
Reza membawa Nia dan Marcel masuk kedalam mobil karena tidak ingin membuat keributan di tempat umum. Ia berencana untuk mengantar Nia dan Marcel dulu, setelah itu akan menemui Mutia.
“Marcel belum beli buku om, kenapa kita udah mau pulang.” Keluh Marcel kepada Reza sedangkan Nia diam saja.
“Nanti om Reza beliin buku, kita pulang dulu kasian kak Nia lagi sakit.” Ucap Reza yang mengetahui bahwa Nia tidak baik-baik saja.
“Kak Nia sakit?” Tanya Marcel menyentuh kening Nia seperti yang selalu di lakukan Tiara kepadanya. Pertanyaan Marcel di jawab dengan anggukan kepala oleh Nia.
Reza menghentikan mobilnya di depan rumah Tiara. Nia keluar dari mobil dan lamgsung pergi menuju kontrakan tanpa satu suara pun keluar dari mulutnya. Reza membawa Marcel masuk dan langsung keluar untuk mengejar Nia.
“Kamu baik-baik saja?” Tanya Reza setelah memghampiri Nia yang jalan begitu pelan. Ia bingung harus mengatakan apa untuk memulai pembicaraan.
“Mutia itu teman dekat Nia kak, jadi tolong balas perasaan Mutia dan jaga jarak sama Nia. Nia gak mau, Mutia benci sama Nia. Tolong ya kak.” Ucap Nia dan masuk kedalam kontrakan tanpa mempersilahkan Reza untuk masuk.
Begitu Nia masuk, Reza menghubungi Tiara memberitahu keadaan gadis itu. Dan segera menghubungi Mutia untuk meluruskan apa yang terjadi. Lelaki itu tidak ingin terjadi selisih paham karena dirinya.
..........
Di sebuah restoran tampak Mutia sedang menunggu kedatangan seseorang. Ia begitu senang mendapat pesan dari Reza yang mengajak bertemu. Sudah lama ia memimpikan hal ini.
__ADS_1
“Maaf sudah menunggu.” Ucap Reza begitu tiba dan langsung duduk di hadapan Mutia.
“Iya gak papa. Mau pesan apa?” Tanya Mutia sengaja membuat pertemuan mereka supaya lebih lama.
“Kamu saja. Saya hanya mau bicara dengan kamu setelah itu saya ada tugas.” Ucap Reza dan Mutia menganggukan kepala karena mengetahui bagaimana pekerjaan Reza.
“Tolong kamu jangan seperti anak-anak. Saya sudah menganggap kamu seperti adik saya. Tidak ada perasaan lain seperti apa yang kamu rasakan. Dan saya juga menyukai gadis lain.” Ucap Reza dan kemudian menghela napas. “Dan kalau kamu mau dekat dengan keluarga saya tidak masalah. Tapi lakukanlah sendiri jangan melibatkan seseorang. Apalagi kamu memanfaatkan orang lain.” Ucap Reza memgingatkan Mutia lalu berdiri.
“Kalau kamu masih memanfaatkan Nia, saya akan melakukan sesuatu tidak peduli kamu anak senior saya. Saya permisi.” Reza meninggalkan restoran tanpa mendengarkan alasan Mutia.
Setelah Reza pergi, air mata mengalir membasahi pipi Mutia. Ia sedih mendengar pernyataan Reza, yang tidak memberi kesempatan kepada dirinya untuk bicara. Mendengar perintah Reza supaya tidak memanfaatkan Nia, membuat gadis iti semakin benci dengan Nia. Ia berpikir bahwa Nia sudah menceritakan semuanya kepada Reza tentang rencananya.
..........
Setelah ketukan pintu ketiga kali, baru pintu itu terbuka. Menampakkan sosok Nia dengan mata sembab. Tiara langsung memeluk Nia.
“Kamu gak papa kan Ni?” Tanya Tiara.
“Kak apa salah Nia menyukai seseorang. Nia hanya suka aja, gak ada perasaan lebih. Nia juga gak mengharaokan balasan kok.” Ucap Nia di sela tangisnya.
__ADS_1
Tiara membawa Nia masuk. Ia meminta agar Nia menceritakan semuanya kepada dirinya. Dan Nia menceritakan pertemuan awal kepada Reza yang membuat dia menyukai lelaki itu. Hingga cerita tentang Mutia dan sampai saat kejadian di toko buku.
“Kamu ternyata menyukai Reza.” Ucap Tiara setelah Nia selesai bercerita dengan senyuman yang sulit diartikan.
“Kenapa kamu malah mengalah sama Mutia. Harusnya kamu tetap perjuangin perasaan kamu. Tunjukin kepada Reza dan Mutia kalau kamu punya perasaan lebih Ni.”
“Itu dulu kak, sekarang Nia udah gak ada rasa lagi. Nia udah relain perasaan Nia.” Ucap Nia berbohong tentang perasaannya kepada Reza.
“Besok Nia gimana ya kak kalau jumpa Mutia disekolah.” Ucap Nia bingung bersikap bagaimana saat berjumpa dengan Mutia nanti.
“Menurut kakak untuk sementara kamu jaga jarak dulu dengan Mutia. Nanti kakak juga bakal bilang sama Reza supaya tidak datang berkunjung saat kamu di rumah.”
“Makasih ya kak. Tapi maaf kak, kita belum sempat beli buku Marcel.”
“Gak papa. Bisa di beli lain hari kalau gak sibuk.”
“Ok kak.”
Nia merasa sedikit tenang setelah bercerita dengan Tiara. Itulah yang menjadi salah satu alasan Nia untuk tidak pindah jauh dari tempat Tiara.
__ADS_1