Selalu Bertemu

Selalu Bertemu
Episode 13


__ADS_3

Keesokan paginya saat Nia hendak pergi ke sekolah, ia di pnggil oleh Tiara yang ada di depan rumahnya. Tiara tidak hanya sendiri, namun Randi, Reza, dan Marcel. Melihat ada Reza disitu juga, sebenarnya Nia malas untuk menghampiri. Namun, karena semalam juga sudah menolak ajakan Tiara Nia merasa tidak enak untuk menolak lagi.


“Nia...” panggil Tiara sambil melambaikan tangannya.


“Iya kak, ada apa?” tanya Nia setelah datang menghampiri Tiara.


“Udah sarapan belum? Lagi masak banyak, sarapan dulu ya.” ucap Tiara karena tau kebiasaan Nia yang jarang sarapan.


“Gak usah ya kak, soalnya Nia mau cepet ke sekolah. Hari ini Nia piket kak.” tolak Nia secara halus.


“Ya udah tunggu sebentar kakak buat bekal aja ya. Mau ya Ni.” mohon Tiara. Nia pun mengangguk dengan oasrah sebagai jawabannya. Dan Tiara bergegas masuk ke rumah untuk menyiapkan bekal Nia.


“Pagi kak Nia.” sapa Marcel membuka obrilan setelah di tinggal Tiara.


“Eh, pagi Marcel, pagi kak Randi dan kak Reza.” sapa Nia merasa malu karena tidak menyapa ketiga lelaki itu.


“Pagi Nia.” ucap Randi memberi senyuman juga sedangkan Reza hanya diam saja hanya melirik Nia.


Sombong banget ni orang. Gak ada sapaan balik gitu, batin Nia.


Tiara datang dari dapur sambil membawa tempat bekal yang disiapkannya.

__ADS_1


“Nih Ni, dimakan ya.” ucap Tiara sambil memberikan bekalnya kepada Nia.


“Iya kak, makasih ya. Nia pergi dulu ya kak. Mari semuanya.” pamit Nia kepada keluarga itu.


“Iya, hati-hati Nia.” ucap Tiara sambil tersenyum begitu juga dengan Randi yang menganggukkan kepalanya.


“Hati-hati kak Nia. Nanti kita les ya kak.” ucap Marcel dibalas anggukan oleh Nia. Sedangkan Reza tetap dalam diamnya, namun matanya memperhatikan gerak gerik Nia. Dan Nia bergegas pergi ke sekolah dengan kendaraannya.


“Kenapa pagi ini kak Reza diam saja.” Nia terus mengomel selama di perjalanan sambil mengendarai sapeda motornya.


“Lagi sakit gigi kali ya.”


“Buat kesal aja pagi-pagi.”


“Kayaknya yang Mutia bilang bener deh. Sebenarnya dia itu ada maksud yang gak baik.”


Begitu tiba disekolah, Nia memarkirkan kendaraannya dan menuju ruang guru dengan raut wajah kesal. Mutia yang melihat Nia datang bergegas menghampiri.


“Tumben buk, pagi-pagi mukanya masam banget.” sapa Mutia menghampiri Nia. “Eh bawa bekal buk?”


“Aku lagi kesal tau buk.” ucap Nia.

__ADS_1


“Ini bekal dari kak Tiara, tadi sebelum pergi di panggil kerumah. Niatnya mau ngajak sarapan, tapi aku bilang ada piket jadi di buat bekal deh.”


“Enak banget punya ibu kontrakan yang baik. Eh, tadi bilang lagi kesal. Kenapa?”


“Lagi kesal aja sama kak Reza.”


“Pria yang kamu sukai itu? Emangnya dia di rumah kak Tiara?” tanya Mutia terkejut sekaligus penasaran.


“Iya, semalam datang bersama tante Mila dan juga Om itu. Katanya mau pamit sama Marcel ada tugas dan bakal lama.” ucap Tiara.


Pantes aja kmarin ada beberapa kendaraan parkir. Tapi kenapa aku gak lihat kendaraan yang bias di pake ya. Mungkin dia sama orang tuanya, batin Mutia.


“Emangnya kamu diapain?” tanya Mutia yang penasaran dengan sikap Reza terhadap Nia.


“Tau gak, orang lain membalas sapaan ku. Sedangkan dia diam aja tau.” ucap Nia dengan kesal. “Kayaknya apa yang kamu bilang bener deh, dia itu punya niat yang gak bagus.”


“Itu makanya, kamu hati-hati.” ucap Mutia mempengaruhi Nia.


“Aku balik ke mejaku dulu ya buk. Kamu pergi piket gih.” ucap Mutia dan kembali kemejanya


Bagus deh kalau kamu di cuekin, batin Mutia.

__ADS_1


“Iya, ini mau ke meja piket.” ucap Nia dan bergegas menuju meja piket.


__ADS_2