
Glenn pergi dengan menggunakan mobilnya, tak lama setelah itu dia sampai di apartemen Endrick, dan Glenn duduk di sofa.
Dia membuka laptop nya dan mulai mengecek email yang di kirim sekertaris nya, setelah cukup lama fokus pada laptopnya Glenn pun menutup laptopnya.
"Akhirnya selesai" Glenn bangkit dan menyimpan laptopnya.
Setelah itu Glenn memilih mandi karena sejak kemarin dia belum mandi.
Beberapa menit setelah selesain mandi Glenn yang akan memakai pakaian nya mendengar suara derng telpon.
"Halo"
"Glenn, kau dimana!" terdengar suara seorang wanita di sebrang telpon.
"Kau lagi, sudah ku bilang aku menyudahi semuanya" kata Glenn tegas.
"Tidak bisa! Glenn kau tak bisa memutuskan semuanya secara sepihak kita sudah__"
Tut!
Glenn mematikan panggilan nya sepihak.
Dia memakai pakaian nya tanpa memperdulikan ponsel nya yang terus berdering karena mendapatkan panggilan dari wanita itu.
Glenn bahkan memblokir nomer itu, dia benar-benar sedang tak mau memperburuk mood nya hari ini mengingat siang nanti dia akan melakukan operasi.
Setelah selesai berpakaian Glenn pun melihat penampilan di cermin, dia tersenyum karena dia akan memulai kehidupan baru nya bersama Elster.
"Tunggu aku, kita akan membuat keluarga yang bahagia" kata Glenn lalu menyambar ponsel nya di nakas dan keluar dari apartemen nya.
Dia akan kerumah sakit untuk melakukan Operasi tapi sebelum itu Glenn memilih ke tempat perhiasan dulu, niatnya setelah selesain oprasi dia akan melamar Elster.
Glenn sangat percaya diri jika dia tak akan di tolak, dia begitu sangat yakin dengan semua itu.
Di rumah sakit.
__ADS_1
"Apa Glenn sudah datang?" tanya Endrick.
"Belum, dia bilang masih dijalan" balas Elster.
"Harusnya sebelum oprasi dia bisa istirahat cukup, tapi begitulah Glenn dia memang tak bisa di cegah" kata Endrick sambil melihat Egg yang terbaring di ranjang.
Elster hanya diam tak menjawab apa-apa, dia juga tadi sudah ingin melarang Glenn pergi tapi Elster takut membuat Glenn baper dan malah menjadi semakin percaya diri jika dia benar-benar menginginkan Glenn di dekat nya.
Mereka menunggu sampai satu jam, hingga akhirnya Glenn datang dengan wajah dingin nya seperti biasanya.
"Kau kemana saja? operasi nya harus nya sudah di lakukan 20 menit lalu" kata Endrick tak suka dengan sikap seenak jidat nya Glenn.
"Sorry, aku membeli kado ini" ucap Glenn.
Glenn menberikan kado itu pada Elster dan Egg.
"Waw, apa ini hadiah Dad?" tanya Egg suka di beri hadiah.
"Ya, itu untuk anak pemberani seperti mu Son" balas Glenn, lalu melirik Elster.
Elster bingung harus mengatakan apa, dia hanya diam hingga akhirnya Egg di bawa ke ruangan oprasi.
Dan Glenn dia masih berganti pakaian, setelah itu Glenn pun tiduran di ranjang pasien.
Elster tak mendorong karena sudah ada suster yang mendorong nya, hingga saat akan masuk Glenn memegang tangan nya.
"Apapun yang terjadi aku tak pernah menyesal menyukai mu, kau adalah wanita terhebat yang aku kenal dan aku menyukai mu" kata Glenn menatap Elster.
"Segera masuk dan berikan kehidupan untuk Egg, aku hanya ingin Egg sembuh" balas Elster tak menghiraukan ucapan Glenn.
"Jadi kau tak mau melihat ku sembuh juga? maksud ku kau tak mau melihat aku menemani kalian sampai kita tua dan punya cucu" tanya Glenn.
Ehk..
Elster bingung menjawab apa, hingga saat Elster akan mengeluarkan suara nya keduluan oleh Endrick.
__ADS_1
"Jika kalian terus mengobrol kapan Egg akan di oprasi" Endrick begitu malas dengan drama pasangan yang baru bertemu itu.
"Kau memang pengganggu" gerutu Glenn kesal.
Dan Glenn pun akhirnya di bawa masuk ke ruangan oprasi, Elster hanya diam melihat itu dia duduk sendirian di kursi tunggu.
Sedangkan di dalam nampak Glenn melirik putranya.
"Kau siap son?" tanya Glenn.
"Ya Pap, aku akan menjadi pemberani" balas Egg ceria.
"Bagus itu baru putra Papi" kata Glenn lagi.
Lalu Glenn melihat Endrick, wajah teman nya itu nampak menakutkan apa lagi saat ini dia memegang pisau.
"Kau membuat aku takut" kata Glenn menelan ludahnya kasar.
"Kau pemberani kan Glenn, itu yang kau katakan pada Egg bukan" Endrick berkata dengan nada mencibir.
Hufh..
Glenn menarik nafasnya panjang, lalu dia merasakan tangan nya di suntik yang membuat Glenn perlahan merasa pandangan nya mulai kabut.
Pelan tapi pasti Glenn dan Egg sama-sama tidak sadar karena pengaruh obat bius, Endrick dan tim medis nya langsung berbagi tugas dan sebelum memulai sesuatu mereka juga berdoa dulu sesuai dengan kepercayaan masing-masing tentunya.
Di luar Elster yang menunggu di datangi Meti, dan Elster nampak sedikit cemas karena takut memikirkan sesuatu yang belum terjadi.
"Ya Tuhan selamatkan mereka, meski aku membenci nya dia Ayah nya Egg, dan putraku selalu bermimpi memiliki ayah" batin Elster sambil memegang dia kado yang di berikan Glenn untuk nya dan sang putra.
🌹
Deg..degan..
Kalah Glenn mati aku pasti di bully🤣
__ADS_1
jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏