
Mereka pun tiba di salah satu toko buku yang ada dikota itu. Reza memilih untuk menggendong Marcel, sedangkan Nia jalan disisi Reza. Meraka bertiga tampak seperti keluarga yang bahagia dan orang-orang yang memperhatikan mereka juga berpikiran begitu. Mereka memilih untuk melihat-lihat buku cerita anak terlebih dahulu, karena sesuai janji Nia yang ingin membelika Marcel buku.
“Marcel mau buku yang mana?”, tanya Nia kepada Marcel yang sedang melihat-lihat buku digendongan Reza.
“Marcel mau buku yang ini...”, tunjuk Marcel pada buku cerita anak tentang hewan. “Dan yang ini juga.”, tunjuk Marcel juga pada buku cerita anak tentang robot.
“Marcel mau dua buku?”, tanya Reza.
“Iya Om. Kak Nia boleh kan Marcel pilih dua buku?”, tanya Marcel pada Nia.
“Ya udah nanti buku satunya lagi bait Om yang beli ya.”, tidak sempat Nia menjawab, Reza sudah menjawab Pertanyaan Marcel.
“Ok Om, Marcel pilih dua buku itu.”, ucap Marcel dengan senang dan bergegas turun dari gendongan Marcel untuk mengambil buku yang dia inginkan.
“Biar Nia aja ya kak yang bayar kedua bukunya, kan udah janji sama Marcel.” Ucap Nia kepada Reza, karena merasa sudah berjanji untuk membelikan buku kepada Marcel.
“Udah gak papa, kita bayar bukunya satu-satu aja.” Jawab Reza. “Sini bukunya sama Om, Marcel tunggu disini ya sama kak Nia Om Reza mau bayar.”
Marcel langsung memberikan bukunya dan menganggukkan kepalanya. Sedangkan Nia menyodorkan beberapa lembar uang kepas Reza untuk membayar satu buku.
“Nanti aja.”, ucap Reza dan menolak secara halus uang yang disodorkan Nia.
Sambil menuggu Reza membayar buku yang di beli, sambil memegang tangan Marcel mereka melihat-lihat buku lain yang ada ditoko. Marcel sangat menikmati kegiatan mereka, dengan riangnya ia menarik tangan Nia menuju rak-rak buku yang membuatnya penasaran.
__ADS_1
“Udah...ayok cari alat tulis.”, Reza menghampiri Nia dan Marcel yang sedang asik membolak-balik buku.
“Ayok...”ucap Marcel sambil menarik tangan Nia. Namun, Reza menahan mereka dan memberika kantong belanjaan kepada Nia lalu menggendong Marcel. Mereka bergegas menuju tempat persediaan alat tulis. Mereka memilih alat tulis sesuai dengan apa yang Marcel inginkan. Dan Reza kembali membayar alat tulis yang dibeli, sedangkan Nia dan Marcel menunggu tidak jauh dari kasir.
“Marcel ada lagi gak yang mau di beli?”, tanya Reza menghampiri mereka.
“Gak ada Om.”, ucap Marcel.
“Kalau Nia ada yang mau di beli?”, tanya Reza kepada Nia yang sedang melihat-lihat sekeliling.
“Gak ada kak.”, jawab Nia.
“Ya udah kita pulang ya.”, ajak Reza sambil menggendong Marcel yang terlihat kelelahan. “Tapi nanti kita singgah sebentar ya Nia di rumah orang tua saya, mau ngambil titipan mama buat kak Tiara.”, ijin Reza kepada Nia dan gadis itu hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.
Sesampainya di rumah orang tua Reza, lelaki itu memutuskan untuk masuk sendiri.
“Kamu disini saja biar saya yang masuk. Marcel lagi tidur kasian kalau dibanguni, saya hanya mengambil titipan kak Tiara.”, ucap Reza pada Nia dan Nia hanya mengangguk. Reza langsung bergegas masuk ke dalam rumah meninggalkan Nia di dalam mobil menjaga Marcel.
Tidak berapa lama, terlihat Reza dan Mila keluar rumah dan menghampiri mobil. Reza melihat Marcel yang tertidur sudah ada di pangkuan Nia. Ya, waktu Reza masuk ke rumah Nia memindahkan Marcel agar tidurnya lebih nyaman dan ketika bangun nanti badannya tidak sakit.
“Hai Nia, apa kabar. Maaf sudah merepotkan kamu.”, sapa Mila kepada Nia dari luar mobil sambil tersenyum.
“Hai tante, kabar Nia baik. Gak papa tante.”, ucap Nia sambil tersenyum kembali kepada Mila.
__ADS_1
“Tadinya tante pengen ngobrol bareng Nia, tapi anak tante bilang mau Marcel lagi tidur kasian kalau dibanguni lagian sudah sore juga. Kapan-kapan kita ngobrol bareng ya Nia.”, ajak Mila yang merasa kesepian karena sering ditinggal tugas oleh suami dan anak terakhirnya itu.
“Iya tante. Kita balik dulu ya tante.”, pamit Nia kepada Mila.
“Iya, kalian hati-hati ya.”
“Kami balik dulu ma.”, pamit Reza tang sedari tadi diam saja memperharitan interaksi Mila dengan Nia.
Mobil yang dikendarai oleh mereka meninggalkan rumah orang tua Reza.
Selama diperjalanan tidak ada pembicaraan diantara mereka. Tidak berapa lama, Nia tersadar lalu mengambil uang didalam dompetnya.
“Kak ini untuk bayar buku yang di beli tadi.”, ucap Nia seraya memberikan uang ke pada Reza.
“Gak usah, Nia simpan saja uangnya.”, ucap Reza.
“Loh kok gitu kak. Nia udah janji mau beliin Marcel buku, kalau kak Reza yang bayar bukan Nia ding yang beli.”
“Gak papa. Nia sudah ikut membeli itu sudah cukup.”
“Ya udah deh.”
Beberapa saat kemudian mereka sampai. Nia pun kembali ke kontrakan, sedangkan Reza menggendong Marcel masuk ke rumah kakaknya.
__ADS_1