Selepas Kau Pergi

Selepas Kau Pergi
7. Reuni


__ADS_3

Dengan malas, Alan menggulir kembali ponselnya. Membaca beberapa unggahan Kezia di instagram.


[ Nasi goreng! Sarapan untuk mas Al, nasi goreng ala Kezia, semoga mas Al suka ]


[ Mas Al demam, musim hujan sudah tiba. Dia pasti sangat kelelahan]


[ Drive or Love sudah release, aku ingin pergi nonton. Tapi sepertinya mas Al sangat sibuk. ]


[ Mas Al mengajakku dinner bareng, bahagianya ]


Setiap postingan bercerita tentang dirinya, hanya dirinya dan tidak ada yang lain. Itu adalah tentang kehidupan mereka berdua, sesuatu yang begitu dekat, namun terasa asing baginya. Alan merasa bahwa dia benar-benar sudah mengabaikannya. Ternyata, Alan memang tidak memahami Kezia sama sekali.


Sesaat kemudian, Pratama Corporation menayangkan permohonan maaf terkait tuduhan yang di tujukan pada Kezia. Pratama Corporation menyatakan bahwa semua itu hanyalah kesalah-pahaman.


Alan masih termenung di kantornya, hatinya serasa diremas-remas. Hampa!


" Kezi, kamu dimana? Aku harus menemukanmu! "


Hari-hari berlalu, Alan mengerahkan segala daya dan upaya untuk mencari Kezia, satu-satunya petunjuk adalah Golden Eye's. Namun demikian, usaha yang dilakukannya tidak membuahkan hasil sedikitpun. Kezia seakan lenyap di telan bumi.


Pada akhirnya, Alan harus mengesampingkan pencarian, karena ia juga harus menyelamatkan perusahaannya yang diambang kemerosotan.


...----------------...


Dua bulan kemudian,


Hotel Venus de Angel


Malam itu, banyak mobil mewah yang datang ke Hotel Venus de Angel. Ada acara reuni yang akan di gelar di sana.


Semua mata tertuju pada Alan dan Cheryl ketika mereka datang. Sebenarnya, Alan merasa enggan untuk menghadiri acara tersebut. Tapi karena Cheryl terus merengek, Alan terpaksa menurut.


Wanita licik itu, tahu bahwa hubungan Alan dan Kezia sudah berakhir, ia merasa bahwa kesempatannya telah tiba. Pucuk dicinta, pelakor pun bertindak. Semakin gencar Cheryl melakukan pendekatan.


Sayangnya, Alan tidak terlalu menanggapi, seakan sudah hilang minatnya terhadap perempuan. Kalau bukan karena janjinya terhadap Ricko Gunawan untuk menjaga Cheryl, sebenarnya Alan juga enggan untuk meladeni.


Cheryl bergelanyut mesra menggandeng tangan Alan memasuki Aston Hotel, seakan dia adalah seorang istri sah. Dia menikmati setiap sorotan dan kekaguman yang tertuju padanya. Semua orang memujinya.


Dengan gaun indah yang mahal, Cheryl tampak begitu menawan, mampu membuat orang melupakan sikap buruknya yang viral di media sosial.


Cheryl sudah bertekad, malam ini dia harus menjadi bintang yang paling bersinar. Semua yang dikenakannya adalah barang-barang bermerk dengan harga yang mahal. Tidak ada satupun dari teman-temannya yang mampu untuk bersaing. Cheryl benar-benar melayang memikirkan semua itu.


" Selamat datang, Tuan Pratama. Lama tidak jumpa! " Jamal Prasetyo, ketua panitia, sekaligus mantan ketua BEM, menyambut mereka.


" Hmm, bagaimana kabarmu? Kau terlihat sangat baik. "


Setahu Alan, Jamal ini adalah salah seorang anggota dewan di pemerintahan.


" Ah, bukan apa-apa. Dibandingkan denganmu, tentu aku bukanlah apa-apa. " Jamal merendah, tapi dari body language-nya dia merasa sangat percaya diri.


Kemudian, pandangannya beralih pada Cheryl, dengan senyuman terbaik yang bisa ia berikan.

__ADS_1


" Nona Gunawan, senang berjumpa denganmu. Kalian tampak sangat serasi. "


Cheryl tersipu, wajahnya merona.


" Tuan Prasetyo bisa saja! Terima kasih! "


Meski Cheryl tahu, pujian seperti itu dari teman-temannya mungkin hanyalah sebuah kemunafikan, tapi Cheryl cukup menikmatinya.


" Ah, Al, katanya tidak mau datang! Ternyata kau ingin berduaan ya? " Dhani, teman Alan yang selalu mengekor padanya, melakukan protes.


Cheryl kembali melayang.


" Auw, Cheryl! Makin cantik aja! " tiba-tiba, seorang perempuan berseru dan langsung memeluk Cheryl. Itu adalah Tania Huang.


" Aduh Tania, kemana aja? Udah jadi orang sibuk sekarang, ya? "


" Yah begitulah... Namanya juga wanita karir, tidak sepertimu yang punya banyak warisan! "


" Ihhh, apaan si? Kamu bisa aja, "


Mereka tampak bahagia dengan pertemuan ini. Semua orang berjabat tangan, berpelukan dan saling bertanya kabar. Dengan memamerkan kesuksesan masing-masing tentunya.


Tiba-tiba, sebuah Audi A 8 warna hitam berhenti di depan mereka.


Keluarlah seorang pemuda tampan, semua orang pun bersorak. William Tjahyadi, seorang artis yang sedang naik daun. Dengan gayanya yang slengean berjalan sambil tebar pesona. Siapa yang tidak tahu, playboy yang selalu narsis? Ternyata kepribadiannya masih belum berubah!


" Halo, bro! Kudengar kau selingkuh dengan Cheryl. Aku turut bersedih atas kemalangan Kezia, " tiba-tiba saja William merangkul Alan, menanyakan sesuatu yang tidak seharusnya ditanyakan.


Alan hanya terdiam, sementara wajah Cheryl merah padam, marah dan juga merasa sangat malu.


William memandangi mereka bergantian, senyum jahat terlukis di bibirnya.


" Ahahah, kenapa wajah kalian pucat seperti itu? Ah, sudahlah...! Tidak usah merasa malu. Aku justru ingin berterima kasih pada kalian. Sungguh! Dengan begitu, aku jadi bisa mengejar Kezia. " William terkekeh.


" Cheryl, kamu hebat bisa memisahkan mereka, aku saja tidak mampu, " lanjutnya.


Cheryl tampak seperti seorang pelakor sekarang. Eh, emang pelakor kan?


Alan menatap tajam William, mendominasinya. Dari dulu Willy memang selalu berusaha mengejar Kezia, tapi selalu ditolak.


" Tuan Tjahyadi, apakah Anda tidak tahu etika?"


William hanya mencibir, menatap Alan lekat-lekat.


" Kali ini, aku harus mendapatkannya! Aku tidak akan melakukan kesalahan lagi! " tandas William


" Percayalah, saya tidak akan membiarkan itu terjadi! "


' Deg! '


Seketika Cheryl merasakan sakit yang dalam.

__ADS_1


" Bro, kenapa kau begitu serakah? Kamu sudah dengan yang ini, tapi juga masih menginginkan yang ono. Kenapa dua-duanya kamu embat? "


" Bukankah itu kamu? Kau bahkan meniduri banyak wanita, lalu kenapa jika saya menginginkan keduanya? " Alan memanas-manasi.


Glek! William merasa sangat malu, seakan ada seseorang yang baru saja melemparkan kotoran di wajahnya. Dan, semua orang pun menertawakannya.


" Rasain! Kena batunya tuh! " bisik seseorang.


" Benar-benar konyol! "


" Dasar idiot. Kenapa tidak bercermin dulu sebelum bicara? " gumam Dhani.


" Ehem! " tiba-tiba Jamal tampil, menjadi wasit seperti biasanya.


" Sudah, sudah... Tuan Tjahyadi, tolong jangan bertindak terlalu jauh. Kita ke sini untuk bersenang-senang. Berdamailah! "


" Huh, sesuai keinginanmu, Jamie! Masih saja sok bijak! " Willy mendengus kesal, ia melemparkan kunci mobilnya pada security yang berdiri tidak jauh dari sana.


" Apa Kezia akan datang? " selidik Willy kemudian.


" Siapa yang tahu dia ada di mana sekarang? "


Mereka pun berduyun-duyun masuk ke dalam hotel.


Sementara, seorang security bergegas hendak memakirkan mobil Willy. Tapi, baru saja ia membuka pintu, tiba-tiba...


' Duarrr ....! '


Sebuah Ferary menabrak mobil William, dan itu benar-benar keras. Semua orang pun kembali menoleh.


" Heh, apa-apaan ini? " Willy sangat marah dengan kondisi mobilnya yang mengenaskan.


Seorang gadis keluar sambil berkacak pinggang.


" Orang bodoh mana yang memarkirkan mobilnya di sini, hah? Bikin sepet mata aja! "


" Heh, Cecil, apa matamu buta, hah? Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus tanggung jawab! "


" Halah, mobil jelek begini aja! Cepat singkirkan dari pandanganku! " Cecil menendang mobil William.


" Hua, mobilku...! Cecil, kamu jangan keterlaluan! "


William melotot, hampir-hampir tak percaya, raut wajahnya begitu nestapa. Ia menggosok-gosok cat mobilnya yang lecet dengan sapu tangannya.


" Huh, rasain tuh. Dasar playboy gak ada akhlak."


Cecilia Ananta adalah seorang putri kaya yang manja, selalu bertindak sesuka hati, terserah dia mau seperti apa, bebas. Belum lagi mulutnya yang pedas seperti cabe, selalu bisa membuat William tak berkutik di depannya.


" Willy, maaf ya! Aku tidak sengaja menabrak mobilmu. Aku buru-buru barusan! "


Suara lembut seorang perempuan yang keluar dari balik kemudi, membuat semua orang tercengang. Apalagi William, dia langsung syok berat.

__ADS_1


" Kezia..! "


__ADS_2