Semalam Bersama Hidden Rich

Semalam Bersama Hidden Rich
Bertemu


__ADS_3

7 bulan berlalu..


Menuju persalinan Glenn lebih banyak bekerja dari rumah, dia tidak mau meninggalkan moment menemani istrinya melahirkan.


Elster di jadwalkan melahirkan minggu depan dan Glenn akan siap siaga menjadi suami yang bisa di andalkan.


"Papi apa aku boleh main?" tanya Egg yang sudah selesai makan.


"Tentu, tapi jangan jauh-jauh dan ajak bibi Meti" kata Glenn yang masih makan.


"His Papi aku sudah besar, aku sudah akan menjadi kakak aku tak perlu di temani" seperti biasanya Egg selalu menolak di temani.


Menurut Egg dia sudah besar, apalagi dia sudah akan menjadi kakak yang membuat nya harus bisa mandiri.


Glenn nampak meninmbang, lalu setelah berpikir dia akhirnya mengijinkan sang putra untuk main sendiri.


"Thanks Papi, kau terbaik" senang Egg sambil tersenyum.


Lalu Egg berlari pergi dengan riang nya.


"Meti" panggil Glenn.


"Ya tuan" Meti berjalan mendekati meja makan.


"Jaga Egg dari jauh saja, jangan sampai ketahuan" kata Glenn.


"Baik tuan" balas Meti cepat.


Lalu Meti pergi dan meninggalkan Elster dan Glenn yang masih makan.


"Apa tidak apa kita membiarkan Meti menjaga dari jauh?" tanya Elster.


"Seperti nya tidak apa jika tidak ketahuan, meski aku memberikan kepercayaan pada Egg tapi kita harus berhati-hati bukan?" Glenn melirik sang istri.


Elster mengangguk kecil.


"Kamu benar, meski Egg sudah sembuh tapi aku masih punya sedikit ketakutan" ucap Elster menyimpan sendok nya di atas piring.

__ADS_1


"Bukan hanya kamu, tapi aku juga" balas Glenn yang memang masih takut juga akan penyakit lama Egg.


Setelah selesai makan keduanya langsung ke ruang tengah, seperti biasanya Elster duduk sambil membaca majalah fashion.


Sedangkan Glenn pria itu sibuk dengan laptop nya karena pekerjaan nya memang lumayan banyak.


.


.


Di tempat lain Egg yang sedang main bersama teman nya nampak kaget melihat kedatangan seseorang yang dia kenal.


"Dokter" panggil Egg.


"Hy kau di sini jagoan" tanya pria berpakaian rapih itu, yaitu Jourdy.


"Hem, ini rumah teman ku dokter" sahut Egg cepat.


Jourdy mengangguk, lalu seorang gadis muda mendekati mereka.


"Dokter ayo masuk Oma sudah menunggu" kata gadis muda itu.


Setelah memeriksa pasien nya Jourdy pun langsung menjelaskan kondisi pasien yang memang sudah membaik setelah memasang alat pacu jantung beberapa minggu lalu.


"Terimkasih dok" ucap gadis itu ramah.


"Sama-sama, kalau begitu saya pamit dulu" kata Jourdy.


"Hati-hati dok" balas gadis bernama Naya itu.


Jourdy hanya mengangguk tanpa berniat membalas lagi.


Saat berjalan tak sengaja Jourdy yang baru membuka pintu berpapasan dengan seorang gadis.


"Kalau jalan pake mata!" ketus gadis itu sinis.


Padahal jelas-jelas di sini yang salah adalah gadis itu yang hampir menabrak Jourdy.

__ADS_1


"Kamu lagi, kenapa di mana-mana selalu ada gadis menyebalkan seperti mu" Jourdy menatap gadis di depan nya itu tajam.


Jelas dia tau siapa gadis di depan nya itu, Icha lebih tepat nya Alisya anak Om Broto (adik nya Daniel).


"Aku juga heran kenapa dimana-mana ada pria menjengkelkan seperti mu, seperti nya ini hari sial ku" sahut Icha tak kalah sinis.


Jourdy yang tidak mau bertengkar di rumah orang memilih pergi, dia harus menjaga nama baik nya sebagai dokter dan lagi pula dia terlalu malas berurusan dengan adik Daniel yang memang selalu mencari masalah dengan nya.


Jourdy yang pergi membuat kekesalan sendiri pada Icha.


"Dasar dokter gadungan" kesal Icha.


"Heh, kenapa? marah-marah terus" Naya mendekati sang teman.


Icha melirik Naya sang teman, lalu dia menjelaskan jika dia habis adu mulut dengan Jourdy.


"Kalian memang cocok, setiap ketemu dimana-mana pasti bertengkar" kata Naya heran dengan keduanya.


"Amit-amit deh, jangan sampai jadi jodoh karena aku sangat membenci yang nama nya dokter" sahut Icha sewot.


"Awas benci nanti jadi cinta loh" balas Naya menggoda.


Dan Icha menggeleng dengan cepat.


"Tidak akan pernah, lagi pula siapa yang akan menyukai pria jorok itu, pekerjaan dokter apartemen sudah kaya kandang babi" celetuk Icha sambil bergedik ngeri membayangkan betapa kotor nya apartemen Jourdy.


"Apartemen?" Naya menatap penuh selidik pada Icha.


Dan Icha sadar akan tatapan aneh sang sahabat, yang membuat dia langsung berkata..


"Jangan berpikiran aneh, aku tak akan menikahi dokter karena aku membenci profesi itu" tegas Icha.


Naya yang mendengar itu hanya geleng-geleng kepala, tak mau membahas masalah kebencian sang teman.


Icha memiliki trauma dimana ibu nya meninggal, dan setelah itu dia hanya memiliki kebencian pada orang-orang di sekitar nya termasuk dokter, karena saat kecelakaan itu dokter tak bisa menyelamatkan sang Mama dan calon adik nya.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗


__ADS_2