
Hari yang dinantikan Marcel pun telah tiba.
Ulang tahun yang dirayakan secara sederhana dengan hanya makan malam bersama kedua orang tua Marcel, Oma, Opa serta Om Reza dan tak lupa juga Nia yang turut serta. Diruang keluarga sudah kumpul seluruh keluarga yang sedang menunggu seseorang yang sudah dianggap kakak oleh Marcel. Tak berapa lama, pintu rumah diketuk oleh seseorang dan Tiara bergegas untuk membuka pintu.
“Eh Nia sudah datang. Selamat malam Nia.” sapa Tiara saat melihat tamunya yang datang.
“Selamat malam juga kak. Maaf ya kak, Nia telat.” jawab Nia merasa bersalah.
“Gakpapa, kamu pasti punya urusan lain tadi. Ya udah masuk yok.”
“Iya kak.” jawab Nia dan mereka masuk kerumah menuju ruang keluarga. Dari jauh Nia tampak melihat lima orang sedang duduk di sofa. Tampak sepasang suami istri yang sudah kelihatan tua duduk di sisi Marcel dan dua orang lainnya duduk membelakangi Nia.
“Selamat malam pak, bu.” Sapa Nia sambil menyalam sepasang suami istri itu dengan sopan.
“Selamat malam nak.” jawab mereka bersamaan sambil menerima salam dari Nia.
“Ini Nia ya? Kakak yang selalu mengajari dan menemani Marcel. Saya Oma-nya Marcel, dan ini suami saya Opa-nya Marcel.” sapa Oma Mila kepada Nia.
“Iya bu, maaf ya bu sudah menunggu.”
__ADS_1
“Iya gak papa nak. Panggil tante saja, kalau panggil ibu formal sekali.”
“Iya tante.”
“Kak Nia kok lama sih datangnya. Terus tadi Marcel liat kak Nia juga pulang dari sekolah kok sore?” tanya Marcel yang sudah menunggu kedatangan Nia.
“Kak Nia minta maaf ya Marcel karena datangnya lama. Tadi kak Nia ada kegiatan disekolah dan pulangnya telat. Oh iya, selamat ulang tahun ya Marcel semoga paniang umur, sehat selalu dan semakin pintar. Ini hadiah dari kakak, semoga Marcel suka.” jawab Nia sambil memberikan bingkisan yang dibawa oleh Nia.
“Makasih kak Nia.”
“Udah, buka kadonya nanti aja ya. Sekarang kita makan, pasti udah pada lapar.” ajak Tiara yang dari tadi diak saja. Mereka semua menuju ruang makan.
Sejak Nia datang, Nia merasa seseorang memperhatikannya. Namun, gadis itu tidak berani melihat siapa yang sedari tadi memperhatikannya, sehingga ia memilih untuk berjalan di paling belakang. Sesampainya diruang makan, Nia memperhatikan semuanya sudah duduk ditempatnya masing-masing. Saat Nia hendak duduk dan ia melihat siapa yang duduk disampingnya, betapa ia dikejutkan dengan orang itu.
Acara makan malam berlangsung secara hikmat, dimana sudah menjadi tradisi dikeluarga tersebut kalau makan tidak ada yang berbicara. Dan diam-diam Nia melirik pria yang sangat menikmati makanannya. Pria tersebut tidak terusik sama sekali dengan lirikan gadis yang disampingnya.
Apakah dia tidak mengingatku? Kenapa tadi begitu memperhatikanku dan sekarang sangat tidak peduli? Apakah pertemuan yang lalu tidak meninggalkan kesan untuknya? Tapi aku harus mengucapkan terima kasih kepadanya, batin Nia kembali.
Acara makan malam telah selesai, dan dilanjutkan dengan acara tiup lilin dan potong kue. Setelah itu, semuanya kembali berkumpul diruang tamu.
__ADS_1
“Om Reza udah kenalan belum sama kak Nia?” tanya Marcel membuka pembicaraan.
“Oh iya, Nia kenalkan ini Reza adiknya papa Marcel.” Mila yang baru menyadari hal itu pun memperkenalkan anak lelakinya kepada Nia.
“Halo kak Reza, saya Nia.” sapa Nia sambil mengulurkan tangannya sebagai salam perkenalan.
“Saya Reza, salam kenal,” sapa Reza membalas salam Nia.
“Tante, Om dan semuanya saya pamit balek ke kontrakan ya karena sudah malam.” pamit Nia dengan sangat canggung.
“Loh kok cepat banget sih kak, kitakan belum ada belajar hari ini.” sungut Marcel yang ingin Nia untuk lebih lama lagi dirumahnya.
“Untuk les hari ini diganti besok saja ya dan akan lebih lama lagi deh lesnya. Kan hari ini Marcel ulang tahun dan keluarga lagi kumpul mending Marcel bermain dulu dengan Oma, Opa dan Om reza ya.” bujuk Nia kepada Marcel, dan lelaki kecil itu hanya mengangguk walaupun menunjukkan wajah kesal.
“Nia pulang diantar sama Reza ya, kan sudah malam.” tawar Tiara yang sedari tadi diam.
“Eh... Gak usah kak, kontrakan Nia dekat kok. Jalan kaki aja sampe.” tolak Nia secara halus tapi didalam hatinya berharap untuk diantar oleh Reza supaya ia dapat mengucapkan terima kasih atas tiga tahun lalu.
“Sudah diantar saja Nia, lagian sudah malam.” bujuk Randi papa Marcel dan menatap Reza sebagai perintah yang tidak boleh dibantah. Reza yang sangat mengenal Randi hanya mengangguk tanda setuju.
__ADS_1
“Ya udah deh. Saya balek ya tante, om, kak Randi, kak Tiara. Marcel selamat ulang tahun ya, kak Nia balek dulu.” pamit Nia pada semuanya.
Nia dan Reza pun pergi menuju kontrakan Nia.