Selalu Bertemu

Selalu Bertemu
Episode 12


__ADS_3

Sementara itu dikediaman Tiara.


Setelah Tiara memberitahu Marcel bahwa Nia tidak bisa mengajar les hari ini, lelaki kecil itu bergegas menarik Om-nya untuk diajak menemani dirinya bertemu Nia. Karena Marcel sudah sangat menunggu kedatangan Nia. Ia bahkan tidak mau bermain bersama Oma dan Opa.


Setibanya didepan kontrakan Nia.


“Kak Nia...” teriak Marcel. Nia yang dikejutkan dengan teriakan Marcel bergegas membuka pintu.


“Marcel...” ucap Nia saat membuka pintu dan terkejut melihat Marcel datang bersama Reza.


Kenapa dia yang menemani Marcel sih, kan bisa si Mbak yang ngantar atau aku aja disiruh jemput, batin Nia.


“Kenapa hari ini gak les kak, kemarin janji hari ini mau les.” cerca Marcel dengan kesal. “Kenapa kak?”


“Hari ini kakak sedikit sibuk. Marcel juga lagi kedatangan Oma dan Opa. Jadi kita les besok aja ya.” ucap Nia dengan lembut agar Marcel dapat mengerti.


“Emang kakak ada tugas apa? Kemarin kak Nia datang ke rumah waktu ada Oma, sekarang kenapa gak mau?” tanya Marcel beruntun sedangkan Reza hanya diam mendengarkan.


“Kak Nia lagi ada sedikit tugas dari sekolah untuk besok Marcel. Jadi maaf ya hari ini gak bisa.”


“Tapi Marcel mau les kak Nia.” bujuk Marcel terhadap Nia.

__ADS_1


“Jangan samakan masalah pribadi kamu dengan ngajar les.” Reza yang sedaritadi hanya diam kini angkat bicara ketika Nia hendak bicara. Saat tiba tadi lelaki itu memperhatikan kontrakan Nia dan melihat ada sebuah kendaraan terparkir dan Reza begitu mengenalinya. Dan ia sudah menduga akan hal ini.


“Maksudnya apa ya kak? Emang kakak tau masalah pribadi saya?” tanya Nia yang merasa bingung dan melihat Reza seperti tidak biasanya.


“Ya kamu harusnya melaksanakan kewajiban kamu.” ucap Reza dengan dingin.


“Saya sudah melaksanakan kewajiban saya. Hari ini saya mau ngajar les di kontrakan, tadi sempat ke tempat Marcel. Saya lihat lagi ada tamu dan saya sudah telpon kak Tiara untuk memastikan. Apa salah saya membatalkan les?”


“Kamu lihat Marcel sudah datang, jadi ajari lah dia.”


“Baiklah saya akan mengajari Marcel. Kakak boleh tinggalkan kami berdua.” ucap Nia mengalah.


“Masih ada nanti malam kakak, saat ini jadwal Marcel les.” ucap Nia dengan ketus.


“Ya kamu ajari saja Marcel, saya hanya diam saja tidak akan mengganggu kalian.”


“Iya kak Nia, gak papa ya Om Reza disini temani Marcel.” ucap Marcel yang daritadi diam saja.


“Kalian les saja. Saya hanya diam, Marcel juga tidak mengizinkan saya untuk pulang.


Nia yang capek berdebat memilih untuk mengajari Marcel. Sedangkan Reza merasa menang dan hanya diam memperhatikan interaksi antara Nia dan Marcel sesuai janjinya.

__ADS_1


Melihat Nia dan Marcel yang terkadang beradu argumen, membuat Reza menyunggingkan senyum. Terkadang Nia juga melirik Reza dengan sinis. Sikap Nia yang bergitu berbeda terhadap dirinya begitu Reza rasakan. Tetapi Reza begitu menikmati sikap ketus Nia terhadap dirinya.


Setelah hampir dua jam, les pun berakhir.


“Hari ini sampai disini ya. Oma dan Opa Marcel lagi dirumah.” ucap Nia.


“Iya kak Nia, besok kita lanjut lagi ya.” ucap Marcel.


“Kak Tiara ngajak kamu makan malam dirumahnya.” ajak Reza kepada Nia. Tiara sempat mengirim pesan kepada Reza saat Nia sedang mengajar.


“Tadi siang saya kedatangan tamu dan kami memasak bersama, saya makan dirumah jadi. Nanti saya kabari kak Tiara.” tolak Nia secara halus.


“Terserah kamu saja, saya hanya menyampaikan pesan dari kak Tiara.” ucap Reza.


“Kak Nia makasih ya, Marcel pulang dulu.” pamit Marcel kepada Nia dan menarik Reza untuk pulang. Reza mengikuti Marcel tanpa pamit kepada Nia.


“Sama-sama Marcel.” ucap Nia.


“Gak ada sopannya ya tuh orang. Kayaknya apa yang di bilang Mutia bener deh.” gumam Nia sambil menutup pintu.


Kemudian Nia bergegas mengambil telepon genggamnya dan menghubungi Tiara. Memberitahu bahwa Nia tidak dapat bergabung di makan malam itu dan Tiara memakluminya.

__ADS_1


__ADS_2