Semalam Bersama Hidden Rich

Semalam Bersama Hidden Rich
Jourdy Icha


__ADS_3

Setelah lelah dengan pekerjaan nya Jourdy pun pulang ke apartemen nya, dan seperti biasanya apartemen nya berantakan.


"Besok aku harus mencari pembantu untuk membersihkan apartemen ku ini" gumam Jourdy yang merasa apartemen nya kali ini sudah terlalu berantakan.


Sebenarnya Jourdy tak masalah dengan apartemen nya yang berantakan, dia pria dan terbiasa dengan hal itu.


Tapi untuk kali ini entah kenapa dia merasa terganggu, dan matanya juga terasa pusing dengan pemandangan berantakan seperti ini.


Jourdy masuk ke dalam kamar nya, dan saat di kamar dia juga melihat banyak baju kotor yang belum dia bawa ke loundry.


Hufh..


"Perasaan seminggu yang lalu tidak sebanyak ini" gumam Jourdy heran.


Padahal dia sendiri yang sering ganti-ganti pakaian, dan jika baju nya sudah menumpuk seperti ini itu tandanya dia mau tak mau harus segera berkemas kamar.


Jourdy tak mengambil pusing masalah baju dia memilih mandi dan setelah selesai Jourdy mengambil pakaian nya tapi dia malah tak menemukan boxer nya yang membuat dia akhirnya memakai kembali boxer bekas pakai.


"Aku harus membeli stok boxer seperti nya, huh.. aku paling benci dengan belanja" gerutu Jourdy sambil mengambil ponsel.


Jourdy membaringkan tubuhnya di ranjang, dan lagi-lagi pria itu malah mencium bau tak sedap dari seprai nya.


Hufh..


"Seperti nya bukan pembantu yang aku butuhkan, tapi istri" Jourdy kembali menggerutu karena di saat lelah bekerja dia juga malah harus sibuk dengan apartemen nya.


Setelah menggantikan seprai nya dengan yang baru kali ini Jourdy bisa tidur nyaman, tanpa memperdulikan perut nya yang terasa lapar Jourdy yang lelah memilih tidur.


Malam pun tiba.


Jourdy bangun di jam 2 malam karena perut nya sudah tidak bisa di ajak damai.


"Sial aku lupa membeli bahan makanan di kulkas" kesal nya kembali mendumel.


Mau tak mau Jourdy akhirnya mencari makanan di luar, dia keluar menggunkan motor matic nya.


Sepanjang jalan Jourdy yang mencari makan tak menemukan makanan lain selain martabak dan sate, sedangkan Jourdy merasa ingin makan nasi karena perutnya benar-benar keroncongan.


Pada akhir nya Jourdy pun makan di restoran, dia juga membeli makanan yang bisa di hangatkan di pagi hari untuk sarapan nya.


"Tolong!" suara teriakan itu terdengar.


Jourdy yang sedang mengendarai motor nya ke arah pulang melihat seorang gadis yang di ganggu beberapa anak motor.


Sebenarnya Jourdy malas ikut campur karena itu bukan urusan nya, tapi melihat gadis itu terlihat seperti masih remaja membuat dia tak tega.

__ADS_1


"Hey lepaskan dia!" teriak Jourdy lantang.


Membuat ketiga pria itu sontak melihat ke arah Jourdy.


"Wah seperti nya ada jagoan dadakan" ucap salah satu pria itu.


"Ya, dia ingin menjadi penyelamat tapi itu jelas hanya mimpi" timpal yang satu nya lagi.


Jourdy melihat gadis itu, dan dia kaget melihat gadis itu yang ternyata adalah adik dari Daniel, sahabatnya.


"Aku kira siapa, ternyata gadis nakal itu." batin Jourdy melihat Icha.


Salah satu pria yang menganggu Icha itu tiba-tiba memukul Jourdy, tapi dengan cepat di tangkis oleh Jourdy yang balik menghajar pria itu.


Ketiga nya langsung di hajar oleh Jourdy, meski 3 lawan satu tapi untuk masalah bela diri Jourdy yang pernah mengikuti seni bela diri Tekoundo jelas tak bisa di spelekan.


Bruk!


Bruk!


Ketiga preman itu terjatuh dalam hitungan menit, Jourdy mengambil sapu tangan nya dan dengan santai mengusap tangan nya yang kotor.


Semua itu jelasdi lihat oleh Icha yang berdiri mematung melihat perkelahian pria-pria yang menganggunya itu.


Dan Jourdy hanya tersenyum kecut, dia berbalik berniat mendekati Icha tapi tiba-tiba..


"Menghindar!" teriak Icha.


Dan Jourdy yang mendengar itu reflek berbalik, tapi nasib baik tak menimpa nya tangan Jourdy terluka oleh goresan pisau.


Sttt..


Bugk!


Joudry meninju beberapa kali pria yang menggoreskan pisau ke tangan nya.


Dan pria itu bonyok, dia langsung pergi terbirit-birit karena takut di buat cacat oleh Jourdy yang marah.


"Sial" umpat Jourdy merasakan perih.


"Kamu tak apa?" tanya Icha.


Jourdy melirik ke samping melihat Icha yang terlihat polos tanpa rasa bersalah itu.


"Ini semua gara-gara mu, anak gadis bukan nya diam di rumah malah kelayapan tidak jelas!" balas Jourdy marah.

__ADS_1


"Diamlah, kamu sendiri ngapain malam-malam kelayapan hah! habis jajan kupu-kupu?" jawab balik Icha tak kalah marah nya.


Joudry yang tak mau berdebat memilih pergi, tapi saat dia akan mengendarai motornya dia malah merasakan sakit di tangan nya.


Hufh...


"Kau bisa mengendarai motor?" tanya Jourdy.


"Ya" balas Icha singkat karena masih kesal.


"Kalau begitu bawa motor ku, dan setelah mengantarkan ku kau bisa pulang dengan menggunakan motor ku" kata Jourdy lagi.


Icha diam nampak menimbang, hingga pada akhirnya dia pun setuju dan langsung mengambil alih mengendarai motor matic Jourdy.


Jourdy duduk di jok belakang, sebenarnya dia malas berhadapan dengan Icha, tapi dia juga tak mungkin membiarkan adik teman nya itu berkeliaran di malam hari, apalagi Icha masih sangat muda pasti banyak kejahatan yang mengincar nya.


Tak lama kemudian Icha pun akhirnya sampai di apartemen Jourdy, dia ikut turun dan mengikuti Jourdy.


"Kau mau kemana?" tanya Jourdy.


"Ke apartemen" balas Icha.


"Jangan bilang kau__" ucap Jourdy terpotong.


"Ya dugaan mu benar, aku akan menginap semalam di apartemen mu dan tidak ada penolakan" sahut Icha santai.


Jourdy menatap tajam ke arah gadis bertubuh mungil itu, ingin sekali dia jitak kepalanya kalau tidak ingat Icha adalah adik dari sahabatnya.


Huh..


"Baiklah, tapi besok kau menjadi babu sehari di rumah ku" kata Jourdy akhirnya.


"Hey enak saja, kamu pikir aku layak di perlakukan seperti itu" teriak Icha tak Terima.


"Kalau begitu aku akan mengatakan semuanya pada Daniel dan Papa mu bahwa anak gadis nya berkeliaran di tengah malam" Jourdy mengancam.


Icha menatap sebal ke arah dokter yang dia benci itu, andai saja dia punya pilihan Icha tak akan mau menuruti perintah nya.


"Iya, aku akan jadi babu mu tapi satu hari" Icha akhirnya pasrah.


Dia tak mau pulang ke rumah, dia benci ibu tiri nya dia juga tak suka dengan Papa nya yang terlalu bucin pada ibu tiri nya, Icha merasa tidak di perhatikan dan kehadiran nya tak di anggapanggap oleh siapapun bahkan kakak nya pun sibuk mengurusi pernikahan.


🌹


Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2