Selalu Bertemu

Selalu Bertemu
Episode 6


__ADS_3

Mereka berdua berjalan bersama menuju kontrakan Nia. Nia berjalan lebih dulu, sedangkan Reza mengikuti di belakang Nia secara perlahan. Tidak ada pembicaraan diantara mereka, hingga mereka sampai di kontrakan Nia.


“Makasih ya kak Reza.”, ucap Nia sambil tersenyum.


“Sama-sama Nia.”, jawab Reza.


“Em... makasih juga buat tiga tahun lalu, kalau kakak masih ingat.”, balas Nia malu-malu.


“Masih ingat ternyata, saya pikir sudah lupa. Masih sering mabuk perjalanan?”, tanya Reza yang tidak menyangka kalau Nia masih mengingat pertemuan mereka dulu dan juga mengucapkan terima kasih.


“Loh, kakak masih ingat juga ya. Nia pikir udah lupa. Nia mabuk kalau Nia lagi lapar aja kak, waktu itu Nia lapar banget tapi bekal Nia didalam tas dan di paling bawah.”


“Oh...kirain emang selalu mabuk perjalan. Sekarang kesibukannya apa, masih kuliahkah?”


“Aku udah tamat kak, waktu itu udah semester akhir dan skarang Nia mengajar disekolah swasta.”

__ADS_1


“Sambil mengajar private Marcel ya, dia selalu cerita tentang kamu.”


“Iya kak. Kalau boleh tau kakak kesibukannya apa?”


“Kalau saya sama seperti kak Randi, sibuk menjaga keamanan negara.”


“Pantas sih.”, gumam Nia namun dapat didengar oleh Reza.


“Pantas kenapa?” tanya Reza.


“Udah terlihat dari sikapnya kalau kesibukannya menjaga negara. Eh... Tapi ya kak, Nia bileh nanya gak?”


“Kalau lagi tugas itu sering di hutan ya kak, gak takut gitu?”


“Kita sudah dilatih, jadi kita siap di tugaskan dimana aja.”, jawab Reza sambil tersenyum merasa lucu dengan pertanyaan Nia.

__ADS_1


“Masih dengan sikap yang sama”, gumam Reza namun dapat didengar okeh Nia.


“Sikap yang sama apa kak?”, tanya Nia penasaran.


“Sudah malam, saya pamit pulang ya. Selamat malam.”, pamit reza sambil tersenyum canggung dan balek pulang ke rumah Kakaknya.


“Selamat malam juga kak.”, sahut Nia melihat kepergian Reza.


Setelah Reza pulang, Nia masuk ke kontrakannya dengan hati yang sangat senang dan senyuman yang menghiasi wajahnya. Ia tidak menyangka ternyata pria tiga tahun lalu yang sangat perhatian kepadanya saat di bus berjumpa kembali dengannya. Dan yang membuat gadis itu sangat senang, ternyata pria itu masih mengingatnya.


Sepanjang malam Nia selalu memikirkan kejadian tadi. Dimana ia menghadiri acara makan malam perayaan ulang tahun Marcel dan disana ia bertemu dengan pria baik yang dijumpainya tiga tahun lalu.


“Kok dunia sempit banget ya, bisa gitu kebetulan orang yang pengen kita jumpai lagi itu ternyata saudara dengan orang-orang yang ada disekitar kita sekarang.”, monolog Nia pada dirinya sendiri.


“Trus maksudnya kak Reza tadi apa ya?”, monolog Nia lagi.

__ADS_1


Gadis itu penasaran dengan maksud kalimat Reza ‘masih dengan sikap yang sama’. Apakah perkataan, penampilan atau sikap Nia ada yang aneh waktu itu.


“Waktu itu aku ngapain aja ya? Aku muntah aja dia masih ingat.” Nia berusaha mengingat peristiwa tiga tahun lalu, adakah perilaku aneh atau tindakan aneh yang dilakukan. “Atau waktu aku tidur aku kelihatan jelek gitu? Atau aku tidur trus ngigo gitu? Atau aku ngorok? Tapi kalau ngorok kayaknya nggak deh.” Monolog Nia pada dirinya sendiri. Nia masih berpikir keras tentang peristiwa apa yang terjadi waktu mereka bersama di bus tiga tahun lalu. Hingga tanpa sadar, Nia ketiduran karena lelah mengingat peristiwa tiga tahun lalu.


__ADS_2