Selalu Bertemu

Selalu Bertemu
Episode 23


__ADS_3

Sudah dua minggu Mutia selalu berkunjung ke rumah Nia. Ia tidak akan menyerah begitu saja. Semalam, Nia juga sudah memberitahu bahwa Marcel anak yang pemalu dan susah untuk dekat dengan orang lain. Mutia juga belum pernah berinteraksi dengan kakak serta ipar Reza.


Sepulang sekolah Nia dan Mutia menuju kontrakan Nia. Tetapi sebelumnya mereka singgah di supermarket untuk membeli bahan makanan yang sudah habis. Seperti biasa yang mereka lakukan.


“Ni, Marcel suka makanan apa?” tanya Mutia saat mereka sedang memilih bahan makanan.


“Kalau soal makanan Marcel orangnya gak ribet kon Mut, semua dia makan.”


“Aku beliin ini aja ya.” ucap Mutia mengambil beberapa bungkus stik kentang yang menurutnya di sukai anak-anak.


“Boleh Mut.”


Begitu tiba di kontrakan Nia, mereka bersiap untuk memasak. Setelah selesai memasak, mereka makan bersama. Menunggu waktu untuk les, mereka berdua istirahat.


Tok...tok...tok


Terdengar ketukan pintu. Nia bergegas membuka pintu untuk mengetahui siapa yang mengunjunginya.


“Kak Tiara.” sapa Nia terkejut.


“Siang Ni. Hari ini Marcel les dimana?” tanya Tiara.


“Boleh gak kak kalau kita belajar disini. Teman Nia datang kak.” mohon Nia.


Mendengar ucapan Nia, Tiara melihat kedalam kontrakan. Dan benar, ada seorang perempuan yang juga sedang melihatnya. Tiara sengaja datang mengunjungi Nia untuk memastikan apa yang Marcel ceritakan.


Ya, setiap hari ketika Tiara pulang kerja Marcel menghampirinya. Marcel bercerita bahwa ia kurang nyaman saat les di kontrakan Nia yang kedatangan temannya. Tiara yang begitu mengetahui sifat anaknya merasa kesal juga.


“Oh ya udah. Tapi kamu jemput Marcel ke rumah ya. Yuk Ni.” ajak Tiara menarik tangan Nia begitu saja meninggalkan kontrakan Nia.


Mutia yang melihat Kedatangan Tiara merasa terkejut. Pasalnya saat ia melihat Tiara, tampak tatapan tidak suka yang diperlihatkan oleh ibu Marcel. Sehingga Mutia mengurungkan niatnya untuk menyapa. Dan merasa kesal saat Tiara menarik tangan Nia begitu saja untuk mengikutinya.

__ADS_1


“Kak Tiara kenapa?” tanya Nia begitu tiba di rumah Tiara.


“Gadis yang di kontrakan kamu siapa Ni?” bukannya menjawab Tiara malah kembali bertanya.


“Itu Mutia kak, teman Nia.”


“Kemarin dia juga datang ke tempat kamu?”


“Iya kak.”


“Bukannya kakak marah sama Nia. Tapi Marcel selalu cerita kalau dia kurang nyaman belajar dengan adanya teman kamu. Kamukan tau sendiri Marcel anaknya gimana. Jadi hari ini kamu ajari Marcel di rumah ya. Sebentar aja”


“Nia minta maaf ya kak, karena Marcel tidak nyaman. Nia mau kok ngajar Marcel di rumah kakak. Tapi Nia balik dulu ya kak, mau beritahu teman Nia.” mohon Nia.


“Bukan kakak gak kasih izin. Tapi takut kamu malah batalin lesnya karena ada teman. Sebantar saja Ni.”


“Nia gak enak kak tinggalin tamu sendiri di kontrakan. Atau kakak temani Nia dulu ya.”


“Ya udah deh, kakak temani.”


“Mut, kenalin kak Tiara mama Marcel.” Nia memperkenalkan Tiara. Karena Nia bingung bagaimana memulai pembicaraan.


“Halo kak, saya Mutia teman Nia.” ucap Mutia sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan.


“Saya Tiara.” menerima salam Mutia dengan raut wajah datar.


“Mut, aku mau ngajar Marcel di rumahnya. Kamu gak papa aku tinggal sendiri?” tanya Nia to the point.


“Aku pulang aja deh Ni.” ucap Mutia yang mengetahui bahwa ia tidak bisa mengikuti Nia untuk mengajar les. Karena sejak awal pertemuan dengan Tiara, Mutia menyadari bahwa ibu dari anak lelaki itu tidak menyukainya. Ia bergegas meninggalkan kontrakan Nia tanpa menyapa Tiara atau memberi salam kepada Nia.


“Kok Mutia kesal gitu ya.”gumam Nia yang dapat di dengar Tiara.

__ADS_1


“Ayo Ni, kita kerumah.” ajak Tiara begitu sosok Mutia sudah tidak terlihat lagi.


“Kak aku merasa Mutia marah deh sama aku, gimana ya kak?” tanya Nia.


“Emang dia siapa sih Ni, kalau hanya teman sih ya gak masalah menurut kakak. Emang dia gak punya kesibukan lain setelah mengajar di sekolah?”


“Mutia itu teman dekat aku sejak kuliah kak. Mutia hanya mengajar di sekolah kak, dia malas mau ngajar les katanya.”


“Trus kenapa sekarang dia setiap hari ke rumah kamu? Sedangakn kamu bialng kalian sudah lama berteman?”


“Gimana ya kak bilangnya. Nia bingung.”


“Ngomong aja Ni, biar kita sama-sama nyaman saat kakak tau alasan dia setiap hari ke tempat kamu.”


“Gini kak, Mutia itu juga anak dari senior kak Reza. Sudah lama Mutia menyukai kak Reza tapi tidak ada respon dari kak Reza. Begitu Mutia tau kalau aku tinggal di kontrakan kakak bahkan mengajar Marcel, Mutia mencoba untuk mendekati Marcel dan rencananya kakak dan kak Randi juga.” ucap Nia takut-takut dan juga merasa tidak bisa untuk berbohong.


“Jadi karena kamu merasa Mutia teman kamu dan kasihan sama dia, kamu mau aja gitu Ni? Emang kamu nyaman di kunjungi Mutia setiap hari hanya karena misi dia?” tanya Tiara yang tidak habis pikir.


“Sebenarnya Nia juga gak nyaman kak, tapi mau gimana. Setiap Nia larang, Mutia selalu maksa kak. Trus bilang kalau aku gak ngaggap dia teman.” ucap Nia dan Tiara hanya menghela napas.


“Reza tau ini?”


“Maksud kak Tiara?”


“Reza tau kalau Mutia menyukainya?”


“Tau kak. Nia pernah tanya kak Reza.”


“Ya udah besok kamu gak usah ajak Mutia lagi ya, bilang aja besok kamu ke rumah sakit jemput kakak.” pinta Tiara sebagai solusi agar Mutia tidak mengikutinya.


“Jadi setiap hari Nia harus bilang gitu ke Mutia ya kak?”

__ADS_1


“Untuk besok saja Ni, nanti kita cari lagi alasan untuk hari berikutnya. Ya udah ayo kerumah, sudah waktunya les”


Mereka bergegas ke rumah Tiara.


__ADS_2