
Daniel dan security berusaha mengamankan Glenn dan Jourdy yang membuat kericuhan, keduanya di bawa keruangan keamanan agar tidak terjadi hal yang di inginkan.
Glenn dan Jourdy masih saling memberikan tatapan galak nya membuat Elster jengah karena Glenn membuang waktunya hanya untuk hal yang tak penting.
"Kita tidak usah jadi pergi" kata Elster akhirnya.
"Tidak, kita akan jadi pergi" balas Glenn.
"Kalau begitu kalian harus akur, aku tidak mau melihat kalian bertengkar lagi" uucap Elster lagi.
Glenn menghela nafasnya panjang, dan melihat Jourdy yang wajahnya sama memiliki lebam seperti nya.
"Bagaimana apa urusan ini harus di tangani di kantor polisi?" tanya bagian kepala security.
"Tidak!" kompak Glenn dan Jourdy.
Dan keduanya saling melirik setelah kompak menjawab.
"Untuk membuat jera kalian harus di foto" ucap security lagi.
Glenn ingin menolak, tapi satu kode dari sang istri membuat dia harus menahan diri.
Dan untuk Jourdy, dia sadar jika dia membuat ulah dengan bertengkar di umum, tidak seharusnya dia yang seorang dokter bersikap seperti ini.
"Lebih dekat" kata Security.
Glenn dan Jourdy lebih rapat, Elster ingin tertawa melihat hukuman kecil itu dia juga mengeluarkan ponsel nya.
Dan cekrek..
Beberapa foto Elster dapatkan.
"Sekarang kalian berpelukan" titah security lagi.
Glenn enggan, tapi Jourdy langsung memeluk nya membuat dia sedikit mendorong dada adik tirinya itu.
"Minggir lah!" bisik Glenn.
"Tahan sebentar, kau pikir aku mau berurusan di sini dengan mu, aku tidak seperti kau yang kekanakan" balas Jourdy ketus.
__ADS_1
"Apa kau bilang!" Glenn kembali tersulut emosi.
Tapi saat Glenn akan menghajar Jourdy di saat itu juga Elster memegang tangan nya.
"Ayo berangkat" kata Elster.
Glenn menghela nafasnya panjang dan menatap tajam ke arah Jourdy.
"Masalah kita belum selesai!" tegas Glenn.
Dan Jourdy tak menjawab apa-apa, dia memilih langsung keluar dari ruangan itu begitupun dengan Elster dan Glenn yang langsung ke parkiran.
Keduanya masuk ke dalam mobil dan saat masuk Glenn nampak kesal.
"Sudah kekanakan nya?" tanya Elster.
"Aku tidak kekanakan" balas Glenn tegas.
"Ya, tapi sikap mu benar-benar tidak seperti pria dewasa, kau terlalu mudah meluapkan emosi mu apa itu yang di namakan tidak kekanak-kanakan?" tanya Elster lagi.
Glenn menatap tajam Elster, tapi Elster yang di berikan tatapan tajam jelas saja langsung membalas tatapan tajam itu.
Glenn tak menjawab melainkan langsung mendekatkan wajah nya ke wajah Elster, dan mulai menciumi bibir istrinya.
Hemph..
Bibir Elster di bungkam dengan ciuman panas, Glenn benar-benar melupakan jika mereka masih di area rumah sakit.
Tangan Glenn bahkan meraba ke bagian favorit nya, dia benar-benar sangat emosi dan untuk mengusir semua kekesalan nya dia memilih mencumbu istrinya.
Ahk..
Desaaah Elster akhirnya keluar saat tangan Glenn mulai tak terkendali masuk ke bagian bawah dress nya.
"Glenn, ini rumah sakit" ucap Elster dengan bibir mereka yang masih menempel.
"Aku tau" balas Glenn mencium kembali bibir Elster.
Elster mencoba mendorong dada Glenn tapi jelas tubuh Glenn bukan lah tandingan nya yang membuat dia seakan pasrah di cumbu.
__ADS_1
Huh..
Tangan Glenn benar-benar sudah masuk dan melakukan nya dengan wajah yang seolah menikmati, Elster tak bisa berkata-kata selain menahan desaaahan nya.
Hingga..
Ahkk.!
Elster akhirnya mengeluarkan pelepasan pertama nya, Glenn tersenyum saat merasakan Elster yang sudah lemas.
Cup..
"Sorry, tapi aku tidak suka kau memarahi ku, aku suamimu" ucap Glenn sambil menurunkan dress istrinya.
Elster masih mencoba menarik nafasnya, dia benar-benar lemas setelah pelepasan pertama nya itu.
Lalu setelah beberapa menit Glenn pun menyalakan mesin mobilnya dan lanjut mengendarai mobil nya meninggalkan area rumah sakit.
Di perjalanan sesekali Glenn melirik Elster, wanita cantik itu seperti nya marah padanya dan Glenn yang kesal masih belum bisa menstabilkan emosi nya.
"Aku mau pulang" kata Elster.
"Tidak, kita harus honeymoon" balas Glenn tegas
"Setelah yang terjadi tadi di rumah sakit kamu masih mau mengajak ku honeymoon?" tanya Elster.
"Ya, karena itu tujuan pertama kita" sahut Glenn lagi.
Elster kesal dan membanting tas nya ke bagian depan mobil.
Glenn melihat itu tau jika Elster marah tapi dia tidak menghiraukan karena dia tidak mau Elster nekat turun di tengah jalan.
Satu jam berlalu..
Keduanya akhirnya sampai di villa yang di dekat pantai, Glenn langsung turun dan Elster juga ikut turun masih dengan wajah di tekuk nya.
Bahkan saat Glenn masuk ke dalam villa Elster malah memilih berjalan melihat ke arah pantai, dia sedang kesal dan tak mau melihat Glenn setidaknya beberapa menit kedepan.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗