Selalu Bertemu

Selalu Bertemu
Episode 2


__ADS_3

Tidur gak ya... tapi aku gak kenal, batin Nia


Tetapi rasa kantuk yang menghampiri Nia tidak dapat ditahan lagi. Nia bingung untuk menahan kantuknya agak tidak tertidur atau tidur di atas tumpukan jaket yang ada diantara mereka. Akhirnya Nia memutuskan untuk tidur dengan meletakkan kepalanya di tumpukkan jaket yang ada diantara mereka.


Sementara itu, pria yang ada di samping Nia, tersenyum mangamati tingkahnya mulai dari mengantuk, kebingungan hingga memilih untuk tidur. Sebenarnya sejak Nia duduk disisinya, pria tersebut sudah mengamatinya karena rasa kesal saat membeli tiket. Hingga saat gadis itu memuntahkan segala isi perutnya, dan timbul perasaan kasihan. Namun, dari pengamatan pria itu, Nia merupakan sosok gadis yang sangat berhati-hati dengan orang yang dijumpainya. Sehingga pria tersebut hanya diam saja saat melihat Nia memuntahkan segala isi perutnya. Saat bus berhenti, pria itu mengamati Nia yang tidak makan dan membiarkan perutnya tetap kosong dan ia memutuskan untuk membeli roti.


Selama Nia tertidur, pria itu sangat memperhatikan dan menjaganya sehingga terasa nyaman saat tidur. Pria tersebut akan memperbaiki kepala Nia yang semakin merosot dan terkadang menyandarkan kepala Nia dibahunya agar tidak terasa sakit saat bangun nanti.


Selang waktu begitu lama, Nia merasakan kepalanya seperti ditimpah dan terasa seperti ada yang merangkulnya. Ternyata pria itu tertidur sambil merangkul Nia dan meletakkan kepalanya diatas kepala Nia. Nia mencoba untuk memperbaiki posisinya, dan ternyata pria itu terbangun.


“Aduh maaf ya dek, ketiduran tadi” sesal si Pria.

__ADS_1


“Iya kak, gak papa” jawab Nia.


“Kalau ngantuk tidur aja lagi, gak papa” tawar si Pria kembali kepada Nia sambil memperbaiki tumpukan jaket yang ada disisi antara mereka.


Nia hanya mengangguk, dan memutuskan untuk tidur kembali karena masih merasa mengantuk. Dan, pria tersebut memilih untuk menjaga Nia agar tersa nyaman saat tidur.


Sudah merasa cukup waktu tidurnya, Nia pun bangun dan menikmati kembali perjalanannya.


“Mau kemana dek?” tanya si Pria membuka pembicaraan.


“Mau ke tempat siapa di kota A?” tanya si Pria kembali.

__ADS_1


“Tempat orang tua kak” jawab Nia kembali


“Jadi di kota C (terminal bus yang dinaiki berada) ngapain?” tanya si Pria kembali.


“Kuliah kak.” jawab Nia. “Kalau kakak turun dimana?” tanya Nia karena penasaran.


“Turun di kota E dek, udah dekat ini” jawab si Pria.


Keadaan kembali hening. Sementara Nia menikmati perjalanannya, sedangkan pria tersebut bersiap untuk turun.


Tak berapa lama pria itu menuju ke depan bus. Nia berpikir mungkin pria itu memberitahu tempat dimana ia akan turun dan akan kembali lagi ke tempat duduknya. Sehingga Nia tidak mengatakan apa-apa kepada pria tersebut.

__ADS_1


Tiba-tiba bus berhenti di sebuah rumah makan dan mengatakan bahwa waktunya istirahat. Nia segera bergegas untuk turun, dan berniat untuk menjumpai pria tersebut untuk mengucapkan terima kasih. Namun nihil, Nia tidak menemukan pria itu. Memang bus yang ditumpangi mereka, berhenti di kota yang akan di tuju pria itu, namun Nia tidak menyangka bahwa pria itu pergi begitu cepat.


Karena tak kunjung menemukan pria itu, timbul perasaan bersalah didalam diri Nia yang tidak mengucapkan terima kasih. Perasaan itu timbul, karena Nia merasa nyaman terhadap pria itu orang yang baru pertama kali di jumpainya namun memberikan rasa nyaman walaupun diawal kelihatan begitu sombong. Sangat menjaga dan membuat Nia nyaman dalam tidurnya saat di bus. Perasaan bersalah itu semakin Nia rasakan karena tidak menanyakan nama pria itu, walaupun gadis itu mengingat betul bagaimana wajah pria itu. Nia berjanji pada dirinya, jika berjumpa kembali dengan pria itu Ia akan mengucapkan terima kasih walaupun pria itu sudah melupakan peristiwa yang ada di bus.


__ADS_2