
Elster dan Glenn memberitahu Egg akan kehamilan nya, dan reaksi Egg jelas sangat happy.
"Yey aku akan jadi kakak!" Egg nampak sangat happy.
"Kau happy son?" tanya Glenn.
"Ya Pap, aku akan menjadi kakak yang terbaik" balas Egg dengan penuh semangat.
Elster dan Glenn tersenyum, bukan hanya Egg yang akan menjadi kakak terbaik tapi mereka berdua juga akan menjadi orang tua terbaik untuk anak-anak mereka.
Dan semua itu bukan janji semata, tapi lebih ke harapan mereka yang pasti akan mereka perjuangkan untuk membuat keluarga kecilnya bahagia.
Hari-hari Elster lalui dengan penuh lemas, ya kehamilan nya kali ini benar-benar menyiksanya bahkan Elster masih mual di kehamilan nya yang ke tiga bulan.
Glenn sang suami selalu mensupport sang istri, meski sebenarnya yang Elster butuhkan itu bukan lah suport melainkan waktu kebersamaan.
Glenn yang sibuk bekerja membuat Elster tak jarang merindukan suaminya, seperti saat ini Glenn sedang pergi ke luar negri dan akan pulang seminggu kemudian.
"Bagaimana apa bayi kita masih membuat mu mual?" tanya Glenn yang ada di layar ponsel.
Mereka sedang melakukan panggilan vidio call.
"Ya, aku bahkan seharian tidur" balas Elster.
"Dan Egg?" tanya Glenn.
"Dia bersama Meti, Egg kakak yang pengertian dan dia memahami mood ibu nya" balas Elster.
Terdengar helaan nafas di sana, Elster menatap wajah tampan suaminya yang entah kenapa semakin dia rindukan.
Apalagi memikirkan berapa banyak wanita yang akan Glenn temui di sana, membuat Elster merasa ingin menyusul saja karena tak mau Glenn di curi orang.
"Kenapa?" tanya Glenn melihat bibir istrinya yang di cebikan.
"Apakah banyak wanita?" tanya Elster.
Hah?
"Pasti banyak wanita bule kan, apa mereka cantik?" tanya Elster lagi.
Glenn mengerutkan kening nya aneh, apakah istrinya sedang masuk ke mode cemburu?
__ADS_1
"Sayang meski banyak wanita cantik di sini semua itu___" ucap Glenn terpotong.
"Tuhkan banyak, apakah mereka menawari ranjang panas?" Elster semakin sensi.
Glenn menggelengkan kepala nya.
"Tidak ada yang secantik dirimu, dan se hot dirimu di ranjang" kata Glenn meyakinkan.
"Jangan bohong, kamu tampan pasti banyak yang menggodamu kan?" Elster masih terus membahas nya.
"Ya itu pasti, tapi aku setia padamu dan aku hanya tertarik dengan mu saja, percayalah" Glenn kembali meyakinkan jika hanya Elster lah sang penakluk nya.
"Aku tidak percaya!" kata Elster.
Tut!
Elster mematikan panggilan nya sepihak.
Dan setelah itu dia diam sambil matanya menatap ke atap, entah apa yang Elster rasakan tiba-tiba dia merasa ingin menangis.
"Hiks, kenapa jadi lebay banget gini. kenapa nangis nggak jelas" ucap Elster mengusap air matanya.
Tapi air matanya yang tidak di undang itu malah terus jatuh membuat Elster akhirnya bangkit dan memilih cuci muka.
.
.
"Nyonya, anda butuh sesuatu?" tanya Meti melihat wajah pucat majikan nya.
"Hem, Meti aku mau rujak" balas Elster.
Meti langsung pergi ke dapur untuk memotongkan buah, sedangkan Elster memilih duduk sambil melihat Zahira dan Egg yang sedang belajar.
Egg sadar ada Mami nya bangkit dan mencium pipi Elster.
"Mami apa Mami masih mual dan pusing?" tanya Egg.
"Hem sedikit sayang, kamu malam ini tidur bersama Mami ya" jawab Elster sambil mengusap pipi sang putra.
"Oke Mami" balas Egg, lalu kembali belajar lagi.
__ADS_1
Tak lama kemudian Meti datang membawakan rujak yang di minta Elster.
"Makasih Meti" kata Elster.
"Sama-sama nyonya" Meti kembali duduk sambil melihat putri nya dan anak majikan nya yang sedang belajar.
Elster makan rujak nya, dan tak butuh waktu lama dia sudah menghabiskan rujak nya.
Meti yang melihat itu sudah tak heran lagi, ibu hamil memang biasa makan yang masam bahkan gigi nya ngilu membayangkan betapa masam nya mangga muda itu.
"Meti aku mau tanya" ucap Elster.
"Ya nyonya silahkan" balas Meti.
"Apakah saat hamil Zahira kau sering menangis tiba-tiba?" tanya Elster.
Meti menggeleng pelan.
"Saat hamil Zahira saya tidak menangis, maksud nya saya juga merasakan mual dan sedikit pusing, tapi itu tidak lama hanya sampai bulan ke empat saja dan untuk pertanyaan nyonya saya tidak mengalami nya nyonya." jelas Meti.
"Aku sering menangis tiba-tiba dan mood ku mudah hancur, apakah itu baik untuk anak ku Meti, jujur saja aku merasa kehamilan kali ini sangat berbeda" ucap Elster lagi.
"Hormon ibu hamil berbeda-beda nyonya, mungkin jika nyonya sedikit perasa dan mood nyonya mudah down biasnya anak nya akan perempuan" jawab Meti lagi.
"Tapi aku jarang make up dan mandi" sahut Elster lagi.
"Memang nya kalau jarang make up dan mandi itu kenapa?" kali ini Meti yang balik bertanya.
"Orang bilang kalau jarang make up dan mandi anak nya akan laki-laki" jelas Elster.
Meti mendengar itu tersenyum, dia baru mendengar cerita seperti itu.
"Saya rasa itu tidak meyakinkan anak kita perempuan atau laki-laki nyonya, ibu hamil mood dan hormon nya beda-beda dan semua itu adalah normal" kata Meti.
Keduanya terus mengobrol berbagi pengalaman yang sama saat hamil, dan Elster juga penasaran akan Meti yang tidak menikah lagi jadi mereka mengobrol banyak sesama wanita.
🌹
Udah mampir di cerita baru belum?
Judul nya ^^Pengantin Bayaran Tuan Galak^^
__ADS_1
Jangan lupa Like coment and vote ya❤🙏🤗