
Queena terdiam bahkan pesawat nya sudah terbang beberapa menit yang lalu, air mata nya jatuh dia benar-benar merasa menjadi wanita yang paling menyedihkan di dunia ini.
Tak ada lagi Daddy yang menyayangi nya, Daddy nya pergi di saat dia masih di penjara karena kesalahan pembullyan yang dia lakukan tahun itu.
"Aku tau aku bersalah, tapi tidak bisa kah aku mendapatkan sedikit belas kasihan, aku hanya mau di mengerti" Queena menutup matanya yang berair.
Apa salah jika dia mencintai seseorang?
Kenapa Tuhan selalu membuat nya terhubung dengan sesuatu yang membuat nya sakit.
Belum cukup sebagian harta Daddy nya di curi ibu tirinya, dan sekarang Queena juga tak punya pilihan lain selain dia pergi.
Perusahaan Daddy nya tak boleh bangkrut, sebisa mungkin Queena harus kembali menstabilkan perusahaan nya.
Drett..
"Halo"
"Nona anda dimana?" tanya seseorang di sebrang telpon.
"Aku di bandara, jemput aku" ucap Queena menangis.
"Baik saya akan ke sana" balas seseorang di sebrang telpon itu cepat.
Dan pangilan nya langsung di matikan oleh Queena.
Tak lama kemudian datang seorang pria, Queena melihat pria itu langsung berdiri.
Pria itu tak banyak bertanya akan apa yang terjadi pada majikan nya, dia hanya asisten dan tak bisa melebihi batasanya.
"Aku mau tinggal satu hari lagi di hotel" kata Queena.
"Tapi nona pernikahan anda_" ucap Aldi terpotong.
"Tidak ada pernikahan, Glenn membatalkan nya" jawab Queena dengan raut wajah sedih nya.
Aldi mendengar itu tak terlalu kaget, dia sudah menduga hal ini karena memang bos nya terlalu mendadak melakukan sesuatu.
Dia tau pada akhirnya bos nya tak akan menikah dengan Glenn Mohan, apalagi di saat pertunangan nya saja Glenn Mohan terang-terangan membawa beberapa wanita untuk bersenang-senang di rumah nya.
"Apa saya harus membatalkan semua persiapan nya?" tanya Aldi saat mereka sudah di dalam mobil.
"Entahlah, tapi tidak ada pengantin pria pernikahan tak akan bisa di lakukan bukan?" tanya balik Queena.
Aldi diam mendengar jawaban bos nya yang malah balik bertanya itu.
Mobil melaju menuju hotel tempat kemarin Queena tidur, sebenarnya sudah dari kemarin Queena datang dia juga melihat Elster dan Glenn menikah.
__ADS_1
Hatinya begitu hancur kemarin, tapi dia tak tau jika dengan bertemu secara langsung rasa sakitnya bahkan semakin bertambah lebih sakit.
Tak ada Queena yang tangguh seperti dulu, kini hanya tersisa Queena yang lemah karena tidak adanya teman ataupun orang yang bisa dia ajak berkeluh kesah, kejadian 6 tahun lalu benar-benar mengubah segalanya dan jika waktu bisa berputar kembali Queena hanya ingin menjadi anak baik yang tak pernah merasakan kebencian pada ibu tirinya.
Karena alasan Queena membully Elster yang sebenarnya hanyalah karena dia membenci ibu tirinya yang dari kalangan bawah, dan terbukti sekarang ibu tirinya mengambil banyak harta Daddy nya.
.
.
Malam ini seharusnya menjadi malam indah untuk Glenn, tapi dia malah merasakan sakit nya di gigit nyamuk semalaman.
Elster tak membukakan pintu, bahkan ini sudah larut malam tapi suara klakson mobilnya bahkan tak di hiraukan sang istri.
"Hufh, ini semua gara-gara Queena, aku bahkan melewatkan malam pertamaku menjadi suami istri dengan Elster" gerutu Glenn yang terus mendumel.
Elster masih marah dan itu terbukti dari Glenn yang sudah menelpon wanita itu berulang kali, dan nihil tak sekalipun Elster mengangkat telpon dari nya.
Karena malam semakin larut Glenn tak punya pilihan, dia pun akhirnya memilih tidur di mobilnya.
"Sial" sekali lagi Glenn mengumpat karena kaki nya merasa tak nyaman tidur di mobil.
Pagi harinya..
Elster membuka matanya dan kaget melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 8 siang.
Dan saat Elster turun dia langsung mencari ke kamar putra nya, tapi nihil tak ada siapa pun di rumah seliain asisten rumah tangga nya.
"Bi, Egg udah berangkat?" tanya Elster.
"Sudah nyonya, tadi Meti sudah kesini tapi dianter nya bareng sama tuan" jelas bibi.
Tuan?
"Pasti Glenn" gumam Elster.
Elster langsung menelpon Glenn, tapi nihil Glenn tak mengangkat telpon nya.
Hingga..
"Kenapa menelpon ku? apa kau rindu?" tanya Glenn yang datang dengan membawa dua bungkus bubur ayam.
Elster langsung memberikan tatapan tajam nya pada Glenn.
"Kenapa kau bisa masuk?" tanya Elster kesal.
"Kenapa? mungkin karena pintu terbuka" jelas Glenn santai.
__ADS_1
"Ck, Glenn kau tak bisa dewasa, kau tau aku sedang kesal padamu" Elster langsung meleos pergi ke dapur.
Dan Glenn mengikuti nya dari belakang.
"Apa yang di maksud dewasa oleh mu cara seperti ini? menjauh tanpa mau mendengar penjelasan?" tanya Glenn.
"Ya aku memang kekanakan" Elster menjawab dengan nada kesal.
"Hey, kau tau jika sedang marah kau terlihat begitu cantik" kata Glenn menggoda.
Membuat dia langsung mendapatkan tatapan kesal dari Elster.
Glenn nyengir dan secara tiba-tiba Glenn menjewer kedua telinga nya.
"Maaf" kata Glenn dengan wajah imut nya.
"Apa-apaan itu, kenapa wajah nya so imut sekali" batin Elster gemas.
Tapi sebisa mungkin Elster mencoba cuek, dan memilih makan bubur yang di belikan Glenn.
Selama makan Glenn tak berhenti menatap Elster, dan itu membuat Elster sedikit risih.
"Jangan sampai sendok ini melayang ke arah mu karena terus menatap ku" kata Elster ketus.
"Kau tau Elster yang dulu sangat manis, bahkan selalu malu saat bertemu dengan ku di kampus" Glenn mengingatkan Elster pada Elster yang dulu.
Membuat Elster menyimpan sendok nya.
"Jangan bahas itu karena Elstrer yang dulu sudah mati" kata Elster dingin.
"Oh ya, dimana kuburan nya? aku akan ziarah untuk mendoakannya" balas Glenn menyebalkan.
"Berhenti berkata konyol atau aku akan memukul mu Glenn!" kesal Elster.
"Oke, kau boleh memukul ku tapi di kamar ya" balas Glenn sekali lagi membuat Elster naik darah.
"Glenn!" geram Elster.
"Aku suami mu, panggil sayang atau honey agar romantis" kata Glenn lagi.
Astaga..
Elster memilih pergi karena kesal, meninggalkan Glenn yang tersenyum karena berhasil menggoda istrinya.
🌹
Jangan lupa like coment and vote ya kak❤🙏🤗
__ADS_1