Selalu Bertemu

Selalu Bertemu
Episode 28


__ADS_3

Nia sedang berdiri di depan rumah Tiara, ia bingung bagaimana harus mengatakannya kepada Tiara. Tampak juga sedang parkir mobil Mila yang sudah dikenali oleh Nia. Nia bertekad untuk mengatakan saat itu juga, karena besok ia sudah pergi. Nia segera mengetuk pintu menunggu pintu dibuka si pemilik rumah.


“Nia.” Ucap Tiara terkejut saat melihat Nia berdiri didepan pintu. Sudah lama Nia tidak berkunjung ke rumahnya. Tiara begitu senang melihat kedatangan Nia.


“Kak, ada yang mau Nia omongin. Boleh?” Ucap Nia langsung ke inti.


“Boleh Ni, masuk yuk mama juga lagi di dalam.” Ucap Tiara mempersilahkan tamunya masuk.


“Nia...udah lama gak jumpa.” Ucap Mila menghampiri dengan senang. Di ruang tamu hanya ada Mila dan Marcel sedang duduk.


“Kok gak pernah ikut Marcel ke rumah Ni?” Tanya Mila lagi. Sedangkan Nia melirik Tiara bingung akan mengatakan apa dan Tiara hanya tersenyum dipaksakan.


“Maaf tante, Nia sedikit sibuk akhir-akhir ini.” Ucap Nia dengan tersenyum dipaksakan.


“Duduk dulu Ni, mau minum apa?” Tawar Tiara.


“Gau usah repot-repot kak, Nia hanya ngomong sebentar.” Ucap Nia yang diangguki Tiara.

__ADS_1


“Nia mau bilang, kalau Nia gak gak bisa ngajar Marcel lagi kak. Nia udah ada kerjaan baru di kota lain. Juga kontrakan gak diperpanjang lagi ya kak.” Ucap Nia sambil menundukkan kepala. Sedangkan Mila dan Tiara terkejut mendengar ucapan Nia.


“Kenapa Ni? Apa kamu diancam Mutia lagi?” Ucap Tiara menatap Nia penuh selidik.


“Kamu diancam orang Ni?” Tanya Mila yang tidak mengetahui masalah sebenarnya.


“Gak kak. Kebetulan tempat kerja yang Nia inginkan lagi buka lowongan.”


“Kamu gak bohong kan Ni?” Tanya Tiara lagi dan Nia menganggukkan kepalanya.


Tiara menghembuskan napas berat. Ia mengetahui bahwa pengunduran Nia ada hubungannya dengan Mutia dan Reza.


“Hai Marcel.” Sapa Nia menghampiri Marcel yang sedang memainkan gadget di samping Mila.


“Hai kak Ni, kok datang cepat?” Tanya Marcel yang baru menyadari kedatangan Nia.


“Kakak mau ngomong sama Marcel boleh?” Tanya Nia dan Marcel menyetujuinya dengan mengalihkan perhatian sepenuhnya kepada Nia.

__ADS_1


“Minggu depan kak Nia gak bisa ngajar Marcel lagi. Kak Nia dapat kerja baru di kota lain. Marcel gak papakan kalau nanti diajari sama yang lain?” Ucap Nia hati-hati memberikan pengertian kepada Marcel.


“Kak Nia mau pergi? Kok gitu sih kak, Marcel bandel ya kak? Kenapa kak?” Tanya Marcel bertubi-tubi.


“Marcel gak bandel kok. Kak Nia udah gak ngajar di sekolah lagi, kak Nia udah dapat kerja di kota lain. Jadi kak Nia harus pindah.”


“Ma, kak Nia gak mau ngajar Marcel lagi.” Ucap Marcel saat Tiara datang membawa minum untuk mereka.


“Minum dulu Ni.” Ucap Tiara menawarkan.


“Kak Nia dapat kerjaan baru sayang. Tempat kerja kak Nia itu dari dulu yang diinginkan. Jadi gak papa ya nak, nanti kita cari guru les baru buat Marcel.” Ucap Tiara berusaha menjelaskan supaya Marcel mengerti.


Marcel hanya menganggukkan kepala tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Namun tatapan Marcel menyiratkan bahwa anak lelaki itu tidak dapat menerima dan juga tidak dapat menghalangi Nia.


“Kakak gak tau apa alasan kamu sebenarnya dan gak bisa juga menahan kamu Ni. Semoga ini menjadi pilihan terbaik kamu bukan karena ingin melupakan masalah dan menyakiti orang lain.” Ucap Tiara memberitahu isi hatinya.


Nia terkejut mendengar ucapan Tiara. Karena ucapan Tiara merupakan alasan utama Nia yang sebenarnya. Nia tahu bahwa selama ini Tiara memahami bagaimana perasaannya.

__ADS_1


“Kalian kenapa sih, mama gak ngerti.” Ucap Mila yang sejak tadi hanya diam dan penasaran dengan apa yang terjadi.


“Gak kak, pekerjaan ini sudah lama Nia impikan. Nia besok perginya kak. Nia permisi kak, tante.” Pamit Mila. “Marcel kak Nia pulang ya.” Nia melangkah keluar rumah dengan menahan air mata yang hendak tumpah.


__ADS_2