Selepas Kau Pergi

Selepas Kau Pergi
9. Reuni 3


__ADS_3

Kezia kembali masuk ke dalam ruangan VIP. Cheryl mencegatnya.


" Dasar murahan! "


Kezia terus melangkah, tidak mempedulikan provokasi Cheryl.


" Kezia! " sentak Cheryl. Terpaksa Kezia menoleh dan berbalik.


" Kamu sengaja, kan? Sengaja muncul di depan Mas Alan, sengaja mencari perhatian. Huh, sepertinya kamu masih belum bisa melepaskannya! " Cheryl mendekat ke arah Kezia, menatap penuh penghinaan.


" Apa kau pikir, dia begitu peduli dengan orang miskin sepertimu? Sadarlah, Mas Alan ingin menikahimu karena dia membutuhkan tenagmu untuk mengurus perusahaan. Kau sama sekali tidak pernah ada di hatinya." Cheryl menggoyangkan gelas minumnya.


" Oh...!?"


Cheryl geram dengan reaksi datar Kezia. Namun, meski Kezia tahu, Cheryl hanya ingin memprovokasinya, dadanya tetap merasa sesak mendengar kenyataan ini.


" Kusarankan padamu, pergilah! Di sini bukanlah tempatmu. Mas Alan sudah memberikanmu banyak uang. Kau bekerja seumur hidup pun, belum tentu bisa mendapatkan yang sebanyak itu. Apakah masih kurang? "


" Aku mau kemana, ataupun mau berada di mana, bukan urusanmu! Siapa kau, berani mengaturku? "


" K-kau...dasar tidak tahu diri ! Baik! Sepertinya kau tidak akan menyerah. Benar-benar tidak tahu mana yang baik untukmu ! " Cheryl menyeringai jahat.


Tiba-tiba, Cheryl menumpahkan minumannya ke tubuhnya sendiri sambil berteriak.


" Aaahhh, Kezia....!"


Cheryl menjatuhkan dirinya sendiri sambil tangannya meraih Venus de Angel. Dan,


" Prangggg...! "


Patung marmer Venus de Angel pecah!


Hal itu sontak mengundang perhatian semua orang yang sedang asyik berpesta. Tatapan mata mereka dipenuhi dengan keterkejutan sekaligus kepanikan.


Kezia hanya menatap penuh penghinaan. Tiba-tiba, sesosok bayangan datang membantu Cheryl. Pastilah itu Alan.


' Trik murahan seperti ini, apa dia pikir aku tetaplah bodoh setelah bertahun-tahun mengenalnya. '


" M-mas Alan, Kezia...!"


" Kezia...! Apa yang kau lakukan ? " sentak Alan dengan nyaring, menatap tajam pada Kezia.


" A... aku, aku hanya ingin minta maaf, mas. Aku tahu, Kezia mungkin sakit hati atas peristiwa lalu, karenanya aku berinisiatif untuk meminta maaf. " Cheryl memasang wajah memelas, matanya mulai berkaca-kaca.


" Tidak kusangka, Kezia malah memperlakukanku seperti ini! "


Semua orang menatap tajam pada Kezia. Bukan hanya menyayangkan atas perilakunya yang buruk, tapi ini juga tentang Venus de Angel.

__ADS_1


Entah bagaimana mereka akan menjelaskan tentang hal ini. Jamal Prasetyo bahkan sampai berkeringat dingin, ketakutan setengah mati dengan insiden tersebut. Bagaimanapun, dia adalah ketua panitia dalam acara reuni ini.


" Ada apa ini? Siapa yang membuat kekacauan seperti ini? "


Pada saat itu, Tomy Rahadjo, manajer Hotel datang dengan beberapa pengawal. Niatnya ingin menyambut Jamal, sekaligus memamerkan kekuasaannya pada orang-orang. Ada semangat dan kepercayaan diri yang tinggi menyertai langkahnya.


Tapi setelah ia melihat Venus, mendadak lututnya lemas dan hampir tidak bisa berdiri. Kakinya gemetaran, berasa ingin mengompol.


" Apa ada yang bisa menjelaskan hal ini? "


Tomy berusaha mendapatkan ketenangannya kembali. Bagaimanapun juga, dia harus mendapatkan kambing hitam untuk dilaporkan pada Direktur. Atau, dia harus angkat kaki dari pekerjaannya.


" Tu... Tuan Rahadjo, kami sangat menyesal atas kejadian ini. Saya harap, Anda bisa bermurah hati.


"


Jamal berusaha menjilat Tomy. Jika ini berhasil, dia akan menjadi pahlawan kesiangan untuk Kezia.


" Meski tidak sebanding dengan Venus de Milo, setidaknya ini tidak kurang dari lima puluh milyar. Tuan Prasetyo, apakah Anda ingin memecat saya? " sentak Tomy.


Deg! Nafas semua orang seakan membeku. Jamal sampai menelan ludah. Meski dua tahun ini dirinya mengalami banyak kemajuan, tapi untuk lima puluh milyar, siapa yang mau mengeluarkannya?


" Tuan Rahadjo, Anda mengenal paman saya dengan baik. Begitu pun dengan saya, saya mengenal anda sebagai orang yang sangat kharismatik..." Jamal berusaha menggunakan status pamannya.


" Aku bahkan tidak pernah mendengar nama Prasetyo, bagaimana aku bisa mengenal tokoh kecil seperti pamanmu? " Tomy langsung memotong ucapan Jamal.


Tapi setelah beberapa saat kemudian, Direktur menerima sebuah panggilan telepon dan mengubah keputusannya. Tomy hampir berjingkrak kegirangan saat itu.


Sebenarnya Raditya lah yang menelepon Direktur Hotel atas permintaan Kezia. Saat Cecil memaksa Kezia untuk ikut menghadiri acara reuni ini, yang kabarnya akan di adakan di ruang VIP Hotel Venus, Kezia sudah bisa menebak bahwa mereka akan gagal.


Kezia tidak sampai hati, jika harus melihat Cecil yang sudah sangat antusias, kecewa. Singkatnya, reservasi ruang VIP malam ini adalah hadiah dari Kezia untuk Cecil.


" Tuan Rahadjo, bukankah reservasi ini di setujui karena anda ingin memberi muka pada pamanku? "


" Tuan Prasetyo, apakah Anda benar-benar bodoh? Bahkan jika pamanmu seorang presiden, aku juga tidak bisa meluluskannya ! "


Semua orang tercekat. Memandang Jamal penuh kasihan. Jamal kehabisan kata-kata. Matilah sudah!


Tadinya Tomy ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat keluarga Prasetyo berhutang padanya, sehingga ia bisa mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri. Tapi kini, Venus telah hancur berkeping-keping. Bahkan jika Tomy ingin melarikan diri sekarang, sepertinya sudah terlambat.


Cecil dan William mendekat ke samping Kezia. Mereka ingin membantu, tapi tidak berdaya. Bahkan jika mereka melibatkan orang tua pun, belum tentu bisa lolos dengan mudah.


Semua orang tahu bahwa Hotel Venus de Angel adalah salah satu bisnis keluarga Bramasta. Status keluarga mereka di hadapan Bramasta hanyalah seekor semut.


" Cantik, bagaimana ini? " bisik Cecil pada Kezia.


Kezia tidak menjawab, dia terus menatap Cheryl dengan tatapan membunuh.

__ADS_1


" Bukankah seharusnya ini adalah tanggung jawab seseorang? Tuan Prasetyo tidak harus menanggungnya, bukan? Bukankah begitu, teman-teman ? " tiba-tiba Dhani berseru.


" Tuan Rahadjo, wanita yang berdiri di sanalah yang seharusnya memikul semua ini! " Tania menunjuk Kezia.


Tomy dan semua orang menatap Kezia.


" Betul-betul. Dialah yang harus bertanggung jawab ! "


Semua orang saling bersahutan menyalahkan Kezia. Menuding terang-terangan. Lagipula, hanya seorang gadis miskin, tidak masalah jika harus menumbalkannya.


" Bagaimana ini bisa menjadi salah Kezia? Nenek lampir, kau jangan berbicara sembarangan ! " Cecil meraung.


" Apa kau tidak mendengar apa yang dikatakan Cheryl? Dia yang sudah mendorong Cheryl, hingga mengakibatkan masalah ini! Semua orang melihatnya! Benar, teman-teman! "


Koor penonton membenarkan pembelaan Tania. Mereka juga tidak ingin merugikan diri sendiri.


" Jamie, kaulah penanggung jawab acara ini. Apakah harus seperti ini? " William pun akhirnya ikut bersuara.


" Aku tidak keberatan jika harus patungan. Bukankah itu yang dinamakan teman? " lanjut William.


" Huuuu...! Willy, jika kau ingin membantu, itu terserah kamu. Bagaimana bisa kau ikut menyeret kami masuk ke dalam jurang ? "


" Apa kau ingin menjadi pahlawan kesiangan, Willy? "


" Dasar playboy! Mati saja sana! "


William dibuly habis-habisan.


Wajah Jamal semakin keruh. Andai ada sebuah lubang, ingin rasanya ia bersembunyi di sana. William menunggu reaksi Jamal.


" Aku tidak mengundang wanita ini, aku bahkan tidak mengenalnya. Dia hanyalah seorang penyusup! "


Bagaimanapun juga, menyelamatkan diri sendiri adalah prioritas utama. Penonton pun sepakat.


" Benar! Dia bahkan tidak punya undangan ! "


" Dia hanyalah orang miskin yang tidak berguna. Datang ke sini pasti punya tujuan yang tidak baik!! "


" Jamie, kau...!" William gemeretak, mencengkeram kerah Jamal, ingin sekali menghajarnya.


Cecil pun ikut mengepalkan tangan, geram dengan sikap teman-temannya. Dia tidak bisa membayangkan, andai dirinya yang terkena masalah, mereka pasti juga akan meninggalkannya.


Kezia berdecih. Dia benar-benar tidak tahan dengan kemunafikan orang-orang ini. Belum ada satu jam sejak Jamal berusaha mendekatinya dan mengajaknya berdansa, tapi sekarang dia sudah melemparkan Kezia ke dalam comberan.


" Aku akan membayarnya! "


Pada saat itu, tiba-tiba seseorang berseru. Semua orang menoleh ke arah sumber suara.

__ADS_1


__ADS_2