Selalu Bertemu

Selalu Bertemu
Episode 29


__ADS_3

Sinar cahaya pagi membuat tidur Nia menjadi terganggu. Gadis itu bangun kesiangan tidak seperti biasanya saat ia melihat jam dinding menunjukkan pukul 06.30 WIB. Mata bengkak dan tidak ada semangat Nia rasakan saat bangun. Nia menghabiskan malam dengan menangis. Setelah kembali dari rumah Tiara Nia menumpahkan air mata merasa sedih akan meninggalkan Tiara dan Marcel yang sudah dianggap keluarga.


Nia bergegas untuk mandi dan bersiap pergi ke sekolah. Nia mengenakan kemeja berwarna biru dengan celana bahan warna hitam serta flatshoes. Ia harus hadir di sekolah dalam penerimaan raport siswa meskipun ia tidak wali kelas dan juga merupakan hari terakhir Nia dengan status guru di sekolah tersebut.


Tiba di ruang guru, Nia menjadi pusat perhatian orang yang ada di ruangan itu. Mata sembab dan penampilan Nia yang tidak seperti biasa mengenakan seragam guru yang ada disekolah tersebut menjadi perhatian.


Tidak ingin berlama-lama disekolah, Nia segera mengucapkan kata perpisahan dan permintaan maaf disertai dengan salaman kepada setiap guru. Guru-guru sudah bersikap seperti biasa kepada Nia, karena tidak lama setelah Mutia mengatakan bahwa Nia merebut kekasih gadis itu, kebenaran terungkap dan guru-guru menganggap bahwa itu masalah biasa dalam percintaan.


Sebenarnya guru-guru yang ada disekolah itu menyayangkan pengunduran diri Nia. Sosok anak muda yang begitu berbakat yang mereka lihat pada diri Nia. Dan juga banyak kontribusi yang telah Nia berikan kepada sekolah, guru juga siswa.


Tidak lupa Nia juga melakukan hal yang sama kepada kepala sekolah serta pegawai yang ada disekolah itu. Sebelumnya Nia sudah berpamitan kepada siswa saat minggu terakhir sebelum ujian.


“Mut terima kasih ya, sudah mau menjadi temanku mulai dari kuliah. Maaf atas kesalahan yang mungkin menyinggung dan menyakiti. Semoga kamu sehat dan sukses selalu.” Kata Nia tulus saat sudah giliran Mutia.

__ADS_1


Tidak ada kata yang keluar dari mulut Mutia, hanya tatapan yang sulit diartikan yang Nia terima. Namun, Mutia membalas saat Nia mengulurkan tangan untuk bersalaman. Nia sudah maklum dengan sikap Mutia yang tidak pernah berbicara kepadanya setelah kejadian di toko buku.


Tiba di kontrakan, Nia bersiap untuk pergi meninggalkan kota itu. Barang-barang Nia sudah dikirim melalui layanan ekpedisi. Saat Nia sedang bersiap, terdengar ketukan pintu dan Nia segera bergegas untuk membuka.


“Kak Tiara?” Ucap Nia terkejut melihat kedatangan Tiara bersama Marcel.


“Kamu mau pergi ya Ni?” Tanya Tiara dengan senyum yang dipaksakan.


Tiara segera memeluk Nia sangat erat dengan tubuh yang sudah bergetar. Tiara menangis tanpa mengeluarkan satu kata. Tetapi pelukan dan tangisan yang ia berikan sudah memberitahu bahwa ia begitu menyayangi Nia. Sedangkan Nia mencoba untuk tidak meneteskan air mata.


“Kita bisa bisa komunikasi kak, kak Tiara jangan sedih ya kak.” Ucap Nia sambil tersenyum.


“Kamu udah kakak anggap sebagai adik Ni. Semoga kamu sukses dengan pilihan kamu ya. Sering-sering kasih kabar Ni.” Ucap Tiara yang sudah melepaskan pelukannya.

__ADS_1


“Iya kak. Pasti nanti Nia sering kabari kakak.” Ucap Nia tersenyum kepada Tiara.


“Marcel kak Nia pergi ya. Marcel sehat terus ya, jangan lupa untuk belajar dan selalu sayang sama mama dan papa.” Ucap Nia sambil memeluk Marcel dan Marcel hanya menganggukkan kepala.


“Nanti kalau kak Nia libur datang ke sini ya.” Ucap Marcel setelah melepaskan pelukan mereka.


“Iya nanti kakak akan berkunjung.” Ucap Nia.


“Aku pergi ya kak. Marcel kak Nia pergi ya.” Pamit Nia saat melihat taksi yang sudah ia pesan menunggu di depankontrakan.


Nia jalan menuju taksi tanpa melihat ke belakang dengan air mata yang sudah mengalir di pipi. Nia takut saat menoleh ke belakang Tiara melihat Nia menangis. Nia memasuki taksi dan langsung pergi meninggalkan Tiara dan Marcel yang menatap kepergian Nia.


Nia pergi meninggalkan kota yang sudah memberikan banyak cerita kurang lebih selama enam tahun. Banyak kisah yang dialami menjadi pembelajaran yang membuat Nia menjadi seorang yang lebih dewasa dalam bertindak. Bertemu orang baru dan mengetahui budaya dari kota itu.

__ADS_1


__ADS_2