Semalam Bersama Hidden Rich

Semalam Bersama Hidden Rich
Kandang babi


__ADS_3

"Kau mau apa?" tanya Jourdy saat Icha ikut masuk ke dalam apartemen nya.


"Aku akan menginap semalam disini" balas Icha dengan wajah tanpa berdosanya.


Dan sontak saja membuat Jourdy yang menyerang itu langsung memberikan tatapan tak sukanya.


"Tidak!" tolak Jourdy cepat.


"Siapa yang meminta tanggapanmu? mau kamu setuju ataupun tidak aku akan tetap menginap di sini!" tegas Icha.


"Jangan seenaknya, ini apartemen ku" Jourdy tak suka dengan sikap seenaknya adik sahabat nya.


"Ya aku tau, tapi apa jadinya kalau aku pulang aku akan kembali di ganggu preman itu lagi dan jika aku kenapa-kenapa yang akan di salahkan adalah kamu karena membiarkan aku pulang sendirian" ucap Icha seolah mengancam akan menyalahkan semua hal buruk yang terjadi pada Jourdy.


Jourdy yang mendengar omong kosong Icha pun tak bisa berkata-kata.


Karena terlalu malas berdebat dia pun akhirnya memilih mengalah, Jourdy mengambil bantal dan selimut lalu tidur di sofa.


Sedangkan Icha dia ke kamar Jourdy, dan saat baru masuk dia menggerutu karena melihat kandang babi.


"Dasar manusia babi, lihat bahkan kamar nya tak bisa di sebut kamar ini semua seperti kandang babi" ucap Icha menggerutu.


Icha heran dengan dokter muda itu, apa tidak ada waktu hanya untuk membereskan kamar kenapa pria kebanyakan yang jorok dan malas.


Mau tak mau Icha pun akhirnya membereskan kamar Jourdy, dan setelah selesai membereskan kandang babi Icha pun akhirnya bisa bernafas lega.


Hufh..


"Akhirnya setelah di bereskan kandang babi ini layak di tempati" ucap Icha sambil melihat bagian ranjang yang rapih dan sekeliling nya tak banyak baju yang berserakan lagi.


Icha mendekati almari berniat meminjam baju, dia berniat meminta ijin nanti setelah memakai nya karena Icha tau jika meminjam sebelum memakai sudah pasti si dokter jorok tidak akan memberikan ijin.


"Nggak papa agak bau juga, cuman buat malam ini aja besok ganti lagi" gumam Icha sambil mengambil kaos kebesaran milik Jourdy lalu berjalan ke kamar mandi untuk mandi.


Di luar nampak Jourdy yang menggerutu kesal karena kembali di ganggu adik Daniel, tak hanya itu saja dia juga kesal karena Icha memakai kamar nya.

__ADS_1


Sebenarnya masih ada satu kamar lagi, tapi kamar itu terlalu kecil dan Jourdy tidak memiliki kasur lain karena kamar kecil itu dia pakai untuk menyimpan beberapa barang tak terpakai.


"Mimpi apa aku harus di buat kesal oleh gadis labil itu" gerutu Jourdy kesal.


Jourdy tak bisa tidur sejak tadi dia terus mendumel, hingga setelah beberapa menit dia akhirnya tertidur.


Drett..


Jourdy membuka matanya, dia melihat jam yang masih menunjukan pukul 4 pagi.


"Halo"


"Dok, gawat ada pasien yang membutuhkan bantuan dokter"


"Aku akan sampai dalam waktu 15 menit, persiapkan semuanya"


"Baik dok"


Tut!


Jourdy langsung masuk ke dalam kamar, dia baru tidur 2 jam tapi beginilah jika sudah memutuskan menjadi seorang dokter.


Tok..tok.


Jourdy mengetuk pintu.


Tapi tak ada sahutan, membuat Jourdy kesal dan langsung membuka pintu kamar nya dengan kunci cadangan.


Saat baru masuk dia melihat Icha yang tidur terlelap, karena buru-buru dia langsung memakai pakaian kerja nya di kamar.


Dan di saat bersamaan Icha membuka matanya karena mendengar suara.


Aaaa!


"Diam, jangan lebai kalau tidak mau lihat jangan lihat!" tegas Jourdy yang baru memakai kemeja, tapi jangan lupakan jika dia masih memakai boxer dan belum memakai celana nya.

__ADS_1


"Pakai celana mu, dasar dokter mesum!" kesal Icha menutup matanya.


Bisa-bisanya Jourdy memakai pakaian nya di saat dia tertidur.


Tapi sebentar..


Icha langsung meraba dada nya, dan melihat ke balik selimut, dan semua itu di lihat oleh Jourdy yang sudah rapih.


"Jangan geer, kau pikir tubuh kurus kering mu mampu membuat aku terangsang, jangan harap" tegas Jourdy seolah paham dengan pemikiran Icha.


Icha yang mendengar ucapan menohok Jourdy langsung memicingkan matanya.


"Siapa yang nyangka kalau tubuh kurus kering juga bisa buat candu, ck. aku aduin kamu ke kak Daniel kalau kamu sampai macam-macam sama aku!" kesal Icha dengan wajah marah nya.


Jourdy yang tak ada waktu melayani kemarahan Icha memilih dompet nya, lalu dia pun pergi begitu saja karena nyawa manusia lebih penting dari pada berdebat tak jelas.


Icha yang di tinggalkan bersungut-sungut kesal, hingga kemarahan nya teralihkan dengan suara dering ponsel nya.


"Halo?"


"Apa!" teriak Icha sedikit berteriak.


Ponsel nya jatuh, Icha diam dia otak nya masih belum bisa mempercayai apa yang baru dia dengar.


"Tidak, tidak mungkin" Icha menolak percaya, air matanya jatuh tak tertahankan.


"Halo, Icha sayang kamu mendengar papa sayang, kamu dimana kita harus ke rumah sakit sekarang Icha"


Masih terdengar suara dari sebrang telpon, yaitu dari Papa nya.


"Ini bohongkan?" Icha menolak percaya.


"Tidak sayang, kakak mu mengalami kecelakaan jadi cepatlah ke rumah sakit karena kondisinya saat ini kritis"


Icha diam lagi, dia menyeka air matanya dan tanpa mengganti pakaian dia lansung membawa tas kecil dan ponselnya bergegas pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗


__ADS_2