
"Kau marah sayang?" tanya Glenn melirik Elster yang sedari tadi diam saja.
Marah?
"Untuk apa?" tanya balik Elster.
"Karena ulah Andita tadi, apa aku harus memecat nya?" Glenn bertanya sambil makan.
Elster menggelengkan pelan.
"Ini masalah spele, aku tak akan membesar-besarkan nya terkecuali dia mencari masalah dengan ku" jelas Elster.
"Lagi pula bukan salah nya jika dia mengira aku pengantar makanan, dia pasti tidak tau kalau CEO nya yang tampan sudah menikah, bukan begitu?" Elster melirik suaminya.
Glenn mengangguk, dia memang tidak memberitahu semua karyawan nya akan status baru nya.
"Apa kita perlu mengumumkan pernikahan kita?" tanya Glenn.
"Tidak, aku tidak suka hal berlebihan" balas Elster menolak.
"Lalu mau nya apa?" Glenn kali ini bingung.
Elster melirik Egg yang sedang makan sendiri, lalu melirik Glenn lagi.
"Habiskan dulu makanan kalian, aku akan ke toilet sebentar" ucap Elster.
Elster akan berjalan keluar ruangan, tapi Glenn yang melihat itu menghentikan langkah istrinya.
"Di ruangan ku juga ada kamar mandi" kata Glenn.
"Aku penasaran dengan toilet di perusahaan ini, aku akan memakai yang umum saja" balas Elster langsung pergi.
Glenn membiarkan istrinya keluar, dia memilih lanjut makan bersama sang putra tersayang nya.
Sedangkan Elster dia berjalan mencari toilet, sesampainya di toilet dia pun langsung masuk.
"Kau tau CEO membawa seorang wanita dan anak kecil ke ruangan nya" ucap salah satu wanita sambil bercermin.
"Ya aku mendengar gosip itu, apa mungkin wanita itu kakak nya atau kerabat nya?" tanya wanita lain.
"Tidak, mereka tidak mirip. tapi ada yang bilang juga jika CEO membawa janda satu anak, ya mungkin wanita janda itu menggoda nya dengan seorang anak yang manis dan tampan" wanita yang bercermin itu menyahut lagi.
"Jika benar wanita itu beruntung bisa memiliki kekasih seperti CEO, tuan Glenn pemilik beberapa perusahaan besar, dia juga seorang Hidden rich yang terkenal aku rasa wanita itu memakai pelet" obrolan kedua wanita itu semakin kemana-mana.
Elster yang ada di dalam toilet nampak tersenyum kecut, beginilah yang dia tidak suka dari orang yang suka menggosip.
__ADS_1
Mereka tidak tau jalan cerita nya tapi selalu menambahkan hal-hal yang tak jelas, dan tak hanya itu saja menurut Elster mereka secara tak langsung memperlihatkan kebodohan nya.
Ceklek..
Elster keluar dan langsung mencuci tangan nya di wastafel, salah satu dari wanita yang bergosip itu nampak kaget karena dia tau jika Elster adalah wanita yang telah keduanya gosip kan.
"Kenapa diam?" tanya Elster.
"Hah?" salah satu wanita itu nampak terkejut.
"Dia siapa? aku baru melihat nya" bisik salah satu wanita yang tidak tau Elster.
"Dia itu__" ucap wanita satu nya lagi terpotong.
Elster mengulurkan tangan nya yang sudah di keringkan pada wanita yang bertanya itu.
"Aku Nyonya Glenn Mohan, panggil saja Elster Mohan. istri CEO kalian" ucap Elster dengan wajah tanpa senyum nya.
A-apa!
Sontak kedua wanita terkejut dengan ucapan Elster yang mengaku sebagai istri bos nya.
"Kenapa? apa kalian tidak percaya? atau mau aku katakan pada suamiku untuk membuat kalian percaya jika aku istrinya?" tanya Elster wajah nya masih tanpa senyum.
"Ma-aaf nyonya, tolong jangan adukan kami pada bos, kami tidak mau kehilangan pekerjaan kami" ucap salah satu wanita yang tadinya sangat antusias menggosipkan Elster.
Ehk..
"Santai saja, aku tak akan membuat kalian di pecat kok, tapi seperti nya surat SP bagus untuk kalian yang tak bisa menjaga lisan dan hanya bisa mengatakan kata-kata yang tak jelas itu" ucap Elster dengan wajah santainya.
A-apa!
"Tidak nyonya, jangan lakukan itu"
"Iya nyonya, kasihanilah saya. saya harus bekerja untuk menghidupi kedua adik saya"
Elster berniat pergi, tapi sebelum pergi dia melirik ke belakang.
"Oke, aku tidak akan memberikan SP pada kalian, tapi jika kalian masih bergosip aku akan membuat kalian di pecat secara tidak terhormat" tegas Elster.
"Terimakasih nyonya, terimakasih"
Elster tak menjawab dan memilih keluar dari toilet yang terasa gerah, dia heran kenapa banyak orang yang menggosip di toilet.
"Aku harus menyuruh Glenn untuk memberikan tanda larangan menggosip di toilet, ya itu akan lebih baik agar mereka tak mengeluarkan kata-kata kotor di tempat yang seharusnya menjadi tempat pembuangan itu segala kotoran itu" gumam Elster sambil berjalan.
__ADS_1
Dan saat berjalan Elster lagi-lagi bertemu dengan Andita, keduanya saling bertatapan dalam diam.
Hingga Elster yang diam merasa gatal untuk tak mengeluarkan suaranya.
"Kenapa?" tanya Elster.
"Ahk tidak nyonya, saya hanya ingin ke toilet" ucap Andita tersenyum ramah.
"Em apa kau mengejar suamiku?" tanya Elster terang-tetangan.
Hah?
"Maksud nona?" Adinda nampak sedikit gugup.
"Jangan bodoh, aku bertanya apakah kau menyukai suamiku? jawaban nya ada dua iya dan tidak, itu akan memutuskan nasib mu di perusahaan ini" kata Elster dengan wajah dingin nya.
Andita nampak gugup dan bingung harus menjawab apa, bohong jika dia bilang tak menyukai Glenn Mohan, apalagi bos nya itu sangat kaya raya dan tampan.
"Jadi apa jawaban mu?" tanya Elster dengan nada menuntut jawaban.
"Saya tidak suka nyonya" Andita menjawab bohong.
Elster menghela nafas nya panjang.
"Bagus, kau tau jika kau berkata iya tadi? aku pastikan kau tak akan bertahan lama di perusahaan ini, jadi jika ingin kesenjangan karir yang cemerlang di perusahaan suamiku kau tak boleh menjadi duri dalam pernikahan ku, aku tak pernah main-main yang terakhir mengusik ku dia masuk penjara 4 tahun dan aku juga akan melakukan hal yang sama padamu jika kau tak mendengarkan ancaman ku" ucap Elster dengan wajah dingin nya.
Glekk.
Andita menelan ludah nya kasar mendengar ancaman istri bos nya itu.
Seperti nya tidak ada harapan lagi untuk nya, apalagi saingan nya itu menakutkan seperti Elster yang berhasil membuat bulu kuduk Andita berdiri.
"Saya permisi nyonya" kata Andita yang ketakutan.
"Ingat baik-baik perkataan ku tadi" ucap Elster.
Andira tak menjawab dan langsung masuk ke dalam toilet dengan wajah tegang dan takut nya.
Hufh.
"Aku benar-benar harus ekstra hati-hati mulai saat ini, punya suami kaya membuat aku harus berubah menjadi buas agar tak mudah di tindas" gumam Elster sambil berjalan kembali ke ruangan Glenn.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya kak❤🙏🤗
__ADS_1