
Mata Alma membulat sempurna. Dia tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut Garland.
"Oke. Kalau itu memang keputusan kamu. Kita putus!" ucap Alma.
Setelah mengatakan itu, Alma segera berlalu dari hadapan Garland. Dia tak sudi berlama-lama berhadapan dengan orang yang hanya mementingkan kepentingannya sendiri seperti Garland.
Garland terpaku ditempatnya. Dia tak menyangka jika Alma akan langsung menerima keputusannya itu. Dalam bayangannya, Alma akan memohon agar dirinya tak memutuskan hubungan mereka. Tapi nyatanya dia salah. Alma justru menyetujui itu.
Di dalam kantor, Alma tampak berdiri di depan mesin absensi. Dia melakukan absensi sebelum melakukan kegiatannya hari ini.
"Pagi Al!" sapa Destyan yang datang bersama dengan Andi.
"Eh selamat pagi Des, Mas Andi!" balasnya.
"Kusut banget kayaknya. Kenapa? Lagi ada masalah sama Garland?" tebak Destyan.
Alma menghela napas panjang. Sedetik kemudian dia menganggukkan kepalanya.
"Pusing gue Des. Makin hari gue makin nggak ngerti sama sikapnya Garland," ucap Alma.
Destyan menghela napas. "Emang dia ngapain lagi? Jalan sama Dania lagi?" tanyanya.
Alma menggeleng. Raut wajahnya terlihat sangat sendu pagi ini.
"Bukan? Terus karena apa dong?"
"Dia nuduh gue selingkuh. Padahal sumpah Demi apapun juga gue nggak selingkuh Des. Kemarin gue emang dianterin pulang sama Bagas. Terus tadi pas berangkat gue dianterin sama bokap gue," jelas Alma.
"Masa dia nuduh gue punya sugar daddy. Padahal kan tadi yang nganterin gue bokap gue sendiri Des," lanjutnya.
Destyan dan Andi saling bertukar pandang. Mereka tak habis pikir dengan Garland yang dengan gampangnya menuduh Alma yang bukan-bukan.
"Gila! Yang bener aja Al? Masa sih dia nggak tahu sama bokap lo?" ujar Andi yang sejak tadi hanya diam saja.
"Tahu. Dia tahu sama bokap gue," ucap Alma.
"Lha kalau tahu, kenapa dia nuduh lo kayak gitu?"
"Gue nggak tahu Des. Makanya gue pusing mikirin sikap dia yang kayak ABG labil itu," ucap Alma.
__ADS_1
Destyan dan Andi menghela napas bersamaan. Mereka turut prihatin dengan apa yang menimpa sahabat mereka.
"Gue ke ruangan Pak Andhika dulu ya," pamit Alma.
"Mau ngapain? Jangan bilang elo mau...."
"Iya. Gue emang mau ngajuin surat resign,"potong Alma cepat.
"Halah! Baru ada masalah gitu doang langsung resign. Kayak anak kecil aja deh!" sindir Dania yang baru saja tiba.
Alma dan Destyan menoleh sekilas. Kemudian mereka memalingkan wajahnya kembali.
"Gue harap elo nggak buru-buru ambil keputusan Al. Gue harap elo masih mau pertimbangkan lagi keputusan elo." Destyan mencoba memberi pengertian dan membujuk Alma agar tak mengajukan resign.
"Gue udah pikirin ini baik-baik Des. Ini keputusan terberat yang pernah gue ambil selama hidup gue," jawab Alma.
"Melepaskan pekerjaan yang udah membuat gue nyaman. Pekerjaan yang memberikan gue bukan sekadar teman dan rekan kerja, tapi juga keluarga kedua," lanjutnya.
"Jujur aja ini berat banget buat gue. Tapi gue harus bisa keluar kan dari zona nyaman itu. Gue harus bisa berjuang dan memulai semuanya dari nol lagi," pungkasnya.
Destyan menitikkan air matanya. Dia lantas memeluk rekan kerja sekaligus sahabat baiknya itu.
"Semoga elo bisa sukses di luar sana ya Al. Gue bakalan kangen banget sama elo." Ucapnya tanpa melepaskan pelukannya.
...****************...
"Aku dengar kamu ngajuin resign ya?" tanya Bagas.
Saat ini dirinya dan Alma sedang makan siang di sebuah kafe yang tak jauh dari tempat Alma open booth.
"Dari mana kamu tahu?" Alma bertanya kembali pada Bagas.
"Aku nggak sengaja dengar teman kamu ngobrolin soal itu tadi pas di kantin," jelas Bagas.
"Emang beneran ya kamu ngajuin resign?" tanya Bagas lagi.
Alma tak lantas menjawab pertanyaan Bagas. Dia menghela napas panjang dan sedikit menundukkan kepalanya.
"Sorry kalau pertanyaan aku membuat kamu nggak nyaman. Aku nggak bermaksud untuk...."
__ADS_1
"Enggak apa-apa kok. Santai aja!" potong Alma cepat.
Bagas tersenyum lega mendengarnya. Pemuda itu sempat merasa tak enak hati saat melihat perubahan ekspresi wajah Alma tadi.
"Alma, bisa kita bicara?" sela Garland tiba-tiba.
Alma dan Bagas kompak menoleh ke samping. Bagas tahu diri. Dia segera bangkit dari tempat duduknya untuk memberikan kesempatan pada Garland berbicara empat mata dengan Alma.
"Aku duluan ya Al. Makasih udah mau nemenin makan siang." Ucapnya seraya tersenyum.
"Iya sama-sama Gas," jawab Alma.
Setelah berkata demikian, Bagas segera berlalu dari tempat itu. Dia sempat menoleh ke belakang dan menatap Alma sekilas. Dia menghela napasnya dan melanjutkan lagi langkahnya.
"Aku minta maaf soal tadi pagi," ucap Garland.
Alma hanya diam saja. Dia tak merespon ucapan kekasihnya itu.
"Aku nggak bermaksud untuk bicara seperti itu tadi. Aku cuman merasa cemburu aja sama kamu," lanjutnya.
Alma masih terdiam. Dia sama sekali tak menghiraukan ucapan Garland.
"Al! Aku nggak mau putus dari kamu. Aku masih sangat sayang sama kamu. Aku nggak serius ngucapin itu tadi. Aku cuman bercanda aja tadi Al!" Garland mengatakan itu sembari menggenggam erat tangan Alma.
Alma menatap tajam wajah pemuda di depannya itu. "Bercanda kata kamu? Bercanda kamu nggak lucu!" Alma menyentak tangannya dengan keras hingga genggaman Garland terlepas.
"Kamu pikir aku nggak punya hati apa? Kamu pikir aku nggak sakit hati apa kamu bilang kayak gitu tadi?" kesal Alma.
"Kemarin aku pengin pulang bareng kamu. Aku pengin kita ngobrol baik-baik. Tapi nyatanya apa? Kamu malah jalan sama Dania. Kamu pikir aku nggak marah lihat kamu kayak gitu?"
"Kamu sama sekali nggak peduliin perasaan aku Land. Kamu cuman mikirin ego kamu aja. Kamu nggak tahu kan gimana jadi aku?"
Alma mengeluarkan semua unek-unek yang selama ini hanya dia simpan sendiri saja. Dia keluarkan semuanya hingga hatinya terasa lega.
"Kamu bilang mau putus kan? Oke! Aku turutin mau kamu. Aku nggak mau ngemis-ngemis sama cowok yang nggak bisa menghargai kasih sayang yang aku kasih buat dia," ucap Alma lagi.
"Makasih untuk semuanya. Sekarang kamu bebas bisa jalan sama Dania tanpa ada yang merasa kesal atau cemburu lagi. Selamat tinggal," pungkasnya.
Setelah berkata demikian, Alma segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menjauh dari tempat itu. Meninggalkan Garland yang hanya bisa terdiam mematung tanpa bisa berbuat apa-apa lagi.
__ADS_1
"Elo udah lihat kan gimana dia sekarang?" ujar seseorang yang tiba-tiba ada di sana.
"Sekarang elo udah tahu kan siapa Alma sebenarnya?" ucapnya lagi.