di sini.


"Jika kamu mau pulang, silahkan. Namun jangan pernah salahkan rumah sakit kami jika terjadi apa-apa kepadamu" ucap Yudha menantang Chaca'


"Siapa kamu! Berani-beraninya ikut campur dengan urusanku!" Ucap Chaca' sambil berdiri dan berhadapan tepat di depan Yudha dengan emosi


"Kamu sangat angkuh, kamu adalah pasien di sini. Jadi jangan bertingkah dan ikuti prosedur kami, jika tidak silahkan keluar dari rumah sakit ini" ucap Yudha sambil mendekati Chaca' dan menatapnya tanpa berkedip sedikit pun


"Dia adalah putri kedua dari Sinahawa group tuan" bisik dokter itu kepada Yudha


"Jadi kamu adalah putri dari Sinhawa group? Itu sebabnya kau ingin di perlakukan spesial hah!" Ucap Yudha menatap Chaca' lebih dalam


"Siapa kamu!" Bentak Chaca


"Apakah kamu sangat berani karna memiliki banyak uang? Haha lihatlah betapa rendahnya kamu yang sangat angkuh karena kekayaan mu" ucap yudha yang berjalan terus menerus mendekati Chaca'. Chaca' pun juga terus menerus berjalan mundur dan akhirnya ia bersandar di dinding. Jarak mereka sangat dekat dan mereka menatap lekat dengan saling menantang.


"Cukup! Keluar dari ruangan ku" teriak Chaca' dengan nafas sesak


"Baik lah, selamat beristirahat. Silahkan intropeksi dirimu di ruangan ini" ucap Yudha sambil meninggalkan ruangan Chaca' dan di ikuti oleh dokter tersebut.

__ADS_1


'Matilah kita sekarang, dia pasti akan melampiaskannya' ucap dua pelayan Chaca' di dalam hati


Setelah Yudha pergi, suara Yudha masih terngiang di kepala Chaca' yang mengatakannya rendahan karena uang.


Ia merasa tertampar dengan perkataan Yudha tersebut dan sangat ingin mengamuk sekarang. Namun, ia berusaha menenangkan dirinya dan lekas kembali berbaring di tempat tidurnya. Tak lama kemudian iapun tertidur dengan sendirinya.


.


.


.


Pada soreh hari fasya kembali kerumah untuk mengganti baju dan segera menuju ke rumah sakit untuk menemani Chaca'


*toktoktok*


"Silahkan masuk tuan muda" ucap pelayan sambil membukakan pintu untuk Fasya


"Soreh mba, apa Chaca' baik-baik saja?"


Tanya fasya


"Anu tuan" pembicaraan pelayan itu terpotong ketika Chaca' duduk dan menjawab pertanyaan Fasya


"Aku baik Sya" ucap Chaca' berdiri dan memeluk Fasya sambil tersenyum


"Baguslah" ucap Fasya sambil tersenyum dan mencium kepala Chaca'


"Sebaiknya kalian pulang dan beristirahat, biar saya yang menemasi Chaca' malam ini" ucap Fasya kepada kedua pelayan itu


"Baik tuan muda, kalo begitu kami pamit dulu"


"Oh iya, suruh mereka diluar juga pulang"


Yang di maksud Fasya adalah 2 pengawal yang mulai pagi berada di depan pintu ruangan Chaca' untuk menjaga keamanan.


Namun ketika insiden tadi, mereka takut dan hanya diam sebeb mereka tau Yudha adalah putra tunggal dari NN group.


"Baiklah tuan, selamat soreh" ucap kedua pelayan dan berjalan keluar ruangan meninggalkan Chaca dan Fasya.


Fasya saya di di segani oleh para pelayan Chaca' sebab Fasya sangat memperlakukan mereka dengan baik.


"Sayang gimana di sekolah?"


Tanya Chaca'


"Sekolah? Semuanya aman Cha' memangnya kenapa?" tanya Fasya. mengelus kepala Chaca'


"Nggak apa-apa, aku kira sekolahnya rubuh" ucap Chaca' cemberut. Itu bukan jawaban yang chaca' harapkan. Ia sangat berharap Fasya akan mengatakan bahwa ia merasa kesepian tidak ada Chaca' di sekolah


"Hahah" sebenarnya fasya tau maksud dari pertanyaan Chaca', namun iya hanya gemas ketika menggoda Chaca' dan melihatnya cemberut manja.


.


.


.


"Eh ngomong-ngomong tadi kenapa nona muda tidak melampiaskan amarahnya seperti kemarin - kemarin? Bahkan tadi dia tidak mengatakan apa-apa kepada tuan muda" ucap salah satu pelayan ketika berjalan di koridor rumah sakit


"Mungkin nona muda malu, kamu tidak lihat? Wajahnya tadi sangat merah karena malu" ucap pelayan itu sinis


"Haha akhirnya ada orang yang bisa mewakili perasaan kita yah" ucap pelayan itu tertawa


"Dia Adalah pewaris tunggal NN" ucap pengawal yang mendengar percakapan kedua pelayan tersebut


"Apa? Pantas saja dia sangat tampan dan berwibawa. Dia sangat persis dengan tuan Fasya" ucap pelayan tersebut


"Akhirnya kau merasakan malu yang luar biasa nona haha" ucap pelayan tersebut


dan di ikuti oleh kedua pengawal.


Mereka sangat takut kepada Chaca' sebab Chaca' selalu membentak mereka baik di rumah mau pun di tempat keramaian. Sehingga mereka sakit hati dan hanya bisa menahannya karena tidak ingin di pecat. Sebeb, mereka di gaji 3 kali lipat dari gaji pelayan biasa.


.


.


.


Malam pun tiba, Fasya dan Chaca' sedang menonto tv sambil memakan buah-buahan segar.


*toktoktok*


"Cha' kita masuk yahhh" suara teriakan dari luar ruangan. Ternyata itu adalah Alvaro, Andika, Alika, dan Indah. Mereka datang untuk menjenguk Chaca'


"Kita ganggu gak? Klo ganggu kita pulang' ucap Varo menggoda


"Iya lo ganggu, sana pulang" ucap chaca senyum mengejek


"Yaelah, iyaiya yang lagi pacaran. Tangan lo gimana?" Tanya Dika


"Uadah bisa kok" ucap Chaca


"Bisa? Bisa apa?" Varo


"Tabokin lo haha" ucap Chaca, mereka semua tertawa.


"Udah-udah ini Rs tau nggak boleh berisik, entar kita di usir gimana?" Ucap Indah


"Siapa yang beraninya usir kita" ucap Lika menantang, mengingat mereka adalah anak dari pengusaha - pengusaha hebat.


"Kalian duduk gih" ucap Fasya mempersilahkan mereka duduk di sofa


Ucapan Lika barusan membuat Chaca' diam dan mengingat kejadian tadi siang, dan perkataan pria yang tak dikenalnya itu yang mengatakan Chaca merasa bangga dengan uang.


.


.


.


Permisi tuan muda, ini informasi yang anda minta mengenai putri kedua dari Sinhawa group.


"Aliyza Kanza Sinhawa di panggil chaca' berumur 19 tahun lahir pada tanggal 22 agustus 2001 adala putri kedua dari Sinhawa group. Ia merupakan siswi dari SMA pelita harapan yaitu milik dari Al-gifary group. Ia memiliki tinggi badan 170cm dan berat badan 47kg. Ia terkenal memiliki kepribadian angkuh dan sombong" jelas Kefin, sekerteris Yudha


"Baik, silahkan keluar dan beristirahat" ucap Yudha sambil membuka map coklat yang berisi informasi tentang Chaca'


"Baik tuan, selamat malam" ucap Kefin meninggalkan ruangan Yudha


"Berani sekali gadis kecil ini berkata kasar kepada orang tua" ucap Yudha kemudian menatap foto Chaca'


"Tingkah lakunya sangat berani, namun mengapa yang aku lihat di matanya hanya ketakutan dan kesedihan? Hmmm aneh sekali gadis ini, seperti ada luka yang ia pendam" Ucap Yudha sembil menatap foto Chaca' dan mengingat kejadian yang ia alami tadi siang bersama Chaca.


Ya, Yudha sangat penasaran dengan Chaca' bukan karena kecantikannya. Namun, ia melihat kesedihan di mata gadis itu. Kesedihan yang sengaja ia tutupi dengan keangkuhannya.

__ADS_1


__ADS_2