Selalu Bertemu

Selalu Bertemu
Episode 20


__ADS_3

Reza dan Nia pergi meninggalkan kediaman Mila. Selama di perjalanan mereka sibuk dengan pikiran mereka sendiri. Seakan mereka tidak saling mengenal satu sama lain.


“Makasih ya kak.” kata Nia begitu tiba di depan kontrakan.


“Sama-sama Ni.” ucap Reza menatap Nia dengan tatapan yang sulit dimengerti.


“Kamu kenapa?” tanya Reza.


“Maksudnya kak Reza?” bukan jawaban, Nia kembali bertanya dengan bingung.


“Beberapa hari ini kamu berbeda sekali. Kamu marah dengan saya?” ucap Reza yang tetap menatap Nia.


“Enggak kak, Nia biasa aja kok. Perasaan kakak aja kali.” ucap Nia sambil tersenyum dipaksakan.


“Mungkin perasaan saya saja ya.” ucap Reza menganggukkan kepala.


“Iya kak.”


“Ya sudah, saya pergi dulu. Pengorbanan hanya demi hubungan tidak akan menjadi jawaban Ni.” ucap Reza sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan kontrakan Nia.


“Maksudnya?” gumam Nia bingung dengan kata-kata Reza sambil masuk ke kontrakan.


Nia memilih untuk mengganti pakaiannya. Karena merasa lelah, Nia memilih untuk tidur.


________________________________________________


Sementara di tempat lain Mutia sedang asyik melihat sosial media. Tiba-tiba Mutia melihat foto keluarga Reza dan Nia juga ada di foto itu. Mutia merasa geram saat melihat foto Nia bersama keluarga Reza di sosial media Tiara. Tampak beberapa foto terdapat wajah Nia yang diambil saat di rumah Reza.


Ni lagi sibuk gak?


Makan yok


Isi pesan Mutia kepada Nia untuk memastikan kebenaran dari foto itu dari Nia sendiri.

__ADS_1


Mutia menunggu balasan dari Nia. Namun, setelah lima belas menit Mutia merasa kesal karena Nia tidak membalas pesannya. Mutia menghubungi Nia, tetap tidak ada jawaban. Mutia begitu geram dengan Nia.


Mutia segera bersiap menuju rumah Nia. Ia harus menanyakan kepada Nia kebenaran foto itu. Dan berniat untuk membuat Nia menjauhi Reza.


Begitu tiba di kontrakan Nia, Mutia mengetuk pintu dengan sangat keras. Tidak peduli dengan reaksi tetangga Nia yang mendengarkan.


Tok...tok...tok


Nia yang merasa terganggu dengan ketukan pintu segera bangun. Dan melihat dari jendela untuk memastikan siapa yang datang.


Mutia... Ada apa ya, batin Nia.


“Ada apa Mut?” tanya Nia saat pintu sudah terbuka.


“Kamu baru bangun tidur?” tanya Mutia saat melihat muka bantal Nia tanpa memberi salam dengan ketus.


Nia baru bangun tidur, berarti itu foto lama dong. Tapi aku pastiin dulu deh, batin Mutia


“Iya, aku baru bangun tidur. Masuk dulu Mut.”


“Kenapa emang Mut?” tanya Nia yang bingung dengan sikap Mutia.


“Ya nanya aja buk.”


“Gak, tadi siang aku habis dari rumahnya tante Mila. Sepulang dari sana aku merasa capek ya aku tidur.”


“Tante Mila siapa Ni?” tanya Mutia penuh selidik.


“Omanya Marcel, orang tua kak Reza.”


“Bapak loreng pasti di sana juga. Kok kamu bisa ke rumah orang tua bapak loreng?” tanya Mutia dengan ketus.


“Tante Mila ulang tahun dan kak Tiara ngajak buat makan siang bareng di sana. Segan mau nolak Mut.”

__ADS_1


“Kamu kok mau sih Ni.”


“Kamu kok ngomong gitu sih Mut. Yang ngajak itu kak Tiara, Mut. Kamu juga tau gimana aku dengan kak Tiara.” ucap Nia yang kesal melihat tingkah Mutia.


“Ya kamu bisa nolak kali Ni. Ntar di kira kamu naksir lagi sama bapak loreng terus kalian di jodohin. Akunya gimana Ni.”


“Ya ampun Mut. Pikiran kamu kejauhan Mut. Tante Mila gak gitu orangnya, aku udah sering jumpa kok.”


“Jadi kamu udah sering ketemu tante Mila?”


“Iyalah Mut. Aku sering jumpa di rumah kak Tiara waktu ngajar Marcel.”


“Tuh kan. Kamu gak usah ngajar Marcel lagi deh Ni. Ntar kamu kepincut lagi sama bapak loreng.”


“Gak mungkin aku berhenti Mut. Lagian kak Reza udah ada cewek yang disukai tau.”


“Apa?” tanya Mutia dengan suara keras karena terkejut. “Siapa ceweknya Ni? Kamu jangan bong Ni, aku tau dia gimana.”


“Ya aku gak tau lah Mut. Kamu tanya aja langsung.”


“Udah kamu cari bapak loreng yang lain aja. Kenalan kamukan banyak.” ucap Nia memberi saran. “Eh. Kamu datang mau ngapain Mut?”


“Gak, tadi aku lewat aja.”


“Aku balek ya Ni.” pamit Mutia yang ingin pulang karena merasa kecewa mendengar informasi Nia.


“Gak mau minum dulu Mut.” tawar Nia.


“Gak Ni. Aku balek ya.” ucap Mutia dan bergegas meninggalkan kontrakan Nia.


“Mungkin Mutia sedih. Tapi mending tau sekarang daripada nanti.” ucap Nia setelah kepergian Mutia.


Nia kembali ke kamar dan mengambil telepon genggamnya. Ia melihat ada beberapa pesan panggilan tidak terjawab dari Mutia.

__ADS_1


“Ini mau ngajak makan. Kok malah bilang lewat aja tadi.” gumam Nia begitu membaca pesan Mutia. “Mungkin lagi patah hati sama kak Reza.”


__ADS_2