
Masih di acara resepsi pernikahan Om Broto, yaitu Daddy nya Daniel.
Elster mulai dekat dengan Catez, bahkan wanita keturunan bule prancis itu sangat asyik mengobrol dengan Elster dan tentu saja hal itu membuat Elster happy karena dia punya teman yang seumuran dengan nya.
"Jadi kapan kalian menikah?" tanya Elster.
"Entahlah, Daniel masih fokus pada adiknya dan aku tak masalah menunggu" balas Catez.
"Ya kau tak masalah karena kau model, apa kau masih terikat kontrak?" tanya Elster kepo.
Catez mengangguk kecil.
"Dua tahun, tapi beberapa bulan lagi hampir finish, aku akan bebas" jelas Catez lagi.
Dan Elster hanya manggut-manggut, matanya mencari Glenn yang ternyata sedang bersama Daniel dan Endrick.
Lalu mata Elster menangkap sosok yang sangat dia kenal, dia adalah dokter muda yaitu Jourdy yang tak lain adalah adik Glenn, suaminya.
"Aku sempat meminta Daniel menjodohkan kalian, karena aku cemburu" ucap Catez mengaku.
"Dia adik ipar ku" balas Elster.
What!
"Jadi Dokter Jourdy adik tuan Glenn?" tanya Catez.
Dan Elster hanya mengangguk, membuat Catez geleng-geleng karena dunia ternyata sempit.
Keduanya mengobrol banyak hal, tak lama kemudian Glenn datang dan mencium pipi Elster.
"Kau senang mengumbar kemesraan di hadapan kami?" tanya Endrick.
Glenn hanya mengedikan bahu nya ke atas, tak perduli jika kemesraan nya membuat orang iri.
Daniel hanya tertawa melihat itu, hanya Endrick yang tidak membawa pasangan nya dan itu membuat Glenn dengan senang memperlihatkan kemesraan nya.
Acara terus berlanjut, Daniel dan Catez berdansa dan itu membuat Glenn melirik istrinya.
__ADS_1
"Mari berdansa" ajak Glenn.
"Aku tak terlalu pandai berdansa" balas Elster.
"Kita coba dulu, pasti bisa" sahut Glenn dan menarik Elster ke tengah-tengah ballroom.
Glenn dan Elster mulai menari bersama pasangan lain nya, termasuk Om Broto dan istrinya yang nampak bahagia.
"Sudah aku bilang kan aku tak pandai" Elster tak sengaja menginjak sepatu suaminya.
"Tidak apa, pelan-pelan saja" balas Glenn tak membiarkan istrinya menghentikan dansa nya.
Dan keduanya kembali dansa dengan gerakan yang pelan, dari kejauhan Jourdy melihat Glenn dan Elster yang sedang berdansa.
Entah bagaimana perasaannya melihat semua itu, tapi sekalipun Glenn tak menyukai nya dia tetap menganggap Glenn kakak nya.
Brugk!
"Kalau jalan lihat-lihat!" ketus seorang gadis muda yang membawa cake.
Gadis muda yang mengenal Jourdy itu langsung pergi tanpa berniat meminta maaf, tapi belum jauh dia pergi Jourdy menghalangi jalan nya.
"Cuci ini" titah Jourdy.
"Apa-apaan! kau menyuruh ku kau pikir aku pembantu mu hah" balas gadis muda itu marah.
"Bukan pembantu, tapi aku mau kau mencuci sapu tangan itu karena kau membuat sepatu ku kotor" balas Jourdy.
Membuat gadis muda itu menatap nya sinis, dan bukan nya menerima sapu tangan kotor itu Gadis muda itu malah memberikan jari tengah nya pada Jourdy lalu pergi dengan wajah sinis nya.
Jourdy melihat ke pergian adik Daniel itu hanya menggelengkan Kepala nya, dia heran kenapa gadis jaman sekarang banyak yang bar-bar dan tidak sopan.
.
.
Malam semakin larut, Elster dan Glenn pun pamit pulang.
__ADS_1
Glenn mengambil mobil dan Elster menunggu di parkiran, saat menunggu seorang pria mendatangi Elster.
"Nona apa kau butuh tumpangan?" tanya seorang pria.
Elster melihat sekeliling nya, dan tak melihat siapapun selain dirinya.
"Maaf saya sudah bersuami" ucap Elster menolak.
"Jangan bohong, anda terihat masih muda ikutlah dengan saya nanti nona akan saya puaskan dompet ataupun masalah ranj__" ucap pria itu terpotong karena suara Glenn.
"Kau tuli? istriku bilang dia sudah punya suami tapi kau masih tak mau malu, apa kau mau aku hajar Hah!" Glenn memberikan tatapan tajam nya.
Pria itu keluar dari mobilnya, dan baru saja dia akan mengeluarkan suaranya Glenn sudah memberikan bogeman.
Brugk!
Satu bogeman di berikan pada pria itu, membuat sudut bibir pria itu berdarah.
"****! kenapa kau memukul ku!" geram pria itu meringis sakit.
"Tentu saja karena kau pantas mendapatkan nya" balas Glenn dengan wajah dingin nya.
Pria itu berniat memberikan pukulan, tapi Glenn langsung menghindari pukulan itu membuat pukulan itu melesat.
Dan dengan secepat kilat Glenn membalas memberikan pukulan bertubi-tubi pada pria itu membuat pria itu jatuh ambruk dengan wajah yang penuh lebam.
"Sudah, ayo pulang" Elster menghentikan suaminya sebelum Glenn membunuh pria itu.
"Aku belum puas menghajar nya" kesal Glenn.
"Kau bisa menghajar ku di ranjang sebagai ganti nya" balas Elster.
Dan Glenn akhirnya menurut, lalu keduanya pun akhirnya pulang dengan menggunakan mobilnya.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya kak❤🤗🙏
__ADS_1