
Disebuah terminal bus, seorang gadis sangat tergesa-gesa untuk membeli tiket keberangkatan sebuah bus menuju kampung halamannya. Gadis tersebut adalah Nia Cecilia, seorang mahasiswa semester akhir yag kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri jurusan keguruan. Saat itu, Nia ingin pulang ke kampung halaman untuk suatu urusan yang mendesak, sehingga Nia terburu-buru. Tiba-tiba ia menanrak seseorang yang berada dibelakangnya setelah selesai membeli tiket.
“Maaf saya tidak sengaja.” Mohon Nia terhadap pria yang ia tabrak itu. Tetapi Nia tidak mendapat jawaban, pria itu malah berdecih dan menatap Nia dengan tajam.
Merasa tidak sengaja dan tidak memperoleh jawaban dari permintaan maaf yang Nia berikan. Nia pergi meninggalkan pria itu dan duduk di kursi tunggu menunggu jam keberangkatan.
Sombong sekali pria itu, batin Nia.
Selang beberapa saat pengumuman untuk memasuki bus terdengar oleh Nia dan gadis itu bergegas memasuki bus. Nia kebingungan mencari tempat duduknya. Saat sudah menemukannya, ternyata Nia duduk di tempat duduk dekat jendela dan tempat duduk di samping sudah di tempati oleh seorang pria.
“Permisi kak, saya duduk di tempat duduk disebelah. Bolehkah saya masuk?”, tanya Nia kepada seorang yang duduk di sisi kursinya tanpa melihat karena sibuk berbalas pesan dengan temannya.
“Oh.. ya silakan.” Jawab si Pria
Nia pun duduk di tempat duduknya dan melirik siapa yang duduk disampingnya. Nia begitu terkejut saat melihat pria yang duduk disampingnya adalah pria yang ia tabrak tadi. Tetapi Nia bersikap biasa saja seolah tidak perduli dengan orang yang disampingnya. Sedangkan pria itu menatap Nia dengan tatapan yang sulit diartikan. Terjadi keheningan dalam waktu yang sangat lama.
__ADS_1
Dalam perjalanan Nia merasa sangat bosan, Nia hanya memainkan telepon genggamnya. Namun, sesekali Nia melirik pria yang disampingnya dan terlihat sedang memejamkan mata.
Bosan dengan kegiatannya, Nia mencoba untuk tidur. Tetapi, gadis itu merasa kurang nyaman dalam tidurnya, dimana kepala Nia terkadang mengenai bahu lelaki itu. Nia mencoba untuk selalu memperbaiki posisinya. Dalam kegelisahannya, pria yang disamping Nia itu, juga merasakan ketidaknyamanan Nia. sehingga pria itu menggeser badannya lebih dekat dengan Nia. Namun, posisi tersebut membuat Nia semakin tidak nyaman, dan mencoba untuk selalu menghindar posisi tersebut.
Merasa tidak nyaman, Nia kembali membuka handphone lagi, mencoba untuk mencari kesibukan yang lainnya. Ditengah kesibukannya, Nia merasa sangat lapar dan mencoba untuk menahan rasa laparnya. Karena, bekal yang di bawa Nia ada didalam tas sandang Nia dan menyadari bahwa bekalnya berada di bagian paling bawah sehingga membuat gadis itu tidak mungkin untuk mengambilnya.
Semakin lama perut Nia terasa sakit, sehingga muncul rasa mual. Dengan perasaan gelisah, Nia teringat ada sebungkus roti didalam tasnya. Gadis itu mengambil dan segera memakan roti tersebut. Tetapi karena keadaan perut Nia yang sudah sakit, saat lagi makan roti perut Nia bergejolak. Ia dengan segera mengambil plastik yang selalu disediakannya didalam tas dan memuntahkan segala isi perutnya.
Setelah memuntahkan isi perutnya, Nia merasa perutnya nyeri dan mulutnya pahit. Setelah membuang plastik tempat muntah lewat jendela, Nia mencoba untuk tidur supaya hilang nyeri perut yang ia rasakan. Dan juga untuk menutupi rasa malu terhadap pria yang ada di sampingnya.
Setengah jam kemudian bus yang ditumpangi pun melaju. Nia kembali sibuk dengan telepon genggamnya. Tiba-tiba pria yang disampingnya mengajak untuk bicara.
“Tadi adek muntah ya?” tanya si Pria
“Iya kak, tadi saya merasa lapar malas ambil bekal di dalam tas.” Nia menanggapi.
__ADS_1
“Jadi tadi udah makan?” tanya si Pria lagi.
Tadi di terminal cuek banget, sekarang kok perhatian gitu, batin Nia dan tetap menjawab pertanyaan pria tersebut.
“Enggak kak, gak ada selera lagi.” jawab Nia.
Kemudian keadaan hening, dan mereka menikmati perjalanannya. Tiba-tiba, pria tersebut mengeluarkan jaketnya dan membuat seperti tumpukan.
“Dek kalau mau tidur di sini aja.” tawar si Pria sambil menunjuk pada jaket yang ditumpukkan di sisi antara mereka.
“Iya kak.”jawab Nia menanggapi tawaran pria itu.
“Ini rotinya dimakan juga dek.” tawar si Pria itu lagi.
“Iya kak. ” kembali Nia menanggapi.
__ADS_1
Nia hanya menjawab pertanyaan pria itu tanpa melakukan apa yang dikatakan. Keadaan hening kembali sembari menikmati perjalanan yang diiringi alunan musik yang di putar. Sembari menikmati musik yang diputar, tiba-tiba Nia merasa ngantuk. Nia bingung untuk tidur atau tidak karena selama ini Nia selalu berhati-hati kepada orang yang baru ditemuinya.