Selalu Bertemu

Selalu Bertemu
Episode 19


__ADS_3

Hari minggu, sudah menjadi kebiasaan Nia untuk bangun lebih lama dari biasanya. Ia akan bangun saat merasa tidur cukup untuk menebus tidur di malam-malam sebelumnya.


Sedang merasa nyaman di atas kasurnya, ketukan pintu terdengar. Nia yang merasa tidak memiliki janji dengan seseorang mengabaikan saja, mungkin ketukan dari kontrakan sebelah pikirnya. Namun, ketukan terdengar semakin kuat. Akhirnya Nia beranjak untuk membuka pintu karena penasaran.


“Eh. Kak Tiara.” ucap Nia terkejut saat membuka pintu dan ternyata melihat Tiara di depan kontrakannya.


“Pagi Nia. Baru bangun ya.” sapa Tiara yang memperhatikan penampilan Nia yang masih menggunakan piyama dan muka yang kelihatan baru bangun.


“Pagi juga kak. Iya kak, Nia baru bangun.” Jawab Nia dengan senyuman khas. “Ada apa ya kak?@


“Nia di undang Oma-nya Marcel ke rumahnya. Kita pergi bareng ya. Nia siap-siap dulu. Kalau udah selesai ke rumah kakak ya.”


“Ke rumah tante Mila ya kak, ada acara apa kak?”


“Hanya makan siang bersama merayakan ulang tahun mama Ni. Mama suruh kamu harus ikut. Mau ya.” mohon Tiara kepada Nia.


“Em... iya kak.” jawab Nia merasa segan untuk menolak.


“Ya udah kamu siap-siap ya. Kakak tunggu di rumah.” ucap Tiara dan setelah itu meninggalkan Nia.


Begitu Tiara pergi, Nia bergegas pergi mandi. Bersiap untuk pergi ke rumah Mila. Sebenarnya Nia merasa bingung, mengapa ia diundang ke acara keluarga itu.


Setelah selesai, Nia segera pergi menuju rumah Tiara. Nia memilih mengenakan celana jeand panjang hitam serta blouse lengan pendek berwarna maroon dengan sepatu skets. Walaupun sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, Nia tetap berpenampilan seadanya.


Dari jauh, tampak di teras rumah Tiara sudah terparkir mobil. Juga tampak Randi yang sedang memasukkan barang ke dalam mobil itu.

__ADS_1


“Pagi kak Randi.” sapa Nia.


“Pagi Nia, masuk Nia. Nunggu di dalam aja ya.” ucapa Randi.


“Iya kak.” Nia bergegas masuk.


“Kak Nia.” teriak Marcel yang sedang duduk diruang tamu begitu melihat Nia. Marcel tidak sendiri, juga terlihat Reza yang duduk disana.


“Hai Marcel.” sapa Nia menghampiri Marcel dan duduk di sampingnya.


“Nia udah datang.” sapa Tiara saat melihat Nia.


“Semua udah kumpul. Yuk kita pergi, takutnya nanti jalanan macet karena weekend.” ajak Tiara yang di jawab anggukan oleh Nia dan Marcel.


Keadaan jalanan sedang macet seakan mendukung ucapan Tiara tadi. Sepanjang perjalanan Marcel sibuk cerita bersama Nia dan Tiara dengan Randi yang fokus menyetir. Sedangkan Reza hanya memandang ke arah luar jendela mobil dan terkadang tersenyum menanggapi ocehan Marcel.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam, mereka tiba di kediaman Mila. Mereka di sambut dengan hangat oleh Mila beserta suaminya. Mila kuga sangat senang melihat Nia memenuhi undangannya.


“Nia datang juga. Makasih ya Ni udah mau datang.” ucap Mila manyapa Nia.


“Iya tante, sama-sama. Selamat ulang tahun ya tante. Semoga sehat selalu, panjang umur dan selalu bahagia.” ucap Nia memeluk Mila. “Tapi maaf ya tante kadonya nyusul. Nia gak tau kalau tante hari ini ulang tahun.”


“Makasih ucapannya Nia. Gak usah bawa kado juga gak papa. Nia udah mau datang tante udah senang kok.” ucap Mila.


“Masuk yuk. Nia dan Tiara bantu mama di dapur ya.” ajak Mila.

__ADS_1


Para lelaki sibuk ngobrol di ruang tamu, sementara perempuan sibuk menyiapkan makanan. Banyak jenis masakan yang sudah di masak oleh Mila. Nia dan Tiara hanya menyajikan dan menyiapkan makanan di meja makan.


Selesai menyiapkan makanan, Mila memanggil suami, anak beserta cucunya untuk makan. Mereka makan dengan keadaan hening seperti tradisi yang selalu dilakukan keluarga itu. Semua sangat menikmati makanan yang di masak oleh Mila.


Selesai makan siang, Tiara menghidangkan kue ulang tahun di hadapan Mila. Mila begitu senang di hari ulang tahun kali ini. Senyuman tidak pernah hilang dari wajahnya sejak kedatangan anak, menantu, cucu dan juga Nia.


“Mama senang banget. Di hari ulang tahun ini dapat berkumpul dengan keluarga dan juga Nia. Sudah lama mama memimpikan hal ini. Terima kasih.” ucap Mila dengan bulir-bulir air mata mengalir di pipinya. Setelahnya Mila meniup lilin yang menyala di atas kue.


Reza yang melihat senyuman yang terlihat di wajah Mila begitu senang. Karena, sudah beberapa tahun, keluarga mereka jarang berkumpul secara lengkap. Semua itu karena Papa, Reza dan Randi di sibukkan dengan tugas mereka. Ia berhadap menemukan sosok perempuan yang bersedia menemani mamanya saat ia sedang tugas.


Selesai merayakan ulang tahun Mila secara sederhana, Randi dan Tiara pamit karena pekerjaan mereka, begitu juga dengan suami Mila. Sementara Marcel tinggal di rumaha Mila.


“Tante sekali lagi terima kasih ya. Makanannya enak, Nia selalu suka masakan tante. Tante Nia pamit pulang ya.” ucap Nia kepada Mila saat mereka sedang menonton TV bersama.


“Nia mau pulang ya. Biar di antar Reza aja ya. Reza juga mau pergi tugas.” ucap Mila.


“Nia pulang sendiri saja tante.” tolak Nia terhadap tawaran Mila.


“Za, sebelum tugas, kamu antar Nia dulu ya.” pinta Mila sedangkan Reza hanya mengangguk tanda setuju. Mila tersenyum melihat Reza, karena sudah menduga Reza pasti akan menuruti perintahnya.


“Reza ganti baju dulu ya.” ucap Reza bergegas ke kamarnya.


Setelah itu, mereka kembali menonton Tv. Tidak berapa lama Reza datang. Nia dan Reza berpamitan kepada Mila dan Marcel.


Reza dan Nia pergi meninggalkan kediaman Mila. Selama di perjalanan mereka sibuk dengan pikiran mereka sendiri.

__ADS_1


__ADS_2