
Keesokan harinya Glenn dan Elster langsung ke kantor catatan sipil untuk menikah, dan kini sebelah melewati banyak rintangan Glenn dan Elster membawa pulang status baru ke rumah nya.
Kini Elster tak akan takut lagi, dia akan menghajar siapa saja yang berani mendekati Glenn ataupun yang mengusik keluarga kecilnya.
"Besok kita pulang ke kota A ya" ucap Elster tiba-tiba.
Membuat Glenn seketika melirik Elster.
"Jangan bilang kamu mau__" ucap Glenn terpotong.
"Ya, aku mau melihat siapa calon pengantin pria pengganti mu, apa dia tampan atau mungkin dia akan lebih jelek" Elster berkata dengan senyuman nya.
Glenn melihat wanita yang baru saja menjadi istrinya itu dengan pandangan tak biasa.
"Bagaimana kalau dia menyakiti mu?" tanya Glenn.
"Jika dulu dia bisa seenaknya karena aku lemah tidak untuk sekarang, aku punya kamu yang pasti tak akan diam saja jika aku di bully oleh pembully itu" jawab Elster santai.
Glenn mendengar penuturan istrinya menggelengkan kepalanya, dia pikir Elster yang ambisius itu sudah hilang ternyata masih ada.
"Lagi pula aku tak yakin jika dia masih mau berurusan dengan ku mengingat aku adalah orang yang membuat dia merasakan dinginnya tinggal di balik jeruji besi selama 4 tahun, itu mungkin akan sedikit berkesan padanya" lanjut Elster dengan senyuman nya.
"El, bagaimana kalau jangan membahas masa lalu, aku terlalu malas melihat nya" kata Glenn lagi.
Membuat Elster seketika melirik suami nya.
"Tidak, tapi semuanya harus di selesaikan karena berbicara di ponsel saja tak cukup, masalah kalian serius aku tak mau wanita itu mengusik ku setelah ini" tegas Elster.
Glenn hanya menghela nafasnya panjang, terlalu malas rasanya dia kembali ke kota A, kota dimana dia harus kembali mengingat perlakuan berbeda padanya dengan Jourdy.
Glenn selalu merasa Daddy nya pilih kasih, bagaimana tidak Glenn juga memiliki cita-cita nya sendiri tapi dia di paksa untuk mengurusi perusahaan sejak kuliah.
Lain dengan Jourdy yang begitu mendapatkan dukungan dari Daddy nya, bahkan Jourdy sampai lulus menjadi lulusan dokter ahli jantung pun langsung mendapatkan pujian yang begitu waw dari Daddy nya.
"Atau jangan-jangan bukan itu masalah nya" Elster menatap penuh selidik pada Glenn.
Dan Glenn nampak tak berniat menceritakan nya, Elster yang melihat itu tak memaksa karena tak mau membuat situasi menjadi tak nyaman.
__ADS_1
Pada akhirnya Elster memilih di antarkan ke restoran, Glenn menuruti dan dia juga langsung ke perusahaan nya karena tanpa sepengetahuan Daddy nya Glenn sudah membeli perusahaan kecil, dan sekarang perusahaan itu sudah menjadi besar di bawah naungan kepemimpinan nya.
.
.
"Kapan aku menjemput mu?" tanya Glenn.
"Bagaimana kalau jangan, emm maksud ku aku akan menjemput Egg, dan setelah itu aku dan Egg akan mengantarkan makan siang, bagaimana?" tanya Elster.
Glenn mengangguk setuju.
Elster berniat turun dari mobil Glenn, tapi tangannya di tahan oleh Glenn.
"Kau melupakan sesuatu nona" kata Glenn dengan wajah cool nya.
Hah?
Elster nampak terlihat kebingungan.
Cup..
Glenn mengecup pipi Elster, membuat Elster menegang seketika.
"Ayo cium aku" titah Glenn menuntut.
Elster nampak sedikit ragu takut ada yang melihat nya, hingga Glenn pun mengatakan jika kaca mobil nya akan terlihat hitam jika di dalam, dan tak akan ada yang melihat mereka.
Pada akhirnya Elster pun akhirnya mencium bibir Glenn, kedua nya berciuman untuk beberapa saat hingga Elster langsung mendorong tubuh Glenn yang tak diam.
Tangan Glenn dengan usil meraba bagian paha Elster.
"Tidak sekarang" kata Elster.
"Lalu kapan? aku tak sabar mengajak mu ke ranjang" balas Glenn tersenyum mesum.
"Nanti malam, jika Egg sudah tidur" sahut Elster cepat.
__ADS_1
"Oke, nanti malam aku akan menagih janji mu" ucap Glenn lagi.
Elster mengangguk lalu dia pun keluar dari mobil suaminya, begitupun dengan Glenn yang langsung pergi ke arah kantor.
Wajah Elster nampak lebih berseri-seri saat masuk ke dalam restoran yang membuat beberapa pegawainya merasa jika sang Bos sedang jatuh cinta.
"Aku tidak percaya jika pada akhirnya takdir membuat ku bersama dia memiliki hubungan bahkan seorang Putra yang begitu tampan, ini semua seperti keajaiban karena sebelumnya aku tak pernah berpikir jika aku akan merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa seperti ini" gumam Elster yang matanya kini hanya terfokus pada cincin berlian yang ada di jari manisnya.
Saat sedang tersenyum sendiri tiba-tiba terdengar dering telepon yang membuat Elster seketika sadar, dan langsung mengangkat teleponnya yang ternyata dari Daniel.
"El, aku ikut bahagia atas pernikahanmu aku doakan semoga kau dan Putra mau mendapatkan kebahagiaan yang selama ini kalian mimpikan" kata Daniel.
"Kau tahu aku menikah?" tanya Elster agak kaget.
"Ya, aku baru mendengar kabar Ini dari dokter Endrick dan aku sedikit kesal karena aku adalah teman baikmu tapi kau tidak memberitahuku terlebih dahulu akan pernikahanmu" bales Daniel dengan nada yang seperti sedang kesal.
Elster pun langsung menjelaskan jika pernikahannya ini serba dadakan, dan dia pun tidak memperbesarkan pernikahannya karena dia hanya mau status bukan pernikahan luar biasa yang dihadiri banyak orang.
Daniel paham, dan dia ikut bahagia akan kebahagiaan yang sahabat yang masih ada akhirnya menemukan kebahagiaannya sendiri.
"Minggu depan adalah acara pernikahan Daddy ku, kau kau harus datang" kata Daniel.
"Apa, Om Broto menikah lagi?" kaget Elster.
"Ya, Ini kelima kalinya dalam Daddy bilang ini adalah yang terakhir untuk nya jadi aku memilih untuk setuju" jelas Daniel lagi.
"Bagaimana dengan Icha?" tanya Elster.
Daniel pun menjelaskan jika adiknya sangat menentang keras mengingat wanita yang dinikahi ayahnya itu adalah dosennya,
Mendengar Hal itu membuat Elster merasa kasihan, dia paham jika mungkin butuh waktu untuk Icha menerima ibu tirinya.
Mereka mengobrol cukup lama di telpon, hingga akhirnya panggilan Itu dimatikan karena Daniel harus melakukan pekerjaannya yaitu sebagai dokter yang membantu pasiennya yang sedang sakit.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya kak❤🤗🙏
__ADS_1