Selalu Bertemu

Selalu Bertemu
Episode 9


__ADS_3

Keesokan harinya Nia kembali melakukan aktivitas seperti biasanya, yaitu mengajar di sekolah. Nia merasa sangat senang dan menikmati kegiatan mengajarnya, tidak seperti biasanya walaupun ia selalu senang. Dan aura Nia yang berbeda itu disadari oleh teman dekatnya.


“Senang banget buk...”sapa Mutia senior sekaligus teman dekat Nia sejak kuliah. Mereka seumuran, tetapi Mutia kecepatan masuk sekolah.


“Emang napa?” bukannya menjawab Nia malah kembali bertanya.


“Gak, kayak gak biasanya. Kayak lagi menang lotre buk, cerita dong.”


“Masih inget gak buk, aku pernah cerita jumpa lelaki yang baik banget waktu di bus?” tanya Nia kepada Mutia. Ya, Nia dan Mutia akan cerita satu sama lain tentang apa yang mereka alami.


“Ingatlah. Emang udah jumpa?” tanya Mutia yang penasaran.


“Udah. Namanya Reza dan tau gak buk, kalau dia itu adik iparnya kak Tiara yang punya kontrakanku.” Jawab Nia. Mutia terkejut mendengar informasi yang disampaikan okeh Nia.


“Serius kamu? Ternyata dunia sempit ya.” Jawab Mutia dengan sinis. “Jadi pria itu masih mengingatmu gak?”


“Masih. Tapi aku bingung melihatnya.” ucap Nia dengan sendu.


“Bingung kenapa?”


“Pria itu seperti memiliki kepribadiaan ganda.”


“Kamu yakin?” tanya Mutia sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


“Iya. Masa kalau ada orang selain dia akan cuek banget, tapi kalau hanya berdua dia baik banget.”


“Dia itu ada niat gak bagus kayaknya.” ucap Mutia mempengaruhi Nia. Sedangkan Nia bingung maksud dari ucapan Mutia.


Kring...kring...


Bel pertanda istirahat selesai berbunyi.


“Aku masuk kelas dulu ya, nanti kita lanjut cerita ya buk.” pamit Nia pada Mutia dan langsung bergegas ke kelas tempatnya mengajar. Sementara Mutia masih mencerna pembicaraan dengan Nia tadi.


Sedangkan Nia, selalu kepikiran dengan ucapan Mutia. Merasa tidak mungkin kalau Reza memiliki niat yang jelek terhadap dirinya. Dan dari yang diamatinya, Reza seorang yang baik dan juga penyayang. Nia menjadi tidak fokus saat mengajar dan berharap waktu cepat berlalu sehingga ia dapat menanyakan alasan dari ucapan Mutia tadi.


Proses belajar mengajar telah selesai. Nia kembali ke kantor dan mencari sosok Mutia untuk melanjutkan ceritanya. Namun Nia tidak menemukan Mutia di mejanya dan ternyata Mutia sudah pulang. Hal itu membuat Nia bingung, karena biasanya Mutia dan Nia akan pulang bareng walaupun mereka mengendarai sendiri kendaraan mereka dan arah yang berbeda.


Selama diperjalanan, Nia selalu terpikir dengan kalimat Mutia. Bahkan sampai dirumah juga kepikiran akan hal itu.


Tak terasa hari sudah sore, Nia pun bersiap untuk pergi ke rumah Marcel. Dari jauh sudah terlihat Marcel sedang duduk di teras sendiri. Nia sudah menduga kalau Marcel menunggunya, karena itu sudah menjadi kebiasaan lelaki kecil itu.


“Kak Nia...” teriak Marcel saat melihat Nia sedang jalan menuju rumahnya. Nia hanya tersenyum dan melambaikan tangannya untuk membalas sapaan Marcel.


“Hai Marcel.” sapa Nia saat sudah ada di depan rumah Marcel. “Disekolah ngapain aja tadi?”


“Tadi disekolah Marcel belajar bahasa inggris tentang buah-buahan kak.” ucap Marcel.

__ADS_1


“Jadi hari ini kita mau belajar bahasa inggris juga?” tanya Nia untuk kegiatan yang akan mereka lakukan.


“Gak kak, hari ini kita buat burung dari kertas ini ya kak.” ucap Marcel sambil menunjukkan kumpulan kertas origami. “Semalam Om Reza ajari Marcel. Gak juga bisakan?”


“Ok, kakak bisa kok. Oh ya, Marcel di rumah sendiri ya?”


“Marcel dirumah sama mbak kak, mama dan papa lagi kerja.”


“Om Reza kemana?”


“Om Reza udah pergi kerja juga kak. Ya udah ayok masuk kak, kita buat didalam aja”


Nia dan Marcel masuk ke dalam rumah dan membuat kerajinan dari origami. Nia mengajari Marcel membuat burung dan kupu-kupu dari kertas origami dengan berbagai warna. Karena sangat asyik, mereka tidak sadar kalau hari sudah perang dan lipatan origami yang mereka buat juga sudah sangat banyak.


“Eh sudah mulai gelap. Hari ini sampai disini ya Marcel.” ucap Nia pada Marcel karena hari sudah petang. “Marcel mandi ya jangan lupa nanti makan. Besok kita gantung di kamar Marcel ya.”


“Iya kak Nia. Makasih ya. Besok kita gantung burung-burungnya.” ucap Marcel.


“Kak Nia pulang ya.” pamit Nia pada Marcel.


“Iya kak, hati-hati ya.”


Nia pun pergi meninggalkan kediaman Marcel. Sesampainya di kontrakan, Nia kembali kepikiran dengan ucapan Mutia. Tadinya Nia ingin memastikan langsung, namun saat di rumah Marcel ia tidak bertemu dengan Reza.

__ADS_1


__ADS_2