Selalu Bertemu

Selalu Bertemu
Episode 22


__ADS_3

Setelah selesai makan siang bersama, Nia memilih untuk tidur. Sedangkan Mutia, sibuk dengan telepon genggamnya. Saat selesai makan, Mutia mengatakan ingin menghabiskan hari di kontrakan Nia. Karena sudah biasa akan hal itu, sehingga Nia mengizinkan Mutia. Tetapi di sisi lain, Mutia mempunyai niat untuk mengikuti Nia mengajar Marcel.


Empat puluh lima menit kemudia, Nia terbangun dari tidurnya. Nia melihat, Mutia yang sibuk dengan telepon genggamnya.


“Kamu gak tidur Mut? Asyik banget.” sapa Nia mengalihkan perhatian Mutia.


“Kamu udah bangun. Gak aku hanya lihat-lihat sosial media aja.” ucap Mutia.


“Aku mau ngajar Marcel Mut, gak papakan aku tinggal sendiri?” tanya Nia setelah melihat jam.


“Aku ikut kamu ngajar ya, aku gak ganggu kamu deh.” mohon Mutia.


“Ya udah aku ngajar Marcel di sini aja. Biar kamu juga bisa gabung. Aku segan Mut, bawa teman ke rumah kak Tiara apalagi kalau di rumah hanya ada si Mbak dan Marcel doang.” ucap Nia dan segera menghubungi Tiara.


Mendengar ucapan Nia, Mutia tidak suka. Ia ingin membantah, tetapi tidak jadi karena Nia segera menghubungi Tiara.


“Kita tunggu Marcel datang ya Mut. Kak Tiara akan suruh si Mbak ngantar Marcel.” ucap Nia setelah menutup panggilannya dengan Tiara.


“Kok kamu malah suruh Marcel datang sih. Kamu gak suka ya Ni kalau aku dikenal keluarga bapak loreng?” tanya Mutia dengan ketus.


“Bukan gitu Ni, gak enak kalau bertamu tuan rumah gak di rumah. Kamu gak lupakan kalau Marcel keponakan kak Reza. Jadi kamu dekati aja Marcel.”


“Iya deh.”


“Nanti kalau Marcel datang, tolong bukain pintu ya. Kamu coba dekat dengan dia. Aku mau mandi dulu.”


“Ok Ni, tau aja kamu.” ucap Mutia dengan senang.


Tok...tok...tok


Ketukan pintu terdengar, Mutia bergegas untuk membuka pintu.


“Kamu Marcel ya.” tanya Mutia saat pintu sudah terbuka.

__ADS_1


“Iya kak. Kak Nia di mana?” tanya Marcel bingung karena yang membuka pintu bukan Nia.


“Kak Nia lagi mandi. Masuk yuk.” ajak Mutia.


“Marcel di sini aja kak, nunggu kak Ni. Mbak jangan pulang dulu ya.” ucap Marcel menolak tawaran Mutia. Marcel merupakan seorang anak yang tidak mudah dekat dengan orang lain. Randi dan Tiara selalu mengingatkan Marcel untuk berhati-hati terhadap orang yang baru dikenal.


“Sore Marcel. Kok gak masuk?” sapa Nia menghampiri Mutia di teras dan melihat Marcel dan si Mbak di luar juga.


“Marcel nunggu kak Nia.” ucap Marcel.


“Marcel emang gitu Ni, gak mudah dekat dengan orang lain. Waktu lihat yang buka pintu bukan Nia, Marcel gak mau masuk.” ucap si Mbak menjelaskan.


“Iya Mbak, Nia minta maaf ya Marcel.” ucap Nia dengan senyuman sedangkan Mutia menatap tidak suka.


“Gak papa Ni. Mbak pulang ya Ni. Permisi mbak (kepada Mutia).” pamit Mbak dan berlalu meninggalkan kontrakan, Nia mengangguk sebagai balasan.


“Marcel udah kenalan belum, sama kakak ini?” tanya Nia menunjuk Mutia dan Marcel menggelengkan kepala.


“Aku Marcel kak.” ucap Marcel.


“Kita masuk yuk, kita belajar di dalam.” ucap Nia menarik Marcel masuk ke kontrakan.


“Marcel mau belajar apa?” tanya Nia.


“Marcel mau baca buku kak Nia. Boleh gak kak?” tanya Marcel dengan hati-hati supaya Nia mengizinkan.


“Tugas Marcel udah selesai?” tanya Nia memastikan Marcel sudah menyelsaikan tugasnya.


“Udah kak. Boleh ya.” mohon Marcel.


“Ya udah boleh.” ucap Nia.


“Yey. Makasih kak.” ucap Marcel dan bergegas menuju rak buku Nia.

__ADS_1


“Kalau ada yang mau di tanya boleh ya. Tanya sama kak Mutia juga gak papa. Kak Mutia juga guru kok.” ucap Nia dibalas anggukan kepala oleh Marcel.


Sementara Marcel sibuk membaca, Nia menghampiri Mutia yang tidak jauh dari mereka. Nia menyarakan Mutia untuk memghampiri Marcel. Mendampingi Marcel supaya mereka menjadi dekat dengan dirinya.


“Marcel lagi baca buku apa?” tanya Mutia menghampiri Marcel. Marcel hanya menunjukkan cover buku RPAL yang sedang ia pegang tanpa mengeluarkan sepatah kata.


“Marcel suka baca buku ya.” tanya Mutia kembali dan sama seperti tadi hanya anggukan kepala yang diterima.


Susah amat ya jawab pertanyaan aku, batin Mutia


“Sama dong. Kakak juga suka membaca. Marcel suka baca tentang apa?” tanya Mutia tidak menyerah dan kembali Marcel balas dengan anggukan. Sedangkan Nia yang sibuk memeriksa tugas siswa hanya mendengar Mutia.


“Ni, aku pulang ya.” pamit Mutia menghampiri Nia. Ia kesal dengan Marcel yang seakan tidak menyukainya. Ia tidak ingin marah-marah di depan Marcel yang akan membuatnya terlihat buruk.


“Loh kok pulang. Katanya mau dekat sama Marcel.” tanya Nia yang bingung melihat Mutia sudah membawa tas dan hendak pulang.


“Masih ada banyak waktu Ni. Aku pulang dulu ya.” ucap Mutia dengan tersenyum paksa.


“Iya deh. Kamu hati-hati ya.” ucap Nia.


Mutia segera pergi meninggalkan kontrakan Nia. Ia tidak ingin Nia menertawakan dirinya yang selelu dibalas anggukan saat bertanya kepada Marcel. Ia pulang dengan rasa kesal karena Marcel.


Begitu Mutia pergi Nia menghampiri Marcel. Ia penasaran dengaan percakapan antara Mutia dan Marcel. Sehingga Mutia memutuskan untuk pulang. Yang Nia dengan Mutia selalu bertanya kepada Marcel.


“Marcel, seru gak belajar sama kak Mutia?” tanya Nia begitu menghampiri Marcel.


“Marcel daritadi membaca kak, gak ada belajar.” jawab Marcel menatap Nia.


“Loh, tadi kak Nia dengar kak Mutia tanya Marcel.” ucap Nia yang bingung dengan jawaban Marcel.


“Kak Mutia berisik kak. Udah liat Marcel baca apa, tapi kok ditanya lagi.” ucap Marcel dengan kesal.


Setelah mendengar jawaban Marcel, Nia mengetahui apa yang membuat Mutia memilih untuk pulang. Nia menduga mungkin Marcel belum merasa nyaman dengan Mutia. Tetapi ia bingung dengan Mutia yang menyerah begitu saja karena respon Marcel.

__ADS_1


__ADS_2