Selalu Bertemu

Selalu Bertemu
Episode 18


__ADS_3

Begitu tiba di kontrakan, Nia langsung pergi ke rumah Tiara karena waktu les sudah tiba. Dari jauh Nia melihat si Mbak sedang menyiram tanaman.


“Sore Mbak.” sapa Nia begitu tiba di depan rumah Tiara.


“Sore Nia. Masuk aja ya, Marcelnya lagi nonton.”


“Iya Mbak, Nia masuk ya.” pamit Nia langsung melangkah memasuki rumah.


Begitu tiba di ruang TV, Nia melihat Marcel dan Reza sedang asyik menonton TV. Nia pikir Reza sudah pulang tetapi ternyata tidak.


“Sore Marcel.” sapa Nia.


“Sore kak Nia.” sapa Marcel dengan riangnya.


“Marcel ambil buku dulu ya.” pamit Marcel dan berlalu pergi ke kamarnya.


“Sore Nia. Silahkan duduk Ni.” ucap Reza mempersilahkan Nia untuk duduk. Setelah pertemuan mereka di rumah sakit Reza merasa Nia membuat jarak diantara mereka.


“Sore kak.” ucap Nia dan segera duduk. “Iya kak.”


“Habis jenguk Mutia ya.” ucap Reza karena melihat Nia masih memakai seragam mengajarnya dan datang sedikit telat.


“Iya kak.” jawab Nia seadanya dan Reza hanya menganggukkan kepalanya.


“Ayok kak Nia, bantu Marcel menjawab ini.” ucap Marcel datang dengan menunjukkan soal yang ada dibuku yang ia bawa.


Nia dan Marcel diskusi menyelesaikan soal yang ada di buku Marcel. Sedangkan Reza sibuk dengan telepon genggamnya. Lelaki itu mematikan televisi supaya Marcel dan Nia tidak merasa terganggu dengan suara televisi.


Selesai mengajar Marcel, Nia juga langsung bergegas pulang. Nia merasa keadaan begitu memihak terhadapnya. Karena Tiara tidak dirumah sehingga interaksi antara ia dan Reza menjadi sangat minim.

__ADS_1


Nia sudah berniat untuk menjaga jarak antara dirinya dengan Reza. Karena Nia merasa tidak akan mungkin mendapatkan lelaki itu. Apa lagi harus bersaing dengan teman dekatnya bahkan Reza sudah mengatakan kalau ia sudah menyukai seorang gadis walaupun belum memiliki status.


Nia berencana besok akan meminta izin dengan Tiara supaya ia mengajar Marcel di kontrakannya. Nia merasa mungkin Reza sedang libur beberapa hari dan mungkin akan tinggal di rumah kakaknya. Supaya ia tidak berpapasan dengan Reza. Nia juga sudah biasa mengajar Marcel di kontrakannya dan pasti Tiara akan mengizinkan.


________________________________________________


Keesokan paginya, saat akan pergi ke sekolah Nia melihat Tiara juga hendak pergi kerja. Nia datang menghampiri Tiara untuk mengatakan niatnya.


“Pagi kak Tiara.” sapa Nia menghampiri Tiara.


“Pagi Ni. Ada yang mau di omongin?” tanya Tiara karena tidak biasanya.


“Kak boleh gak Nia ngajar Marcel di kontrakan?”


“Boleh Ni, nanti biar Marcel di antar ya.”


“Makasih ya kak.” ucap Nia.


Begitu tiba di sekolah, Nia melakukan kegiatannya seperti biasa. Mengajar siswa yang begitu disayanginya. Selesai mengajar Nia berencana menjenguk Mutia. Tetapi tidak jadi karena Mutia menganarkan bahwa ia sedah tidak di rawat. Sehingga Nia memutuskan untuk pulang saja.


Begitu tiba di kontrakan, Nia beres-beres karena ingin Marcel nyaman saat mereka belajar. Setelah itu, Nia memeriksa tugas siswa sembari menunggu kedatangan Marcel.


Tok...tok...tok


Ketukan pintu terdengar. Nia yakin Marcel sudah datang. Ia pun bergegas untuk membuka pintu.


“Sore Kak Nia.” sapa Marcel begitu pintu terbuka dan melihat Nia. “Mama suruh les di sini kak.”


“Eh. Sore Marcel, kak Reza.” sapa Nia tersadar dari rasa terkejutnya. Karena Marcel datang bersama Reza.

__ADS_1


Niatnya mau menghindar, eh jumpa juga, batin Nia.


“Ayo masuk.” ucap Nia kepada tamunya.


Mereka masuk ke dalam kontrakan. Tanpa basa basi Nia mengajak Marcel untuk langsung belajar. Sedangkan Reza seperti biasanya. Hanya diam memperhatikan Marcel dan Nia, juga terkadang asyik dengan telepon genggamnya.


Selesai les, Marcel dan Reza tidak langsung pulang. Karena Marcel ingin membaca buku yang dimiliki Nia. Nia tidak dapat menolak keinginan Marcel sehingga ia memberikan buku yamg cocok untuk dibaca anak seusia Marcel.


Menunggu Marcel membaca, Nia sibuk memeriksa tugas siswa untuk menghindari interaksi dengan Reza. Tidak jauh dari tempat Nia, Reza mengamati Nia begitu intens. Nia menyadari tatapan Reza terhadap dirinya, tetapi ia tetap fokus memeriksa tugas siswa.


Tok...tok...tok


Ketukan pintu membuyarkan kegiatan mereka bertiga. Nia bergegas untuk membuka pintu.


“Fokus banget ya, sampe lupa waktu.” sapa Tiara begitu pintu terbuka.


“Eh kak Tiara. Sebenarnya lesnya udah selesai kak, tapi Marcel mau baca buku Nia. Maaf ya kak.” ucap Nia menyadari waktu mereka di kontrakannya sudah sangat lama.


“Gak papa Nia. Kakak gak marah kok, malah berterima kasih.”


“Eh ini kakak bawain lauk. Kakak tau pasti Nia belum masak, apalagi waktunya diganggu dua lelaki ini.” ucap Tiara menyerahkan bekal lauk yang ia bawa.


“Makasih loh kak. Lagian Nia gak merasa direpotin kok.” ucap Nia satelah menerima bekal lauk dari Tiara.


“Marcel udah selesai bacanya?” tanya Tiara menghampiri putranya.


“Sudah ma.” ucap Marcel. “Kak Nia makasih ya. Marcel pulang dulu. Besok lanjut lagi ya kak.”


“Marcel belum selesai ya bacanya. Iya besok aja di lanjut.”

__ADS_1


“Kita pulang ya Ni.” pamit Tiara berlalu pergi bersama putranya. Begitu juga dengan Reza menyusul Tiara tanpa pamit dengan Nia.


Begitu menutup pintu setelah kepergian keluarga Tiara Nia merasa senang. Karena berhasil menjauh dari Reza. Buktinya Reza tidak ada bicara selama dirumah Nia bahkan tidak pamit saat akan pulang.


__ADS_2