
Pernikahan Jourdy dan Icha pun di lakukan dengan sederhana, dan sekarang keduanya sudah sah menjadi sepasang suami istri.
"Icha, kamu nginap di sini kan?" tanya ibu sambung Icha.
"Tidak tante, aku akan bersama suamiku iya kan mas" Icha menggandeng tangan Jourdy.
"Pengantin baru tante" kata Elster yang juga ada di antara mereka.
"Tentu saja, aku akan membuat banyak anak, kita tidak akan kalah dengan kak Elster dan kak Glenn iyakan mas" Icha melirik Jourdy lagi.
Jourdy hanya mengangguk kecil, tapi tak mengatakan apa-apa.
Setelah itu Icha yang tidak mau berlama-lama di rumah nya memilih mengajak Jourdy pergi.
Selama di perjalanan Jourdy tak mengatakan apa-apa, pun dengan Icha yang diam sambil merenungi kehidupan nya ke depan nya.
Dia menikah bersama pria yang tidak di cintainya bahkan Icha membenci profesi Jourdy, tapi mau bagaimana lagi Icha tidak mau tinggal di rumah nya dan pilihan nya adalah Jourdy.
"Sudah sampai" kata Jourdy membuka pembicaraan.
Icha yang melamun tak mendengarkan, hingga akhirnya Jourdy mengguncangkan tangan Icha.
"Jangan sentuh!" ketus Icha.
"Siapa yang mau menyentuh mu, kita sudah sampai ayo turun" titah Jourdy sambil membuka sabuk pengaman nya.
Icha melihat ke sekeliling nya dan benar saja mereka sudah sampai.
"Ini rumah siapa?" tanya Icha yang melihat rumah mewah.
"Rumah kita" balas Jourdy sambil turun.
Icha ikut turun, dan Jourdy mengajak nya masuk ke dalam rumah mewah itu.
"Kapan kamu membeli rumah?" tanya Icha lagi.
"Kemarin, aku sengaja membeli rumah ini agar kamu bisa kuliah lagi, dan jarak ke kampus dari sini sangat dekat jadi kamu tidak ada alasan untuk bolos" jelas Jourdy.
Lalu Jourdy pun pergi setelan mengatakan itu, Icha ikut pada Jourdy hingga langkah Jourdy terhenti karena merasa di ikuti.
__ADS_1
"Ada apa lagi?" tanya Jourdy.
"Kamar aku yang mana?" tanya Icha.
"Ini" balas Jourdy.
Icha mendengar itu langsung masuk ke dalam kamar yang ada di depan nya, dia langsung merebahkan tubuh nya ke ranjang king size.
Brukk!
"Ahk nyaman nya" ucap Icha sambil memejamkan matanya.
Rasanya begitu sangat lelah, apalagi setelah melewati pernikahan yang sebenarnya penuh keterpaksaan ini.
"Kakak, apa kakak senang di sana? aku sudah menepati keinginan kakak untuk menikah dengan kak Jourdy, dia memang baik tapi aku membenci profesi nya kak, aku trauma dengan profesi itu kak" batin Icha sambil mengusap air matanya.
Sedih rasanya mengingat sang kakak yang sudah pergi jauh meninggalkan nya.
Dan sampai sekarang Icha masih tidak percaya jika kakak nya sudah pergi meninggalkan nya untuk selama-lamanya.
"Bereskan barang-barang mu" ucap Jourdy yang baru masuk ke dalam kamar.
"Kamu, ngapain ke sini!" tanya Icha lebih ke mengusir.
"Apa kamu lupa kalau kamar ini juga milik ku?" balas Jourdy santai.
"Kamar kan masih banyak kenapa harus kamar ini?" tanya Beby.
"Kita suami istri, kalau tidak satu kamar untuk apa aku menikah" sakit Jourdy santai.
Dan Jourdy berjalan mendekati Icha, membuat gadis itu sontak menutupi dada nya.
Jourdy yang melihat reaksi berlebihan Icha hanya memutar bola matanya malas, lalu membuka balzer nya dan membuang nya ke sembarangan arah.
"Jangan geer, aku mau tidur" kata Jourdy sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.
Icha yang melihat itu masih belum sepenuh nya percaya dengan Jourdy yang memejamkan matanya.
Dia takut Jourdy bangun dan meminta hak nya, sekalipun Jourdy berhak atas semua yang ada di tubuhnya tapi tetap saja Icha masih belum siap sepenuh nya.
__ADS_1
Yang Icha takut kan nantinya Jourdy akan meninggalkan nya setelah mendapatkan semuanya.
"Aku harus bisa jaga diri, jangan sampai aku hilang keperawan*nan dan dia malah enak-enakan kawin lagi" batin Icha sambil melirik Jourdy yang tidur.
Cukup lama Icha terdiam dengan semua pemikirannya nya yang jelek terhadap Jourdy, hingga akhirnya Icha yang lelah juga mengantuk dan tertidur dengan posisi duduk.
Malam-malam Icha baru terbangun dari tidurnya, dan alangkah terkejutnya dia melihat dia yang tidur dengan tubuh yang di tutupi selimut tebal.
Aaaa!
Icha berteriak.
Dia jelas merasa tidur dengan posisi duduk, tapi kenapa sekarang dia malah tidur dengan posisi berbaring dan anehnya lagi tubuhnya di tutupi dengan selimut tebal.
"Berisik" kata Jourdy yang baru keluar dari kamar mandi.
"Kamu apain aku?" tanya Icha dengan wajah syok nya.
"Apa maksud kamu?" tanya balik Jourdy tak mengerti.
Icha menatap penuh ketajaman pada Jourdy.
"Dasar om-om, kamu apain aku tadi hah!" Icha masih menuduh.
Dan membuat Jourdy yang tak merasa melakukan apa-apa itu sangat kesal bukan main.
"Kamu mau tanya aku ngapain kamu? buka aja baku kamu, didalam nya aku sudah membuat banyak tanda merah" celetuk Jourdy yang kesal di tuduh.
Apa!
Icha sontak langsung bangkit dari ranjang, dan saat berhadapan dengan Jourdy Icha langsung menginjak kaki Jourdy.
"Awww! sakit Icha" ringis Jourdy.
"Ini masih awal, lihat saja jika aku menemukan banyak tanda kamu akan aku laporkan ke kantor polisi!" tegas Icha mengancam lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Jourdy menggelengkan kepala nya, mimpi apa dia harus memiliki istri labil yang sangat menyebalkan seperti Icha.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏