Semalam Bersama Hidden Rich

Semalam Bersama Hidden Rich
Kenapa kau datang


__ADS_3

"Ini bukan jalan ke rumah ku" kata Elster baru sadar dengan jalan yang beda.


"Ya, ini jalan ke rumah ku" balas Glenn yang menyupir di depan.


Elster yang duduk di kursi belakang nampak menatap tajam ke arah kaca spion.


Dan Glenn melihat nya tapi dia cuek karena dia tau Elster tak akan marah karena ada Egg di samping Elster.


"Papi apa masih jauh?" tanya Egg sambil memainkan mobil yang di berikan Daniel sebagai kado kepulangan Egg.


"Sebentar lagi sampai, apa ingin membeli sesuatu sebelum sampai ke rumah?" tanya Glenn.


"No, aku kenyang" balas Egg cepat.


Glenn kembali fokus menyupir, dia akan membawa Egg ke rumah yang baru dia beli semalam.


Dengan uang dia bisa dengan mudah membeli apapun, bahkan baru semalam Glenn meminta orang kenalan nya mencarikan rumah untuk nya dan siang ini dia sudah bisa langsung pindah.


"Dia benar-benar seenaknya" batin Elster sangat kesal.


Tapi tetap menahan rasa kesal nya karena tak mungkin dia bertengkar dengan Glenn di depan Egg.


Tak lama kemudian mereka pun sampai.


Egg menatap kagum pada rumah di depan nya yang sangat mewah dan besar, jangan lupakan taman yang luas.


"Papi ini rumah Papi?" tanya Egg.


"Ya sayang, ini rumah kita dan setelah ini kita akan tinggal di sini" jelas Glenn.


Elster hanya diam tak mengatakan apa-apa, hingga dia merasakan tangan nya di pegang Egg.


"Mami ayo masuk" ajak Egg.


Dan begitulah ketiga nya berjalan masuk ke dalam rumah yang Glenn belikan khusus untuk Egg dan Elster.


Tangan Glenn juga di pegang Egg, dan mata kedua pasangan itu terus melihat Egg yang memaksa berjalan tanpa bantuan kursi roda.


Egg melangkah cukup lambat karena bagaimana pun dia terlalu sering menggunakan kursi roda di bandingkan dengan berjalan sendiri.

__ADS_1


"Hati-hati, pelan-pelan saja" kata Elster yang melihat Egg sangat bersemangat.


"Nanti aku mau main bola Mam Pap, boleh kan?" tanya Egg sambil berjalan.


"Tidak, boleh" sahut Elster dan Glenn bersamaan.


Glenn melihat Elster dan Wanita itu hanya diam melihat tatapan Glenn yang meminta untuk dia paham.


"Tentu saja boleh sayang, Papi akan mengajarkan mu main bola" kata Glenn sambil membantu Egg untuk duduk.


"Tapi Mami?" Egg yang duduk melirik Elster yang berdiri.


Hufh..


"Oke boleh" ucap Elster akhirnya.


Egg yang mendengar itu sangat senang, lalu Glenn pun mengajak Egg untuk melihat kamar sang putra.


"Apa aku boleh di gendong?" tanya Egg pelan.


"Tentu saja, ayo" Glenn langsung menggendong Egg.


Elster masih diam di ruang tengah, dia memilih melihat dapur Glenn dan saat melihat dapur Elster cukup kaget karena dapur ini sangat mirip dengan dapur nya.


"Kenapa bisa mirip begini" gumam Elster bingung.


Dan saat Elster sedang kebingungan tiba-tiba dia merasakan tangan yang melingkar di pinggang nya.


Cup..


Glenn begitu saja mencium leher Elster.


"Lepaskan!" ucap Elster mencoba menjauhkan tangan Glenn dari pinggang nya.


Tapi pelukan di pinggang Elster terasa erat membuat ibu satu anak itu merasa kesal.


"Glenn!" panggil Elster dengan nada menekan.


"Ya baby, aku tau kau pasti bingung. aku membuat semua nya terasa seperti rumah mu, termasuk dapur ini kau pasti akan nyaman di sini" ucap Glenn menjelaskan.

__ADS_1


"Untuk apa kau melakukan ini?" tanya Elster.


Dan Glenn mendengar itu membalikan posisi nya menjadi berhadapan dengan Elster.


"Tentu saja untuk kalian" balas Glenn menatap mata Elster.


Elster menatap mata Glenn, lalu memalingkan wajahnya.


"Kau sudah tak sendiri, kenapa kau masuk ke dalam hidup ku?" tanya Elster menatap Glenn.


Dan saat itu juga tangan Glenn terlepas dari pinggang Elster.


"Kau tau?" tanya Glenn.


Elster tak menjawab melainkan langsung mendekati kulkas, melihat isi kulkas yang penuh dia tau Glenn sudah mempersiapkan nya dengan cepat.


Glenn mendekati Elster yang melihat isi kulkas, dia mendorong kulkas hingga tertutup dan menimbulkan suara cukup keras.


Tangan Glenn menahan pergerakan Elster, mata mereka bertabrakan dengan tatapan wajah Elster yang nampak tak bisa di artikan.


"Untuk apa kau kembali?" tanya Elster.


"Kau tau dari mana?" Glenn masih dengan pertanyaan nya.


Elster tak menjawab melainkan langsung mendorong tubuh Glenn.


"Jangan kau pikir aku bodoh, Queena menyebarkan undangan pernikahan, kalian akan menikah? dan aku? kau mau membuat aku menjadi wanita bodoh lagi Glenn!" Elster menatap kecewa pada Glenn.


"El aku__" ucap Glenn terpotong.


"Tinggalkan aku bersama Egg, aku mohon aku tak akan membuat mu memilih di antara kami tapi jangan libatkan aku dengan sesuatu yang tidak aku suka, aku membenci nya kau tau itu" Lanjut Elster sambil menangis.


"Tidak, jangan menangis" Glenn memeluk Elster.


Dan Elster menangis di pelukan Glenn.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2