Selalu Bertemu

Selalu Bertemu
Episode 25


__ADS_3

Sudah satu minggu Nia selalu menolak Mutia untuk mengunjungi kontrakan. Alasan yang diberikan selalu melibatkan Tiara. Tiara tidak dapat berjumpa langsung dengan Mutia seperti janjinya karena jadwal kerja ibu satu anak itu.


Mutia menyadari bahwa Nia tidak ingin ia berkunjung ke kontrakannya atau lebih tepatnya untuk mendekati keluarga Reza. Nia juga seperti membatasi komunikas dengan Mutia. Meskipun sikap Nia saat disekolah tetap seperti biasa.


“Ni nonton yuk.” Ajak Mutia menghampiri meja Nia saat jam pulang sekolah.


“Maaf ya Mut aku gak bisa. Kak Tiara suruh temani Marcel ke toko buku.” Tolak Nia secara halus.


“Kamu guru les atau pengasuh Marcel sih Ni. Mau aja disuruh jaga anak. Lagian kamu gak bisa gitu libur sehari aja.” Ucap Mutia dengan sinis.


“Kamu apaan sih Mut. Aku itu guru les Marcel. Lagian kamu tau sendiri orang tuanya sibuk, apa salah aku nemenin Marcel. Aku juga bisa libur kok.” Ucap Nia dengan emosi kepada Mutia yang tersenyum sinis.


“Oh aku tau. Kamu dekat sama mereka biar dijodohin sama bapak loreng, iya kan Ni. Apalagi dia cowok yang di bus itu.”


“Asal kamu tau ya Mut, waktu aku tau kak Reza cowok yang kamu sukai. Aku udah jaga jarak kok. Karena aku nganggap kamu sahabat aku, jadi aku ngalah.”


“Kalau kamu emang jaga jarak, kenapa berhenti ngajar Marcel atau bahkan kamu pindah dari kontrakan itu.” Ucap Mutia dengan suara yang keras hingga semua yang ada diruangan itu memperhatikan mereka.

__ADS_1


“Aku gak berhenti karena itu permintaan Marcel. Lagian kalau aku pindah ribet ngangkat barang. Kan kamu juga yang suruh aku ngontrak di situ.”


“Udahlah Ni, kamu emang pande banget ngeles. Aku gak nyangka kamu orangnya gitu.” Ucap Mutia meninggalkan Nia begitu saja.


Nia yang ditinggal begitu saja hanya menghela napas. Kemudian meminta maaf kepada guru yang ada di ruangan itu. Setelah itu Nia bergegas untuk pulang.


Tiba di depan kontrakan Nia dikejutkan dengan keberadaan Marcel dan Reza. Nia bingung, seingat gadis itu, Reza sedang bertugas.


“Kak Nia kita jadi pergikan.” Ucap Marcel langsung tanpa memberi sapaan kepada Nia.


“Jadi dong. Kak Nia mandi dulu ya.” Ucap Nia yang diangguki oleh Marcel.


“Om Reza ikut juga? Kenapa gak Marcel dan kak Nia aja yang pergi?” Tanya Nia.


“Om Reza mau ikut kak, lagian dirumahkan gak ada mama dan papa.”


“Iya deh.” Gumam Nia yang dapat didengar oleh Marcel dan Reza. “Kak Nia mandi dulu ya.” Pamit Nia dengan lesu.

__ADS_1


Niatnya mau jauhin. Eh malah jumpa lagi. Gak enak lagi kalau nolak, batin Nia.


Setelah Nia selesai mandi dan bersiap, mereka pergi ke menuju toko buku tang terkenal di kota itu. Selama di perjalanan, hanya terdengar suara Reza yang bercerita kepada Nia dan hanya ditanggapi seadanya oleh gadis itu. Sedangkan Reza memilih untuk diam. Pria itu seperti mengetahui suasana hati Nia yang sedang tidak bagus dan mungkin penyebabnya adalah dirinya. Karena sejak awal melihat Reza, Nia sama sekali tidak menyala bahkan melihat Reza.


Setibanya di toko buku, mereka bergegas menuju rak buku khusus untuk anak-anak. Nia dan Reza sibuk membolak-balik buku, sedangakan Reza hanya mengikuti di belakang mereka. Pria itu tidak menggemdong Reza seperti yang pernah mereka lakukan.


Saat sedang memilih buku, tiba-tiba seseorang menghampiri mereka. Berbagai ekspresi yang mereka tunjukkan. Nia begitu terkejut, Marcel menunjukkan bahwa ia tidak menyukai orang yang menghampiri sedangkan Reza dengan muka datar.


“Ini yang kamu bilang hanya berdua dengan Marcel.” Ucap Mutia dengan sinis. Setelah meninggalkan ruang guru, Mutia tidak langsung pulang ia berniat untuk mengikuti Nia. Saat di kontrakan Nia, Mutia sangat marah melihat Reza sedang bersama dengan Marcel yang sedang menunggu. Tidak habis pikir dengan itu, Mutia semakin marah saat melihat Reza, Nia dan Marcel menaiki mobil yang sama.


“Ini gak seperti yang kamu pikirkan Mut, aku bisa jelasin.” Ucap Nia dengan biasa saja walaupun sebenarnya ia sangat terkejut.


“Kak Mutia mau beli buku juga? Tapi kok buku anak-anak ya.” Ucap Marcel saat Nia akan menjelaskan.


“Iya, kak Mutia mau beli buku. Kakak lihat Marcel jadi kakak hampiri.” Ucap Mutia berbohong. Sedangkan Reza, mengerakkan sudut bibirnya mengetahui Mutia berbohong. Pria itu menyadari bahwa Mutia mengikuti mereka dari kontrakan Nia sampai di toko buku. Itu juga yang membuat Reza memilih untuk cuek terhadap Nia.


“Mau beli buku atau mau jadi buntut.” Ucap Reza memandang Mutia dengan sinis.

__ADS_1


“Jangan seperti anak kecil, yang melibatkan semua orang untuk mendapatkan apa yang kamu mau. Jangan menyudutkan orang supaya kamu menang.” Ucap Reza dan menarik Nia juga Marcel untuk keluar dari toko buku.


__ADS_2