Selalu Bertemu

Selalu Bertemu
Episode 21


__ADS_3

Keesokan paginya, Nia dia bangun dengan suasana hati yang baik. Nia bergegas mandi dan bersiap untuk pergi ke sekolah mengajar. Saat Nia tiba di ruang guru, Mutia datang menghapiri.


“Kamu bohong ya Ni. Reza itu belum punya cewek tau.” ucap Mutia dengan kesal tanpa menyapa Nia.


Kemarin setelah kembali dari rumah Nia, Mutia segera bertanya kepada Tito dan Fandi. Dan jawaban mereka adalah Reza tidak mempunyai kekasih. Bahkan Reza tidak pernah bertukar pesan dengan seorang perempuan jelas Fandi kepada Mutia.


Sudah menjadi kebiasaan untuk Fandi dan Tito memberi tahu segala sesuatu tentang Reza kepada Mutia. Baik itu keseharian Reza maupun segala cerita yang diceritakan oleh Reza kepada mereka. Karena Reza, Fandi dan Tito merupakan teman dekat.


“Pagi Mut.”sapa Nia.


“Kamu tau darimana?” tanya Nia dengan santainya tanpa ada rasa bersalah.


“Aku tanya Fandi dan Tito. Udah deh Ni kamu jujur aja. Kamu sukakan sama bapak loreng aku? Kamu udah kenal lamakan dan kamu menutupi itu semua?” tanya Mutia dengan nada ketus.


“Mut, jangan karena masalah sepele ini kita ribut ya. Aku biasa aja sama kak Reza. Dan aku tau kalau dia mengukai seorang cewek dari kakak itu sendiri kok. Lagian kak Reza bilang gak mau pacaran.” ucap Nia menjelaskan kepada Mutia.


“Apa kamu bilang, kamu tau dari dia sendiri. Udah deh Ni, kamu suka sama dia kan. Jujur aja deh. Kok kamu tega sama aku sih Ni.” kata Mutia dengan suara yang keras sehingga menyita perhatian orang yang ada diruang guru. Mereka bingung dengan Nia dan Mutia yang selalu dekat setiap di sekolah dan sekarang sedang ribut terhadap suatu hal yang tidak mereka ketahui.


“Nanti deh kita bahas Mut. Gak enak dilihat guru-guru yang lain. Aku juga gak mau, ada salah paham diantara kita.” ucap Nia yang menyadari bahwa semua yang ada diruangan itu tengah memperhatikan mereka. “Lagian udah bel.” tambah Nia saat terdengar bunyi bel pertanda pembelajaran akan di mulai.

__ADS_1


“Bilang aja kamu mau cari alasan lain Ni. Untuk menjawab pertanyaanku.” ucap Mutia yang merasa Nia menghindar dari pertanyaan yang diberikan. Mutia menatap Nia dengan tatapan tidak suka lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Nia menghela napasnya, merasa lelah dengan pembicaraan antara Mutia. Ia tidak menyangka Mutia akan bertindak jauh dari yang ia kenal biasanya. Setelah merasa tenang, Nia bergegas untuk pergi mengajar ke kelas sesuai dengan jadwalnya.


Selama jam sekolah Nia dan Mutia tidak bertegur sapa meskipun saat jam istirahat. Mutia selalu menatap sinis terhadap Nia. Walaupun begitu, Mutia tetap mengingatkan Nia melalui pesan yang ia kirim untuk bertemu setelah pulang sekolah.


Setelah bel pertanda proses belajar mengajar selesai, Nia segera bersiap untuk pulang. Karena Mutia mengirim pesan kepada untuk bertemu di kontrakan Nia. Alasan Mutia di kontrakan Nia untuk memastikan Reza tidak di rumah Tiara.


Sesampainya Nia di kontrakan, Mutia sudah menunggu. Mutia tetap memberikan tatapan sinis kepada Nia. Tetapi Nia tetap tidak menghiraukan.


“Udah lama Mut? Sorry ya, tadi aku beli nasi soto buat makan siang kita.” ucap Nia menyapa Mutia. Namun tidak ada jawaban dari Mutia.


“Udah di sini aja.” ucap Mutia memandang rumah Tiara yang terlihat sepi.


“Kamu ada hubungan apa dengan bapak loreng?” tanya Mutia langsung kepada Nia.


“Aku gak ada hubungan sama kak Reza.”


“Kamu yakin. Jangan bohong deh Ni, aku tau dia lelaki yang kamu jumpai di bus itu kan. Dan kamu senang karena udah dekat dengan keluarganya.”

__ADS_1


“Ya, emang kak Reza lelaki yang aku temui di bus tiga tahun lalu. Aku juga baru tau kalau mereka keluarga kak Reza. Dan aku baru tau dia bapak loreng yang kamu bilang waktu di rumah sakit. Lagian kamu juga gak pernah kasih tau siapa nama pria yang kamu suka itu. Kamu selalu sebut dia bapak loreng dan kamu juga gak pernah mau tunjukin foto dia saka aku. Apakah itu salah aku?”


“Kamu udah tau kalau dia bapak loreng aku, kenapa masih mau aja di ajak kumpul keluarga. Kamu mau buat aku cemburu Ni? Kamu mau persahabatan kita rusak hanya karena ini Ni?” tanya Mutia dengan suara yang keras.


“Mut, kita masuk dulu yuk. Gak enak di lihat tetangga.” ajak Nia karena merasa Mutia sudah membuat keributan dengan suara kerasnya.


“Kamu mau menghindar lagi Ni? Kenapa gak langsung jawab aja.”


“Aku menerima ajakan kak Tiara karena segan, gak ada niat cari perhatian. Lagian waktu di rumah tante Mila, aku gak ada bicara sama kak Reza kok. Kamu percaya deh Mut.” ucap Nia. Ia sengaja tidak memberi tahu saat Reza mengantarkan pulang. Ia tidak ingin Mutia semakin marah kepadanya.


“Kamu berhenti aja deh Ni ngajar Marcel. Biar nanti aku cari siswa yang mau les private.” kata Mutia yang tidak ingin Nia semakin dekat dengan keluarga Reza.


“Aku gak mungkin berhenti Mut. Lagian yang meminta aku ngajar Marcel sendiri. Aku janji deh, gak akan dekat dengan kak Reza. Kak Reza juga jarang kok ke tempat kak Tiara.”


“Kamu udah janji bakal jauhi kak Reza Ni, kamu harus ingat. Dan kamu jangan terlalu dekat dengan keluarga mereka ya.” ucap Mutia setelah membaca pesan dari Fandi. Sebelumnya Mutia menanyakan Reza kepada Fandi. Dan Fandi memberi tahu jikalau mereka akan bertugas dalam waktu yang lama.


“Kamu gak marah lagi kan. Aku lapar nih, kita makan dulu ya.” ajak Nia karena merasa begitu lapar.


“Yuk kita makan, aku juga udah lapar.” ucap Mutia dan mereka memakan soto yang dibeli oleh Nia.

__ADS_1


Untuk saat ini Mutia tidak perlu khawatir dengan pertemuan Reza dengan Nia. Untuk saat ini Mutia berniat untuk menjalin hubungan dengan keluarga Reza. Mutia akan mendampingi Nia saat mengajar Marcel.


__ADS_2