Semalam Bersama Hidden Rich

Semalam Bersama Hidden Rich
Pesta resepsi


__ADS_3

Seminggu berlalu..


Elater sudah tak mendengar lagi akan kabar Queena, dia juga tak perduli apa yang terjadi pada wanita itu.


Saat ini Elster sedang bersiap-siap untuk ke pernikahaan ayah nya Daniel.


"Kau berdandan cantik untuk siapa hem?" tanya Glenn sambil mengecup leher istrinya.


"Bisa tidak diam dulu, aku sedang memakai riasan" balas Elster merasa alisnya miring.


"Oh, jangan bilang kau mau membuat semua mata tertuju pada mu, shitt tak akan pernah aku biarkan mereka bisa menatap kecantikan mu" balas Glenn dengan wajah agak kesal


Elster yang sedang memakai riasan melihat ke cermin di mana wajah kesal suaminya begitu terlihat jelas di sana.


"Apa kau cemburu?" tanya Elster.


"Tentu saja, aku suami mu" sahut Glenn cepat.


"Oke, berarti apa yang aku lakukan malam ini adalah hal yang benar, aku akan menjadi pusat perhatian untuk malam ini" kata Elster dengan senyuman nya.


Membuat Glenn melotot.


"Kau tak bisa keluar tanpa ku sayang" Glenn mengingatkan.


"Ya aku tau, tapi aku akan tetap keluar karena ini acara keluarga sahabatku" sahut Elster sambil membuka handuk di kepala nya.


Dan setelah itu dia menggunakan hairdryer untuk mengeringkan rambut nya yang basah.


Glenn melihat itu di mulai Elster yang mengeringkan rambut, sampai memakai catokan dan curly untuk rambut nya.


"Ck, kau Banar-benat ingin menggoda ku" Glenn tak tahan dengan tingkah istrinya.


"Jangan marah-marah terus, segera mandi dan berpakaian aku tak suka menunggu" kata Elster acuh.


Hufh..


"Kalau aku lebih suka di sini?" tanya Glenn.


Membuat dia mendapatkan lirikan dari Elster.


"Maka aku akan berangkat sendiri!" jawab Elster tegas.


Dan membuat Glenn cemberut.


"Sayang, lebih baik kita di rumah saja, kita juga masiih pengantin baru" kata Glenn lagi.


Elster mengabaikan suara suaminya dan memilih mencari gaun yang cocok untuk dia pakai malam ini.


Glenn yang di abaikan kesal dan pada akhirnya memilih mandi, dan melihat suaminya yang pergi ke kamar mandi Elster lega.


"Kenapa dia jadi lebay seperti itu, kemana Glenn yang cool dan bad boy yang dulu" gumam Elster heran dengan sifat Glenn yang agak membuat nya tak mengenali suaminya.

__ADS_1


Dia rasa waktu 6 tahun banyak merubah Glenn, ya contohnya seperti sekarang ini Glenn begitu sangat berisik dan terkesan bucin.


Beberapa menit berlalu..


Glenn tak suka dengan apa yang Elster pakai, dia merasa itu terlalu seksi apalagi bagian punggung istrinya terlihat.


"Jangan komplen, ini dress terbaik" kata Elster melihat wajah komplen suaminya.


"Tapi kau terlihat seperti suzana dengan bagian punggung bolong itu" ucap Glenn.


"Ini pilihan terakhir, dan tak ada dress lain, ayo" Elster menarik suaminya keluar dari kamar, telinganya bisa pecah jika terus menerus mendengar ocehan Glenn.


Ini sudah baju yang ke 5 dan Glenn masih berkomentar, padahal menurut Elster dia merasa percaya diri dengan dress nya dan dia juga mau orang tidak menyepelekan nya.


Elster sengaja berdandan cantik seperti ini untuk Glenn, dia tak mau membuat suaminya malu di acara ini apalagi tamu ayah Daniel adalah kebanyakan nya pembisnis.


"Mami dan Papi akan pergi?" tanya Egg yang melihat orang tuanya.


"Iya sayang, kamu tidak apa kan di rumah bersama bibi Meti dan kak Nadzira?" kata Elster pada sang putra.


Egg menggeleng pelan.


"Pergilah, aku akan bersama bibir Meti dan kak Nadzira saja" balas Egg tersenyum.


Elster mendekati putra nya dan mencium pipi Egg dengan lembut.


"Jangan lupa makan malam ya sayang" kata Elster.


"Oke Mami" sahut Egg cepat.


Selama di perjalanan Glenn melirik istrinya, dia benar-benar tidak rela jika punggung istrinya di tatap oleh pria lain.


Tak lama kemudian mereka sampai di gedung tempat resepsi pernikahan Ayah Daniel.


"Kita harus romantis" kata Glenn.


Elster melihat tangan Glenn yang sengaja di gandengkan ke tangannya, dia senang tapi mencoba untuk biasa saja.


"Ayo" ajak Elster berjalan.


Keduanya masuk dan setelah ada di dalam Elster benar-benar merasa ingin pernikahan yang seperti ini.


Glenn melihat wajah istrinya, dia tau apa pikiran istrinya.


"Apa kamu mau juga?" bisik Glenn.


Hah?


"Mau apa?" hanya Elster pura-pura tidak paham.


"Resepsi pernikahan megah seperti ini" balas Glenn lagi.

__ADS_1


"Untuk apa, kita sudah menikah dan itu sudah cukup untuk ku" sahut Elster yang lain di mulut dan lain juga di hati.


"Benarkah?" tanya Glenn menatap istrinya.


Elster yang di tatap membuang wajah nya ke sembarangan arah.


"Kita temui Ayah Daniel, ayo" ajak Elster menarik tangan Glenn.


Glenn yang di tarik mau tak mau ikut, keduanya langsung mengucapkan selamat pada pria tua dan istri baru nya itu.


"Dia teman putra ku, nama nya Elster sayang" kata Daddy nya Daniel.


"Salam kenal Elster, panggil saya tante Dona" kata wanita yang usianya sekitaran 40 tahun itu.


"Aku Elster tante, dan ini Glenn suami ku" ucap Elster mengenalkan Glenn.


"Wah, Om mendengar akan pernikahan mu El, selamat untuk pernikahan kalian juga" ucap Daddy Daniel lagi.


Elster melirik suaminya yang tak berkata apa-apa.


"Glenn" bisik Elster.


"Kami sudah saling mengenal, dan perusahaan kami pernah ada kerja sama" ucap Glenn menjelaskan.


"Ya, suami mu sangat hebat El, dia adalah pembisnis muda yang keren" puji Daddy Daniel.


Elster mendengar itu hanya tersenyum, dia tidak tau kalau suaminya sudah mengenal Daddy Daniel, lalu keduanya pun pamit untuk melihat-lihat lagi.


Daniel yang melihat ada Elster dan Glenn langsung mendekat dengan Catez, tunangan nya.


"Kalian kapan datang?" tanya Daniel.


"Baru saja" balas Elster sambil tersenyum pada Catez.


Catez sedikit tak suka pada Elster karena dia selalu berpikir jika Elster dan tunangan nya ada main di bakalang nya.


"Sayang, kenalkan itu Glenn. dia suami Elster dan ayah dari Egg" Daniel mengenalkan Catez.


Apa?


"Suami?" Catez kaget.


"Ya, takdir kembali menyatukan mereka dan mereka sangat serasi" kata Daniel lagi.


Catez melihat Glenn yang acuh padanya, lalu melihat Elster.


"Sorry untuk selama ini" kata Catez merasa bersalah.


Elster hanya tersenyum.


Dia paham kenapa Catez tak terlalu menyukai nya, siapapun yang melihat nya pasti akan berpikir jika dia janda satu anak, dan tidak ada nya laki-laki membuat dia banyak mendapatkan tuduhan pelakor atau perusak hubungan orang.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🤗🙏


__ADS_2